Geliat Lampura

Kasus hasil Pemeriksaan Darah, Komisi IV Pertanyakan Anggaran RSD Ryacudu

Lampung Utara, www.lampungmediaonline.com – Komisi IV DPRD Lampung Utara (Lampura) mempertanyakan besarnya anggaran yang dialokasikan untuk sarana penunjang pelayanan di RSD Ryacudu Kotabumi. Ini dipertanyakan komisi bidang kesehatan ini menyusul telah terjadi dugaan kesalahan hasil pemeriksaan darah pasien baru-baru ini. Para anggota dewan ini, menyesalkan tidak hadirnya mantan Direktur RSD Ryacudu Kotabumi Maya Metissa yang saat ini menjabat Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Lampura.  Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat (hearing) Komisi IV DPRD Lampura dengan pihak RSD Ryacudu Kotabumi di Ruang rapat komisi Senin (24/10).

Dalam rapat yang telah terjadwal itu, hanya pihak rumah sakit yang hadir, sementara mantan direktur yang juga Kadiskes Lampura Maya Metisa, tidak hadir meski sudah diberikan undangan. ‘Kami sangat menyesalkan mengapa dokter maya metissa tidak hadir,”ujar Ketua Komisi IV DPRD Lampura Agustori sesaat setelah membuka rapat. Mengapa tanya Agustori, sang kepala dinas itu, justru lebih mementingkan urusan lain. Padahal undangan DPRD ini merupakan hal yang sangat penting karena menyangkut kesalamatan orang lain. “Kami ingin mempertanyakan dikemanakan besarnya anggaran untuk pengadaan alat –alat kesehatan untuk menunjang pelayanan rumah sakit,”ujarnya lagi.

BACA JUGA:  Saifudin Yusuf Resmi Terpilih Menjadi Ketua LK 3 Kelurahan Sribasuki Priode 2021-2023

Sayangnya, Agustori tidak menyebutkan besaran dana yang telah dianggarkan melalui APBD tahun 2015 dan 2016 itu. Menurutnya, jika peralatan untuk pemeriksaan darah tidak mendapatkan hasil yang maksimal, pihaknya akan melakukan pemangkasan anggaran RSD Ryacudu pada pembahasan R-APBD 2017 ini, karena dinilai sia-sia. “Kemungkinan kita akan pangkas anggarannya, kalau kenyataannya tidak digunakan sebaik mungkin untuk pembelian alat medis dengan kualitas yang lebih baik,”tegas politisi PDI-P Lampura ini.

Penegasan lain disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Lampura Sandi Juwita, pemeriksaan darah merupakan langkah awal bagi pihak medis untuk mengetahui penyakit pasien. Kalau kata dia, hasilnya pemeriksaan darah sudah salah, maka pengobatan yang dilakukan tentu akan terjadi kesalahan pula.”Ini menyangkut nyawa manusia, jadi jangan dibuat main-main,”ujar Sandy Juwita pula.

Triyono anggota lainnya sangat menyesalkan atas telah terjadinya kesalahan hasil pemeriksaan darah pasien.”Kami harapkan ini tidak terulang lagi, karena dapat menghilangkan kepercayaan masyarakat kepada pihak rumah sakit,’ujar Triyono. Disisi lain, PlT Direktur RSD Ryacudu Kotabumi, dr.Rahmat Hidayat dalam rapat berdalih, jika alat yang digunakan untuk memeriksa darah pasien dengan alat Rapid Test atau tes cepat. Dimana, alat tersebut kata Rahmat, dapat menunjukkan hasil yang yang tidak valid.”Sehingga pasien harus memeriksakan kembali darahnya ditempat lain untuk mengetahui hasil yang akurat,”ujar Rahmat.

BACA JUGA:  Hari Kelima Ops Patuh Krakatau, Kapolres Lampura Sosialisasi di Kompi C 143

Dalam pemeriksaan seribu kali, terangnya, bisa terjadi satu kali hasil pemeriksaan tidak akurat. Berbeda dengan klinik Prodia Bandarlampung memang menggunakan metode allica dengan peralatan yang lebih canggih. “Sekali periksa hasilnya menyakinkan,”ujarnya lagi.

Pihaknya berjanji akan lebih meningkatkan lagi pelayanan yang baik, dengan memberikan pengarahan kepada petugas yang menangani pemeriksaan darah di RSD Ryacudu.”Ya, memang, kesalah petugas kami, tidak menyarankan agar pasien melakukan pemeriksaan ditempat lain, agar hasilnya lebih menyakinkan,”akunya. Tampak hadir dalam rapat anggota Komisi IV lainya, Joni Bedyal dan Ali Dermawan. Sedangkan pihak RSD Ryacudu hadir pula, Basuki dan Diah Yanuarita, keduanya petugas Lab RSD Ryacudu Kotabumi.

BACA JUGA:  Juara II Kejuaraan Taekwondo Championship Kapolri Cup 2019, Kapolres Lampura Beri Syifa Penghargaan

untuk diketahui, Komisi IV DPRD Lampung Utara (Lampura) bergerak cepat segera melakukan pemanggilan pihak RSD Ryacudu terkait adanya dugaan hasil pemeriksaan darah pasien tidak valid atau berbeda dengan hasil pemeriksaan dirumah sakit lainnya yang terjadi kepada  seorang pasien gangguan ginjal bernama Yusri Hamami (65) warga Jalan Hos Cokro Aminoto Kotabumi ingin menggunakan jasa rumah sakit untuk cuci darah terkait dengan penyakit ginjal yang dideritanya. (Arif)

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Statistik

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top