Pringsewu, www.lampungmediaonline.com KKN Dana Desa DD berjama’ah Pekon Ganjaran Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu siapa imamnya.
Pasalnya DD yang di kucurkan untuk pembangunan dan pemberdayaan pekon setempat hanya di jadikan syarat untuk memuluskan oknum oknum pekon lakukan KKN.
indikasi modus oknum aparatur pekon lakukan KKN dengan memalsukan laporan laporan kegiatan dimana laporan kegiatan dengan besaran anggaran yang cukup fantastis tidak sesuai dengan bangunan fisik yang berdiri diantaranya.
Bangunan sumur bor beserta gubuk 3×2 meter yang terletak di dusun 02 pekon setempat menelan anggaran 61juta ada dua titik bangunan gubuk dan sumur bor di dusun yang sama.
Selanjutnya sarat untuk lakukan KKN pekon setempat DD yang di kucurkan untuk revitalisasi irigasi yang menelan anggaran sebesar 12 juta.
Dalam hal ini pihak pihak terkait terkesan menutup mata dan telinga, sampai berita ini di terbitkan kepala desa setempat tidak bisa di hubungi.
Diberitakan sebelumnya.
Kepala Pekon (KAKON)Ganjaran Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu Alergi Wartawan.
Pasalnya beberapa kali di hubungi kakon setempat terkesan menghindar, dalam hal ini awak media hendak konfirmasi terkait bangunan gubuk yang berdiri di dusun dua sebanyak dua titik.
Dimana bangunan tersebut menelan anggaran sebesar 122juta yang bersumber dari dana desa.
Bangunan yang terletak di dusun dua ada dua titik dimana ukuran bangunan gubuk pompa air untuk mencukupi pengairan lahan sawah desa iyalah 2×3 meter dan disertakan sumur bor yang menelan anggaran sebesar 61juta per titik.
Suswanto selaku kakon setempat serkesan menghindar saat hendak di konfirmasi.
Zaenal pengamatan kontruksi bangunan kepada awak media menjelaskan, “bangunan gubuk pompa air yang berdiri di atas lahan 2×3 meter dan sumur bor dengan kedalaman 40meter kita hitung maximal habis 30juta mas kalau bangunan ada dua titik berarti hanya menghabiskan anggaran 60 juta karena saya sanggup mengerjakan nya” Jelasnya”.
M. Edi selaku kabid Investigasi Komunitas Pengawas Kurupsi (KPK) Pringsewu diruang kerjanya mengatakan (01/12) “bangunan tersebut jelas ada mark up karena bisa di hitung bangunan sebesar 2×3 meter ditambah sumur bor paling banyak habis 25juta sedangkan anggran tersbut 61juta per titik. ” Tegasnya”
Patut dipertanyakan dan saya mewakili ketua KPK Kabupaten Pringsewu akan melaporkan hal ini kepada pihak yang berwenang karena dana desa harus serius dalam pengelolaan nya bukan main main. “Imbuhnya”(wendy)
Travel Lampung Jakarta, Diantar sampai Rumah Ongkos Murah Layanan Prima
Travel Jakarta Lampung PP Dapat Free Snack dan 1 Kali Makan
Travel Lampung Depok via Tol Tiap Berangkat Pagi dan Malam
Harga Travel Bekasi Lampung Antar Jemput Murah sampai Rumah
Travel Palembang Lampung Lewat Tol Hemat Cepat sampai Alamat













