Geliat Tanggamus

Sembilan Pekon Di Tanggamus Tak Tersentuh Pembangunan

Tanggamus www.lampungmediaonline.com – Sembilan pekon (desa) di Kecamatan Pematangsawa, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, terabaikan pembangunan infrastrukturnya. Terutama akses jelan di pekon-pekon tersebut. Pembangunan disembilan pekon tersebut masih minim, bahkan akses jalan sangat sulit dijangkau. Kesembilan pekon tertinggal sekaligus terpencil itu; Pekon Pesanguan, Teluk Berak, Karang Berang, Way Asahan, Kaurgading, Tirom, Martanda, Tampang Tua dan Tampang Muda. Kondisi kesembilan pekon tersebut sangat memperhatinkan. Parahnya, akses jalan masuk pekon sangatlah sulit, karena nyaris tidak tersentuh pembangunan.
“Anggaran dari dana desa yang diterima sembilan pekon ini belum menyelesaikan persolan utama, yaitu akses jalan tembus menuju sembilan pekon itu belum ada, hanya setapak, jalan tanah,” kata rusdi warga Pekon Tampang muda, Senin (16/1/2017).
Untuk menjangkau sembilan pekon tersebut harus memerlukan waktu yang lama, bahkan jalannya nyaris tidak bisa dilewati ketika musim hujan. “Harapan kami, impian kami kepada pemimpin kami hanya satu, tolong bangun jalan tembus ke desa kami,” harap Rahmat,” warga Pekon Tampang Muda.
Sementara itu, Pantauan Lampung Media, untuk pekon terpencil di Kabupaten Tanggamus yang sangat butuh perhatian pemerintah adalah sembilan pekon di Kecamatan Pematangsawa, meliputi Pekon Pesanguan, Teluk Berak, Karang Berang, Way Asahan, Kaurgading, Tirom, Martanda, Tampang Tua dan Tampang Muda. Dimana karekteristik wilayah tersebut berada di dataran tinggi berbatasan langsung dengan perairan Teluk Semaka disatu sisi dan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) disisi lain.
‘‘Selama puluhan tahun yang kami impikan adalah pembangunan jalan tembus dari Waynipah ke Pekon Tampang Tua. Sekitar dua tahun lalu pernah dibuka jalan dari Waynipah ke Dusun Pedamaran oleh TNI. Tetapi sampai hari ini belum ada tanda-tanda akan dibangun kembali,’’ kata Sigit (30), warga Dusun Umbul Gajah, Pekon Karang Berak, Kecamatan Pematangsawa.
Menurut Sigit, dari informasi yang diperoleh dari salah seorang anggota DPRD Tanggamus, pada tahun 2017 ini Kecamatan Pematangsawa tidak mendapat jatah pembangunan.
“Sedih mendengar kabar itu, padahal kami berharap jalan darat ke wilayah kami mulai di bangun tahun ini. Kami seperti anak tiri,” keluhnya.
Wamardi, Kepala Pekon Karang Berak mengakan jalan tembus menuju sembilan pekon tersebut merupakan jalan tikus yang kondisinya sangat ekstrem dan berada dipinggir jurang dan hutan TNBBS.
‘’Kalau jalannya bagus dari Karang Berak ke Kotaagung paling dua jam, tapi karena tidak ada jalan bisa lima jam. Itupun beresiko, ‘’ kata dia. Otomatis, kata Mawardi, angkutan barang dan jasa bagi masyarakat sekitar, menggunakan kapal laut (kapal kayu) dengan waktu tempuh 2 sampai 4 jam. Dengan ongkos Rp25 ribu/orang dan Rp500 per kilogram untuk barang. ‘’Moda angkutan utama kami ya melalui laut, kalau lautnya rajuh (bergelombang) perjalanan bisa enam jam. Belum lagi hasil bumi kami rusak kesiram air laut, ‘’ ujarnya.
Suyono, warga Pekon Teluk Berak berharap Pemkab Tanggamus kembali memprioritaskan pembangunan jalan diwilayah Pematangsawa, guna peningkatan kehidupan masyarakat lebih baik lagi.
“Terus terang wilayah kami ini kaya dengan hasil bumi dan ikan. Tetapi karena tidak ada jalan, warga kami tetap miskin, yang kaya ya pengijon (tengkulak),“ katanya. Selain itu, kata dia, sulitnya jalan membuat tingkat putus sekolah diwilayah ini sangat tinggi. ‘‘Rata-rata hanya tamat SD, habis mau ke SMP sulit jalannya apalagi mau ke SMA. Banyak yang mogok sekolah, akhirnya nikah muda dan jadi petani gurem,“ kata dia.(man)
BACA JUGA:  Baliho Tak Berizin Di Tertibkan

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Statistik

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top