Geliat Tuba bar

Melebar, Dugaan Pemukulan Warga Istri Kepala Tiyuh Lapor Balik

Panaragan–lampungmediaonline.com

Merasa dirugikan atas pelaporan dugaan penganiayaan terhadap warga nya, Kristi Amalia istri Kepala Tiyuh Kibang Budi Jaya Kecamatan Lambu Kibang, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), melaporkan balik Kiki atas dugaan pencemaran nama baik.

Dari kejadian yang semakin melebar tersebut membuat keluarga kepala Tiyuh Kibang Budi Jaya merasa dirugikan, pasalnya dengan isu yang menyebar telah merusak kredibiltas dan psikis dari keluarga kepala Tiyuh itu sendiri, sehingga istri dari kepala tiyuh itu pun mengambil tindakan dengan melaporkan balik pencemaran nama baik pihaknya.

Menurut, M. Fadly Rinaldy kuasa hukum dari Kristi Amalia mengatakan, bahwa pencemaran nama baik kepada pihak kepala tiyuh yang sedang berkembang saat ini telah merusak citra nama baik dari pada keluarga kepala tiyuh itu sendiri, dan yang padaa saat keajadian Kiki sudah mengeluarkan kata – kata yang bersifat menuduh tanpa bukti.

“Nama Ibu Kristi sudah dicemarkan. Maka dari pada itu, saya selaku kuasa hukum melakukan pendampingan untuk membuat laporan. Karena ada perkataan yang dituduhkan kepala klien saya, tanpa ada bukti,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan usai melakukan laporan di Mapolres Tubaba, Rabu (19/1/2022).

Lanjutnya Fadly, dari kejadian tersebut kliennya merasa dirugikan akibat perkataan yang dilontarkan oleh terlapor Kiki. Sehingga kloen nya saat ini mengambil keputusan untuk melakukan pelaporan kejadian tersebut ke Mapolres Tubaba.

” Kondisi psikisnya terganggu akibat perkataan yang dilontarkan oleh Kiki. Oleh sebab itu, kami membuat laporan, Dan Alhamdulillah sudah diterima oleh pihak Kepolisian Polres Tubaba. Semoga saja secepatnya bisa dilakukan proses penyelidikan,” kata dia.

Masih kata Fadly, saat ini dirinya bersama Kristi sedang menanti hasil penyelidikan dari Polres Tubaba selanjutnya.

“Sesuai dengan pasal 310 KUHP, barangsiapa sengaja merusak kehormatan atau nama baik seseorang dengan jalan menuduh dia melakukan sesuatu perbuatan dengan maksud yang nyata akan tersiarnya tuduhan itu, dihukum karena menista, dengan hukuman penjara selama-lamanya sembilan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp.4.500,” jelasnya.

Sementara itu, Kanit Pidum Polres Tubaba, IPDA Norman mengatakan, pihaknya akan segera mendalami permasalahan tersebut.

“Kita masih menunggu pak Kasat Reskrim pulang dari Polda. Mungkin Besok sudah bisa melakukan penyelidikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kiki telah melaporkan Kristi Amalia dan suami ke Mapolres Tubana setempat atas dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan.

Kiki menjelaskan, kejadian penganiayaan terhadap dirinya itu terjadi karena ada perselisihan soal rencana pembuatan sertifikat tanah miliknya.

“Saya dipanggil ke rumahnya (Kepalo Tiyuh) pada hari itu (Kamis), karena saya hendak membuat sertifikat tanah,” ucapnya.

“Setiba saya di rumah Kepalo Tiyuh, tidak lama dia (TB) langsung memukul kepala saya dengan tangan kosong, lalu menarik rambut saya. Tiba-tiba istrinya (KR) juga memukul mulut saya dan meludahi mulut saya,” terang Kiki, sembari berharap Polres Tubaba dapat segera menindak-lanjuti.

(Der)

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Statistik

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top