Geliat Waykanan

Profesi Jurnalis Rentan Terpapar Covid-19

Way Kanan,lampungmediaonline.com-Menjadi seorang Jurnalis adalah pekerjaan yang menyenangkan namun penuh tantangan.

Ketika Pemerintah Indonesia menetapkan Pandemi Covid-19 sebagai Bencana Nasional bulan Maret 2020 satu tahun yang lalu hingga saat ini membuat ruang gerak pekerja jurnalis terbatas dan Rentan terpapar Covid-19.

Walaupun ruang gerak terbatas seorang jurnalis tetap dituntut untuk selalu aktif dalam menjalankan tugas,hingga mau tak mau harus mengubah tatacara kehidupan yang baru.

Menyikapi hal itu seorang jurnalis harus pintar membekali dirinya saat menjalankan tugas peliputan dengan selalu memakai masker dan membawa hansanitizer serta memberi jarak aman dengan Narasumber untuk mengantisipasi terpapar Covid-19.

Jam 9.00 Wib menjelang siang aku menuju gedung sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Way Kanan Jln.Letjen Riyacudu KM.6 Belambangan Umpu dengan menggunakan motor Beat Warna putih kesayangan ku.

Gedung PWI ini meruapkan tempat kami para pewarta berkumpul saat mau mengadakan liputan.

Tiba di gedung sekretariat ku lihat tempat mencuci tangan lengkap dengan Tissue
yang terletak disamping pintu utama.

Sementara diatas Pintu terpampang sepanduk ukuran 2×1 M bertuliskan Himbawan Untuk selalu mematuhi Protokol Kesehatan dengan menerapkan 4M, Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan guna memutus matarantai penyebaran Virus Covid-19.

Kubasuh kedua tangan ku disitu lalu ku keringkan dengan Tissue,aku beranjak keruangan tengah,ruangan nya kecil namun pasilitasnya lengkap dan memang ruangan ini sering digunakan Rekan-rekan dikala ingin membuat sebuah berita sebelum dikirim ke Redaksi Masing-masing.

BACA JUGA:  Tim Gabungan TNI-Polri Bersama Pemkab Way Kanan Gelar Operasi Yustisi

“Assalamualaikum” tanganku mendorong daun pintu ruangan.

“Waalaikum Salam” eh Kamu di,sendirian aja?, Jawab seorang dari dalam ruangan sambil dia balik bertanya.

Kulirik kiri dan kanan ruangan itu, sudah ada teman seperjuangan ku Yan yang sedang asyik memainkan henpon sambil sesekali menghisap rokok Clas mild di tangan nya,namun aku tertuju kepada suara seorang yang menjawab salam ku.

“Ehh,Bang Omi,iya bang kebetulan lagi sendirian”jawab ku.

Dia Bang Omi sering ku panggil Abang, orangnya ramah dan pengayom dia kuanggap senior,banyak ilmu jurnalistik yang kudapat dari dia.

“Duduk di,biasa aja Abang mudah selesai isolasi selama 14 hari,sudah dinyatakan sembuh dan Negatif Covid-19” jelasnya.

“Siap Bang,kalau sudah dinyatakan Negatif,aman berarti bang” ha.ha.ha,ledek ku.

“Aman-aman” tambah Yan yang ikut juga tertawa.

Memang sebulan yang lalu bang Omi sempat jarang terlihat dikantor dan terdengar kabar  Positif terpapar Covid-19.

“Gimana ceritanya bang, bisa terpapar Covid-19” tambahku ingin tahu.

Sambil menyulut Rokok Dji sam Soe di tangan nya,Bang Omi menceritakan mulanya iya mengetahui bahwa dia terpapar Covid-19.

BACA JUGA:  Mempringati Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah,Kampung Bumi Say Agung Gelar Wayang Kulit Semalam Suntuk

Sebulan yang lalu aku ditelpon Heri teman kerja seprofesi mengatakan bahwa dia sekarang sedang di isolasi di Rumah Sakit akibat Terpapar Covid-19, dia juga mengatakan coba cek dirimu jangan-jangan ikut terpapar Covid-19 juga jelas nya didalam telpon.

Aku sempat kaget sok dan gelisah mendengar kabar itu mengingat baru 2 hari aku berkumpul dan makan bersama saat menghadiri rapat ,sementara reaksi ditibuhku belum terasa ada gejala.

Takut akan hal itu aku lantas melakukan Test Sweb Antigen dan hasilnya Positif terpapar Covid-19 dengan gejala ringan atau Orang Tanpa Gejala (OTG)

Mendengar itu aku lantas memberitahu keluarga bahwa aku positif Covid-19 dan dirawat di Rumah sakit.

Dalam menjalankan isolasi selama 14 hari aku selalu berusaha untuk tenang dan menenangkan keluarga agar jangan sampai cemas ,sementara aku selalu melakukan apa yang dianjurkan para perawat seperti minum obat secara teratur, makan yang cukup,istirahat yang cukup agar imun cepat terbentuk dan tidak lupa berdoa agar cepat sembuh.

“Alhamdulillah,berkat Doa dan suport keluarga dan teman aku dapat menjalankan isolasi secara baik selama 14 hari, selanjutnya dinyatakan sembuh dan Negatif Covid-19″jelas bang Omi lagi.

Mulanya saya tidak tahu dimana dan kapan saya terpapar Covid-19,yang jelas kita sekarang harus selalu waspada.

BACA JUGA:  Babinsa Koramil 427-01/PKR Sub Negeri Besar Himbau Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

Ingat profesi kita sebagai jurnalis sangat rentan terpapar Covid-19,di saat kita menjalankan tugas peliputan banyak orang yang kita hadapi dan kita tidak tahu orang tersebut terpapar Covid-19 atau tidak.

“Maka dari itu kita jangan lengah, selalu terapkan Protokol Kesehatan dengan benar,Pakai masker,Cuci tangan dengan sabun sesering mungkin,menjaga jarak dan hindari berkerumun hanya itu cara yang ampuh untuk terhindar dari paparan Covid-19” tambah bang Omi lagi

“kring.kring.kring..” Tiba-tiba henpon di saku bajunya berbunyi.

Bang Omi mengangkat henponnya “Hallo” jawabnya sambil beranjak dari duduk nya dan keluar meninggalkan kami berdua.

Mengingat cerita Bang Omi tadi aku tertegun sejenak sambil berdoa ya Allah enyahkanlah virus Covid-19 dari muka bumi ini agar kami bisa kembali menjalankan Profesi kami seperti semula..Aamiin.(hdi)

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Statistik

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top