Panaragan–lampungmediaonline.com
Proyek pekerjaan rehabilitasi jaringan Daerah Irigasi (DI) sejumlah 8 Titik di kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, dengan anggaran sekitar Rp.48.350.883.000 Miliar, dari kementerian PUPR pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, diduga gagal konstruksi dan Mangkrak.
Hal tersebut berdasarkan SirUp Nasional dengan Kode RUP 60668183, Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Utama Kewenangan Daerah di BBWS Mesuji Sekampung (Inpres Tahap III) di wilayah Tulangbawang Barat, sejak Oktober – Desember 2025. Dengan panjang sekitar 62 kilo meter se tubaba.
Berdasar penelusuran TransLampung.ID pada dua diantara lokasi pembangunan Proyek rehabilitas DI, di Tiyuh (Desa) Gedung Ratu Rk 6-5 dan Gunung Katun Tanjungan Rk 5 Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tulangbawang (Tubaba) Lampung, kondisi U Ditch beton banguna tersebut sudah sangat memprihatinkan bahkan tidak bermanfaat.
Hal itu tentu tidak sejalan dengan program strategi nasional presiden RI Prabowo Subianto, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia di bidang ketahanan pangan sektor pertanian.
Diterangkan Sobri selaku pengawas lapangan proyek pekerjaan DI, di Tiyuh Gedung Ratu mengatakan. Terkait nilai proyek tersebut mencapai Rp.1, 4 Miliar, lokasinya di RK 6-5, bendung Jambat Tijjang dan Bendung way Gemol dan untuk mengaliri persawahan produktif seluas 375 hectare.
“Setahu saya, proyek ini merupakan pekerjaan milik PT Brantas, sedangkan pelaksana subkontraktornya adalah Pak Beni. Untuk nilai anggaran saya hanya mendengar informasi sekitar Rp1,4 miliar. Namun saya tidak bisa memastikan kebenarannya karena sejak awal pembangunan tidak pernah terlihat papan informasi proyek yang memuat besaran anggaran maupun keterangan lainnya” Kata Sibri, saat di jumpai di lokasi pada selasa (9/6/2026) sekitar pukul 13.25 Wib.
Lanjut dia, terkait panjang proyek tersebut sekitar 400 meter. Sejak awal pelaksanaan proyek ini memang terkesan terbengkalai. Material sering terlambat datang sehingga pekerjaan berjalan lambat. Hingga saat ini proyek tersebut belum selesai.
Sebelum, pembangunan dimulai pihak pelaksana pernah menyampaikan kepadanya bahwa akan dibangun bronjong untuk memperkuat konstruksi. Namun sampai saat ini tidak ada realisasi maupun kejelasan mengenai rencana tersebut. Bahkan pembangunan jaringan tersier ini sendiri belum rampung dan terkesan mangkrak.
“Menurut saya, proyek ini belum memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Para petani masih mengandalkan aliran air dari sungai untuk mengairi sawah mereka dari musim panen ke musim panen. Akibatnya, keberadaan proyek ini dinilai belum memberikan dampak positif, justru yang dirasakan masyarakat adalah ketidakstabilan pasokan air” Jelas Sobri.
Sementara itu kepala Tiyuh Gunung Katun Tanjungan Laily menjelaskan. Proyek pembangunan saluran irigasi DI tersebut berada di RK 5 memiliki panjang sekitar 350 meter dengan nilai anggaran kurang lebih Rp800 juta. Pembangunan saluran tersebut bertujuan untuk mengairi area persawahan seluas sekitar 5 hektare.
Laily menyebutkan proyek tersebut dikerjakan oleh PT Brantas dengan pengawasan dari konsultan yang berasal dari Bandar Lampung. Namun hingga saat ini, pihak Tiyuh Gunung Katun Tanjungan mengaku belum menerima serah terima hasil pekerjaan dari pihak pelaksana proyek.
“Terkait pelaksanaan pekerjaan di lapangan, dirinya memang terlibat hanya sebagai pekerja yang mengambil upah pekerjaan. Ia menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut diborongkan kepadanya dengan nilai sekitar Rp.80 juta untuk pengerjaan saluran sepanjang 350 meter” Kata Laily.
Menanggapi hal tersebut Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Perumahan dan Kawasan Permukiman, Ir.Sumardi ST,MT, yang juga mantan Kabid Pengairan pada Dinas PUPR Tubaba pada 2025 lalu, mengatakan.
Program itu pembangunan DI (Daerah Irigasi) dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, kegiatan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Pelaksanaan pengaliran air ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan air irigasi bagi lahan pertanian seluas ±21.000 hektare di wilayah Tubaba, sehingga kegiatan Musim Tanam I dapat berjalan tepat waktu dan optimal. Sumber air utama berasal dari Bendungan Way Rarem yang mampu memasok kebutuhan jaringan irigasi teknis hingga ke petak tersier.
“Pekerjaan tersebut dimulai kontrak nya tanggal 07 November 2025 dengan masa pekerjaan 45 hari. Hanya kita tidak tahu mereka ada perpanjangan waktu kontraknya atau tidak. Untuk anggarannya yang kita usulkan Rp.11 Miliar, tapi realisasinya sepertinya sekitar Rp. 9 miliar saja untuk 8 titik yang dibangun di Tubaba” Kata Sumardi.
Sementara untuk di Tubaba tersebar di beberapa lokasi diantaranya. 1). D.I. Way Gemol Kecamatan Tulang Bawang Udik Kabupaten Tulangbawang Barat Provinsi Lampung
2). D.I. Way Nurik Kecamatan Tulang Bawang Udik Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung
3). D.I. Way Tegamoan Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung
4). D.I. Way Gemak Kecamatan Batu Putih Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung
5). D.I. Way Lilin Kecamatan Batu Putih Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung
6). D.I. Way Kaffi Kecamatan Batu Putih Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung
7). D.I. Way Bedarow Petaw Kecamatan Batu Putih Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung
8). D.I. Way Jambat Tejang Kecamatan Tulang Bawang Udik Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung
Sementara lokasi Tiyuh yang mendapat pembangunan DI diantaranya Gedung Ratu 2 DI, Gunung Katun 1 DI, Bujung Sari Marga 1 DI, Toto Wonodadi 1 DI dan Tiyuh Panca Marga 2 DI. Untuk rekanan yang mengerjakan proyek itu dari PT Brantas Abipraya.
“Saya sejak keluar kontrak itu tidak mantau lagi karena mereka tidak koordinasi sama kita masalah biaya segala macam. Waktu itu kita hanya ngajuin saja, sumber anggaran dari pusat melalui BBWS” Jelasnya.
Lanjut dia, terkait jumlah total pagunya yang dikerjakan PT Brantas itu mungkin sekitar Rp. 40 Miliar, kontraknya se Lampung, selain di Tubaba juga ada di wilayah Lampung Utara, Tulang Bawang, Mesuji, dan ada wilayah lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT. Brantas dan PPK BBWS Mesuji Sekampung belum dapat dimintai keterang secara resmi.
(Der)
Travel Lampung Jakarta, Diantar sampai Rumah Ongkos Murah Layanan Prima
Travel Jakarta Lampung PP Dapat Free Snack dan 1 Kali Makan
Travel Lampung Depok via Tol Tiap Berangkat Pagi dan Malam
Harga Travel Bekasi Lampung Antar Jemput Murah sampai Rumah
Travel Palembang Lampung Lewat Tol Hemat Cepat sampai Alamat













