Tanggamus, www.lampungmediaonline.com – Dugaan pemotongan pada saat pembayaran SPPD di bagian protokol kabupaten tanggamus, hingga sokongan membeli bahan bakar minyak (BBM) kendaraan dinas pada saat bertugas, akhirnya menguak ke publik.Menurut sumber yang namanya enggan disebut mengatakan, pada saat pencairan atau pembagian surat perintah perjalanan dinas (SPPD) selalu di potong untuk uang kas.”Setiap pencairan atau pembagian SPPD selalu dipotong, dengan dalih saving (uang kas),
tapi nyatanya setiap ada rekan yang sakit dan ada rekan yang ulang tahun kami tetap diminta sokongan. Kamipun sempat bertanya antar sesama kawan-kawan protokol kemana uang kas itu, setelah kami telusuri uang kas tersebut telah habis, habis kemana dan untuk apa uang kas tersebut”, bebernya.
Sumber juga mengatakan, dirinya mempertanyakan kendaraan dinas (Randis) roda empat yang tidak selalu standby pada saat akan dipergunakan.
“Ditambah lagi dengan kendaraan dinas protokol yang tidak jelas dimana keberadaan unit mobil itu berada, kapan harus digunakan dan kapan harus istirahat, masuk garasi. Pikirkan bila kami dapat tugas diluar kota agung, kami harus berpikir memakai kendaraan apa, kalau kami pakai motor jarak yang jauh, pakaian bisa lusuh, dikhawatirkan kehujanan dijalan. Jika kami diberikan kendaraan roda empat kami tetap bingung siapa yang isi BBM nya, sudah sering kami sokongan beli BBM kalau kena tugas, belum lagi mkirkan makan siang gimana. Jadi dimana letaknya protokol itu di fasilitasi, yang harus siap siaga dimanapun bertugas tak terhitung jarak, waktu, kondisi dilokasi. Menyiapkan segala sesuatu kebutuhan pimpinan, menyukseskan jalannya acara kegiatan pimpinan”, ujarnya.
Sementara dilain waktu dan tempat, kepala bagian (kabag) protokol saat di konfirmasi diruang kerjanya mengatakan, dirinya mengiyakan terkait pemotongan SPPD tersebut namun, hal itu bukan pemotongan melainkan kesepakatan bersama dibagian yang ia pimpin.
“Ia kami ini jalankan sesuai dengan aturan, itu bukan pemotongan tapi itu kesepakatan kami. Kami ini kan satu keluarga, jadi enggak ada pemotongan-pemotongan, tapi itu kesepakatan. Kami kan selalu brifing gimana ini, kayak mana ini itu kita sampaikan. Uang kasnya ada. Kita ini keluarga seharusnya langsung sampaikan ke saya, kenapa harus keluar, saya juga merasakan apa yang dirasakan kawan-kawan dilapangan”, ujarnya.
Masih dengan kabag, dirinya membantah terkait randis operasional protokol yang tidak selalu standby pada saat akan digunakan, (22/06/26).
“Enggaklah (red-staf patungan beli BBM), ada kasubbag saya, apa perlu dipanggil kasubag nya biar tau. Untuk kendaraan mobil kita standby, tapi kondisi pada waktu itu keadaan kendaraan tidak baik, jadi kita dandan, tapi bukan kita yang dandan, itu bagian umum”, pungkasnya. (Tans)
Travel Lampung Jakarta, Diantar sampai Rumah Ongkos Murah Layanan Prima
Travel Jakarta Lampung PP Dapat Free Snack dan 1 Kali Makan
Travel Lampung Depok via Tol Tiap Berangkat Pagi dan Malam
Harga Travel Bekasi Lampung Antar Jemput Murah sampai Rumah
Travel Palembang Lampung Lewat Tol Hemat Cepat sampai Alamat













