Geliat Lampura

PTIKA : Penyalahgunaan Narkoba Produktif Pada Usia 20-35 Tahun Di Lampura

Lampung Utara,www.lampungmediaonline.com – Usia 20 hingga 35 tahun merupakan paling produktif menjadi sasaran penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Lampung Utara.Pada usia itu menurut AKP Bowo Trihandoko, merupakan usia yang paling banyak tersandung penyalahgunaan narkoba, hal tersebut berdasarkan data di Satresnarkoba Polres Lampung Utara.

“Ini hasil dari penelitian kami siswa PTIK selama seminggu,” kata AKP Bowo Trihandoko, saat pemaparan pada acara penutupan PTIK di Ruang Siger Pemkab Lampung Utara, Jumat (13/10).

Disampaikannya penyalahgunaan narkoba menyasar ke usia produktif, mulai dari usia 20 tahun hingga 35 tahun. Menurutnya di usia itu seharusnya dapat mencari pekerjaan, tapi itu terjadi karena menganggur. Berdasarkan penelitian, mereka dapat mencari uang dengan cepat dengan jalan menjual narkoba.

Selain itu, kasus penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Lampung Utara juga cenderung naik, dari tahun ketahun. Dirinya menyebutkan, berdasarkan data dari Satnarkoba Polres Lampung Utara, yang telah menangani 120 kasus ditahun 2017 ini, satnarkoba Polres Lampung Utara menangani 1.150 kasus hingga bulan September 2017. “Jumlah tersebut dapat bertambah, mengingat tahun ini masih ada tiga bulan lagi,” ujarnya.

BACA JUGA:  Bulog Simpan Raskin Tak Layak Konsumsi

Selanjutnya, hasil dari penelitian yang dilakukan oleh siswa PTIK, di Kabupaten Lampung Utara lainnya, yakni upaya pencegahan belum optimal, walaupun upaya penindakan sudah dilakukan. Upaya lain, preemtif dilakukan dengan pemberian edukasi kepada masyarakat, menggunakan narkoba makin elanggar norma hukum atau norma agama.

Kemudian dilakukan preventif dengan melakukan pencegahan dari luar kabupaten Lampung Utara. Hal ini dilakukan melalui pendekatan seluruh kepada semua pihak, mulai dari tokoh agama, masyarakat, perlu sinergitas dalam pemberatasan penyalahgunaan narkoba.

Memperhatikan penyalahgunaan narkoba belum tentu dilihat dari penyalahgunaan dari tiap tahun, akan mengancam generasi muda di Lampura.‎ Upaya pencegahan hanya bersifat sektoral.

Menanggapi hal ini, kami dari siswa PTIK memberikan saran kepada kepala daerah, agar ‎membuat pakta integritas yang dilakukan oleh seluruh satker. Kemudian ‎membentuk Badan Nasional Narkotika Kabupaten. sebagai lead sektor dalam upaya pemberantasan narkoba. Dengan bagian-bagian di BNNK sebagai upaya keterpaduan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.

BACA JUGA:  Diduga Pj Kades Bindu Gelapkan dan Potong Honor Aparat Desa

Membuat Kelurahan Kota Alam, Kotabumi Selatan, sebagai kawasan bebas narkoba‎. Dalam artian, terjadi penyalahgunaan narkoba ditempat tersebut, bisa dikoordinasikan dengan penegak hukum dapat dilakukan penindakan yang optimal.

Untuk tokoh agama, tokoh masyarakat bersama-sama melakukan kegiatan untuk memberantas narkoba, seperti memberi ceramah kepada warga soal bahaya menggunakan narkoba.Kemudian, masyarakat proaktif memberikan informasi tentang adanya penyalahgunaan narkoba di lingkungannya. Anak-anak tidak dikenakan tuntutan pidana. Lebih baik mencegah, daripada sudah tersandung dari penyalahgunaan narkoba.

Pihak sekolah memberikan pengetahuan terhadap bahaya narkoba kepada siswa, seperti dilaksanakan pada masa orientasi siswa baru, pemberian penyuluhan tentang bahaya menggunakan narkoba.‎

“Kepada orangtua berikan tauladan kepada anak-anak, seperti tidak menggunakan narkoba‎,” katanya, seraya mengatakan ‎melalui kerjasama yang solid, mari kita bersihkan Lampung Utara dari bahaya narkoba.‎

Pada kesempatan itu Perwira pendamping mahasiswa PTIK, Kombes Heri Hermanto, mengatakan kegiatan mahasiswa di Lampung utara memotret jelas pencegahan narkoba tidak berlangsung dengan baik. Akan dijelaskan hasil penemuan, dan solusinya terkait narkoba di Lampung Utara.

BACA JUGA:  Program BSPS di Lampura Terindikasi Tidak Tepat Sasaran

Semoga kedepannya dapat dibuat kebijakan, untuk menangani permasalahan peredaran narkoba di Lampung Utara. Dengan kebijakan, nantinya permasalahan narkoba bisa teratasi sedikit demi sedikit.

Diharapkannya, saran dan rekom yang diberikan mahasiswa, dapat ditindaklanjuti dengan kebijakan dari pemerintah kabupaten lampung Utara.Latar belakang, mengambil penelitian tentang narkoba karena fenomena Indonesia ditetapkan sebagai darurat narkoba oleh presiden RI Joko Widodo, angka pembunuh nomor dua adalah narkoba. Sebanyak 40-50 setiap harinya meninggal karena narkoba.

Kejahatan narkotika kejahatan yang terorganisir, yang berdampak pada kejahatan konvensional. Penyalahgunaan harus diberantas oleh seluruh elemen masyarakat, pungkasnya. (Khoiril/10)

 

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Statistik

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top