Lampung Utara, www.lampungmediaonline.com – Sejumlah kontraktor atau di Kabupaten Lampung Utara mengkhawatirkan proses pencairan dana PHO (profesional hand over) maupun uang muka atau down payment (DP) yang dibayarkan tidak sesuai dengan harapannya. Pasalnya, kebanyakan rekanan disana modalnya minim, sampai harus memakai pinjaman dengan bunga tinggi untuk menyelesaikan pekerjaan yang didapatnya.
Sehingga untuk menutupinya, harus mengejar target diatas yang ditentukan. Bila uang tidak keluar sesuai target direncanakan awal akan menyebabkan membengkaknya pembayaran. Sehingga hasil yang didapat dari pekerjaan itu akan sia-sia, bahkan sampai nombok istilah masyarakat disana.
“Kalau perjanjian seperti itu, kami rekanan akan merugi. Sebab, pembayaran dilakukan sesuai dengan tanggal penyelesaian pekerjaan atau PHO. Sementara uang yang ada tidak dapat menutupi seluruh pekerjaannya, bagaimana kami bisa hidup kalau seperti ini,”ujar salah seorang rekanan setempat yang menolak disebutkan namanya itu, Selasa (26/9).
Menurutnya, sebagian besar kontraktor disana bekerja bukan untuk menjadi kaya raya, melainkan hanya untuk menutupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Sehingga dana talangan diperlukan untuk segera menyelesaikan pekerjaan. Bahkan diantaranya mengambil ijon atau uang panas untuk itu semua.
“Kami ini warga masyarakat Lampura juga, yang butuh perhatian. Kalau seperti ini, bagaimana kami menghidupi keluarga. Kadangkala untung tidak didapat, melainkam rugi dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan,
Sementara itu, Dinas PUPR tidak dapat berbuat banyak terkait hal tersebut. Menurut salah satu pejabat setempat, pihaknya tidak dapat berbuat banyak untuk memenuhi ekspekstasi para pemborong disana. Sebab, mekanisme pencairannya disesuaikan dengan tanggal penyelesaiannya. Hal itu sesuai dengan hasil musyawarah bersama yang digelar pada waktu sebelumnya.
“Nah kalo itu tidak banyak yang bisa saya jelaskan, yang pasti semua kembali pada perjanjian sebelumny. Pada dasarnya dari kami telah melakukan mekanisme sesuai dengan prosedur tanpa ada yang tertinggal,” kata Kabid BM PUPR Lampura Yulias sebelumnya.
Pencairan dana PHO maupun uang muka nya pekerjaan bagi rekanan di wilayah Kabupaten sendiri, terangnya menunggu proses pencairan kas daerah dari pusat maupun provinsi.
Ia menegaskan bahwasanya proses pencairan bagi pihak ketiga atau kontraktor yang melaksanakn pekerjaan di pemda setempat akan dicairkan sesuai dengan komitmen pemerintah daerah, yang digelar pada pertemuan lalu dengan para kontraktor.
“Kalau kita dinas PUPR pada dasarnya telah menyelesaikan seluruh proses pencairan. Dan itu telah diajukan pada bagian keuangan, masalah nya kondisi saat ini tidak memungkinkan sehingga diputuskan seperti demikian,”tegasnya(Khoiril)
Travel Lampung Jakarta, Diantar sampai Rumah Ongkos Murah Layanan Prima
Travel Jakarta Lampung PP Dapat Free Snack dan 1 Kali Makan
Travel Lampung Depok via Tol Tiap Berangkat Pagi dan Malam
Harga Travel Bekasi Lampung Antar Jemput Murah sampai Rumah
Travel Palembang Lampung Lewat Tol Hemat Cepat sampai Alamat













