Lampung Sai

PKBI LAMPUNG LURUSKAN PANDANGAN KEKERASAN BERBASIS GENDER

Bandarlampung, 15/4 (Antara) – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung berupaya meluruskan beberapa praktik bias gender dalam kehidupan sehari-hari yang dianggap sebagai sesuatu yang biasa.

Permasalahan ‘stereotype labelling’ hingga kekerasan berbasis gender terungkap dalam pernyatan-pernyataan para peserta pelatihan Fasilitator Kelompok Remaja Program MenCare yang bekerjasama dengan Rutgers WPF sebagai upaya menumbuhkan kepedulian kaum lelaki terhadap perempuan, kata Koordinator Distrik Program MenCare PKBI Daerah Lampung, Anggalana, di Bandarlampung, Selasa.

Menurut dia lagi, fasilitator berusaha keras untuk meluruskan pandangan-pandangan bias gender peserta.

“Dalam sesi jalinan kekerasan, semua peserta pernah mengalami tindak kekerasan atau menjadi korban dan sebaliknya juga pernah melakukan tindak kekerasan. Proses pelatihan berjalan mengalir dengan menempatkan peserta sebagai sumber belajar yakni mengungkapkan pengalaman keseharian mereka,” kata dia lagi.

BACA JUGA:  Wagub Bachtiar Ajak ASN Way Kanan Netral dan Gunakan Hak Pilih Sesuai Hati Nurani

PKBI Daerah Lampung menggelar Pelatihan Fasilitator Kelompok Remaja di aula lembaga itu dengan 24 peserta berasal dari Kelurahan Sumberrejo dan Kelurahan Sumberagung Kecamatan Kemiling Kota Bandarlampung.

“Hambatan utama yang dihadapi dalam pelatihan ini adalah minimnya pengetahuan para remaja tentang gender, kesehatan reproduksi dan narkoba. Lalu latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dimiliki remaja tidak merata, ada yang telah mendapatkan pengetahuan tentang materi pelatihan dari media elektronik dan sekolah,” ujar Anggalana menjelaskan.

Menurutnya, terdapat juga beberapa peserta yang tidak aktif oleh karena belum terbiasa dengan kegiatan pelatihan atau diskusi kelompok secara lebih serius.

“Persoalan kesenjangan pengetahuan diatasi dengan ‘menurunkan’ level bahasa yang digunakan agar dapat dipahami semua peserta. Semua peserta merasa bahwa pelatihan sangat berguna karena memberikan informasi penting yang selama ini mereka tidak ketahui dan berharap agar ada pelatihan serupa yang diadakan kembali karena waktunya dirasa kurang,” katanya.

BACA JUGA:  Dua Orang Waratawan Saksi Korban Pelecehan Profesi Penuhi Pangilan Polda

Adapun hasil dari kegiatan itu, menurut Anggalana, para peserta terlihat antusias mengikuti pelatihan dengan menerima pengetahuan baru selain merefleksikan pengalaman sehari-hari mereka dan secara bersama-sama dalam kelompok berdiskusi memecahakan persoalan keseharian.

“Pengetahuan-pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dirasakan bermanfaat bukan saja bagi kehidupan pribadinya melainkan juga berguna bagi orang lain jika disampaikan,” ujarnya.

Berdasarkan analisis hasil pre-test dan post-test, terlihat semua peserta mengalami peningkatan dari sisi kognisi baik mengenai kesehatan reproduksi, gender maupun fatherhood.

Hasil pretest dari 24 peserta pelatihan, 4 persen peserta mendapatkan nilai memuaskan, 33 persen mendapatkan nilai cukup dan 43 persen peserta yang mendapatkan nilai kurang memuaskan.

BACA JUGA:  47 Peserta Masuki Tahap Akhir Seleksi Terbuka Pimpinan Tinggi Pratama

“Sedangkan hasil posttest 38 persen mendapatkan nilai memuaskan, 58 persen mendapatkan nilai cukup dan 4 persen mendapatkan nilai kurang memuaskan. Secara umum, kesan para peserta terhadap pelatihan ini cukup positif.  Banyak hal baru yang mereka dapatkan dalam pelatihan ini dan mereka juga berkomitmen untuk menyebarluaskan kepada masyarakat sekitarnya,” demikian Anggalana.

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Statistik

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top