Geliat Lambar

Penyakit Kresek Serang 60 Hektar Tanaman Padi

Krui, LM – Sekitar 60 hektar tanaman padi warga di Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, terserang penyakit Kresek. Akibatnya warga di Pekon Tenumbang Negeriratu, Pekon Pelitajaya, Pekon Tanjungjati, dan Pekon Sumurjaya wilayah kecamatan itu, terancam gagal panen.

Samsul Hadi (46), seorang pemilik sawah yang tinggal di Pekon Pelitajaya mengatakan serangan sejenis jamur terhadap tanaman padi petani di tempat itu pada musim tanam tahun ini merupakan yang terparah dibanding tahun-tahun sebelumnya, puluhan hektar sawah warga mengalami kerusakan.

“Umur padi sekarang sekitar satu bulan, penyakit itu menyebabkan bulir-bulir padi kosong, ada bantuan obat-obatan dari pemerintah untuk mengatasi serangan penyakit itu, tetapi terbatas tidak mencukupi, hasilnya pun sejauh ini belum terlihat,” kata Samsul, beberapa hari lalu.

BACA JUGA:  Nomor Urut Dinilai Menjadi Angka Keberuntungan

Ia memperkirakan pada musim panen tahun ini , dengan kondisinya yang terjadi di tempat itu, hasil panen akan susut sampai 50 persen. Sepengetahuan saya ada 50-60 Hektar (Ha) sawah di kecamatan ini yang terserang penyakit seperti ini, perkiraan dari lahan seluas itu kalau kondisi bagus menghasilkan sekitar 150 ton beras, tetapi sekarang perkiraan kami hasilnya sekitar setengah dari keadaan normal.

Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Pesisir Selatan Dahroni, saat dhubungi melalui telepon, Minggu (26/1), hama atau penyakit kresek sejenis jamur yang merusak daun padi hingga menyebabkan bulir-bulir padi kosong telah menyerang sekitar 60 Ha sawah petani di kecamatan itu.

BACA JUGA:  Pemkab Lambar Terus Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Total sekitar 60 Hektar, yaitu di areal pertanian di Pekon Tenumbang, Pelitajaya, sumurjaya, Pagardalam, dan Tanjungjati, yang terserang penyakit kresek.

Berbeda dengan apa yang dikhawatirkan warga tentang ancaman gagal panen, menurut Dahroni, kondisi penyakit kresek yang menyerang tanaman padi di wilayah kecamatan tersebut telah teratasi, dan terbatasnya bantuan obat-obatan pestisida kepada petani hal wajar karena hanya hanya sawah petani yang terkena serangan kresek yang di berikan obat-obatan.

Sudah teratasi, Ini kan belum panen, umur padi yang terserang penyakit kresek antara 30-45 hari masih pertumbuhan vegetatif atau masih anak, baru kemudian pada umur 45-60 hari pertumbuhan primordia atau pembentukan. Dan ini bantuan, terbatas, barangnya sedikit, dibagikan yang kena serangan saja, karena gak semua dikasih, caranya kami langsung bagikan pestisida ke kelompok yang kemudian disalurkan ke petani, kata Dahroni. (Lp/R2)

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Statistik

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top