Geliat Tuba bar

Santri Ponpes Al- Ansyori Jadi Korban Penganiyayaan Oknum Guru Ngaji

Keterangan Foto : Korban ER (14) mengalami memar di pipi sebelah kiri ,setelah ditampar sebanyak dua kali oleh oknum Gurunya.

Tulang Bawang Barat.www.lampungmediaonline.com– Seorang Guru seharusnya memberikan didikan yang baik kepada siswa atau muridnya agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat tanpa harus melakukan kekerasan terhadap murid, berbeda dengan salah Satu oknum guru Pondok pesantren (PonPes) Al-Ansyori yang Berada Dikelurahan Panaragan Jaya kecamatan Tulangbawang tengah kabupaten tubaba yang diduga melakukan penganiayaan terhadap salah satu santri yang menuntun ilmu di ponpes tersebut, sehingga membuat keluarga korban geram dan melaporkan kejadian penganiayaan itu kepolsek Tulang Bawang Tengah (TBT).

Diceritakan korban yang berinisial ER (14) awal kejadian penganiayaan yang diduga dilakukan oleh tersangka MK dengan keadaan marah-marah lalu ia (MK) menampar mukanya korban ER hingga dua kali yang membuat pipi sebelah kiri korban memar.

“Saya sembunyi saat jam pelajaran karena baju seragam saya basah , tapi pada saat saya sembunyi diketahui oleh pak MK tanpa basa basi saya ditampar dua kali hingga memar dipipi sebelah kiri,setelah itu pak MK marah-marah kepada saya,”Ungkap ER saat ditemui di Polsek TBT.Sabtu(28/10/2017).

BACA JUGA:  DPW NasDem Lampung, Target kan Partai Modern Berbasis Teknologi

ditambahkan korban ER, seusai menampar tersangka MK mengancam korban dengan kata-kata akan mengeluarkan korban ER dari pondok pesantren Al-Ansyori

“Setelah saya ditampar dua kali pak MK mengancam dengan mengatakan akan mengeluarkan saya dari sekolahan,”ucapnya.

Ditempat yang sama paman korban sangat  menyesalkan atas tindakan tersangka MK yang merupakan oknum guru ponpes al-ansyori Darul Ulum tersebut dan dianggap sudah diluar ambang batas.

“Saya selaku paman korban sangat menyesalkan atas perbuatan MK dengan menganiaya keponakan saya,perilaku MK itu terhadap keponakan saya ER sudah diambang batas kedisiplinan siswa dengan melakukan kekerasan tersebut,”kata wahidin.

wahidin menganggap MK oknum guru tersebut tidak wajar disebut guru melainkan preman bahkan melalui via celuller tersangka MK sudah mengakui atas perbuatannya tersebut.

“saya menganggap MK ini tidak wajar disebut guru melainkan preman yang dijadikan guru di ponpes al ansyori darul ulum tersebut,karena kami menyekolahkan dia (korban) agar didik guru jadi anak yang baik,pintar dan soleh apalagi ini sekolah agama yang semestinya guru itu jadi panutan yang baik bukan menganiaya,kejadian penganiayaan ini sudah jelas bahkan tersangka MK melalui via celullernya sudah mengakui atas perbuatannya menampar keponakan saya ER sebanyak dua kali sehingga membuat pipi kirinya memar,”terangnya.

BACA JUGA:  Cegah C3,Polsek Tulang Bawang Udik Laksanakan Patroli Rutin

masih kata wahidin, dari peristiwa tersebut yang membuat korban ER (14) memar di pipi sebelah kiri membuatnya harus melaporkan masalah itu ke pihak yang berwajib dan berharap agar di tindak lanjuti atas laporan tersebut.

“Saya mendampinggi korban ER melaporkan peristiwa tersebut ke pihak penegak hukum dalam hal ini polsek tuba tengah agar ditindak lanjuti atas laporan tersebut bahkan kami akan melakukan visum atas anjuran pihak penegak hukum, karena kalau ini dibiarkan dihawatirkan oknum guru MK ini akan terus-menerus menganiaya muridnya sendiri, apabila perlu dikeluarkan dari ponpes al ansyori, karena ini bukan disebut guru tapi preman dan ini suatu pelajaran agar guru-guru yang suka menganiaya muridnya sendiri seperti ini bisa kapok dan jera apalagi anak di bawah umur,”ucapnya dengan kesal.

BACA JUGA:  Parkir Kawasan Islamic Center Tubaba Diduga Pungli

ditempat yang berbeda mahrus ketua yayasan ponpes al ansyori saat dihubunggi melalui via celullernya belum mengetahui masalah yang sebenarnya.

“Saya belum tahu atas permasalahan yang sebenarnya bahkan saya baru tahu barusan ini,nanti saya coba cari informasi tersebut dengan mengumpulkan orang-orang pondok,”singkatnya.

Menurut pantauan lampungmedia.com korban ER didampinggi keluarga masih dalam proses laporan dipolsek tuba tengah sehingga belum bisa mengkonfirmasi polsek tuba tengah atas kejadian dugaan penganiayaan tersebut.(Rizal)

 

 

 

 

 

 

 

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Statistik

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top