Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, terus mencatat progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah setempat.
Hingga pertengahan Juli 2026 ini, sebanyak 21 KDKMP telah menyelesaikan pembangunan fisik 100 persen, sementara 5 KDKMP masih menghadapi kendala penyediaan lahan.
Pejabat Fungsional Pengawas Koperasi Diskoperindag Tubaba, Amin Nuroni, mengatakan secara keseluruhan terdapat 78 KDKMP yang telah dibangun dari target 103 unit yang tersebar di 9 kecamatan di Kabupaten Tubaba.
“Dari 78 KDKMP yang sudah dibangun, saat ini sebanyak 21 unit telah selesai pembangunan fisik 100 persen. Selain itu, masih ada 7 lokasi yang sudah memiliki lahan dan siap dibangun setelah proses administrasi dan pembukaan portal Agrinas,” kata Amin Nuroni saat dikonfirmasi media mewakili Kepala Diskoperindag Achmad Nazaruddin, Selasa (14/07/2026).
Ia memaparkan, adapun 21 KDKMP yang telah menyelesaikan pembangunan fisik 100 persen meliputi KDKMP Panaragan Jaya, Pulung Kencana, Candra Mukti, Candra Kencana, dan Mekar Asri di Kecamatan Tulang Bawang Tengah. Kemudian, KDKMP Gedung Ratu, Kagungan Ratu, Marga Kencana, Karta Raharja, Gunung Katun Malai, dan Way Sido di Kecamatan Tulang Bawang Udik.
Selanjutnya, KDKMP Kibang Budi Jaya di Kecamatan Lambu Kibang, KDKMP Indraloka Jaya dan Balam Asri di Kecamatan Way Kenanga, serta KDKMP Gunung Menanti, Daya Asri, Sumber Rejo, Margo Dadi, Gunung Timbul, Margo Mulyo, dan Murni Jaya di Kecamatan Tumijajar.
Menurut Amin, pemerintah daerah kini memfokuskan penyelesaian pembangunan fisik sekaligus menuntaskan berbagai kendala yang masih dihadapi, terutama terkait penyediaan lahan, penyesuaian luas lahan sesuai standar, serta penentuan lokasi yang lebih strategis.
Berdasarkan data Diskoperindag, selain 78 KDKMP yang telah terbangun, terdapat 7 KDKMP yang sudah memiliki lahan dan siap memasuki tahap pembangunan. Sementara itu, 6 KDKMP memiliki lahan tetapi belum memenuhi standar luas, dan 7 KDKMP lainnya memiliki lokasi yang dinilai kurang strategis.
Sementara itu, KDKMP yang masih terkendala sama sekali tidak memiliki lahan ada 5, yakni KDKMP Panaragan Jaya Indah di Kecamatan Tulang Bawang Tengah, KDKMP Terang Makmur dan KDKMP Terang Mulya di Kecamatan Gunung Terang, serta KDKMP Sakti Jaya dan KDKMP Margo Dadi di Kecamatan Batu Putih.
Amin menjelaskan, kendala tersebut terjadi karena di 5 Tiyuh (Desa) tersebut tidak tersedia aset tanah milik Tiyuh, Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi Lampung maupun Pemerintah Pusat yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan gerai koperasi.
“Kalau memungkinkan memang harus dilakukan pengadaan lahan. Namun kendalanya belum tersedia juga anggaran, sehingga alternatif yang sedang dipertimbangkan adalah penyewaan lahan atau bangunan sementara sambil menunggu kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Tubaba telah memperoleh tanggapan resmi dari Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri terkait penyediaan lahan KDKMP. Kemendagri mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam proses penyediaan lahan serta menegaskan bahwa pengadaan tanah harus mengacu pada hasil appraisal, dilakukan secara transparan, dan mendapat pengawalan Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) maupun Aparat Penegak Hukum (APH).
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Tubaba juga tengah menyelesaikan SK Tim Verifikasi dan Validasi (Verval) KDKMP sesuai pedoman terbaru Kementerian Koperasi. Tim tersebut akan memastikan bangunan telah selesai sesuai ketentuan, sarana dan prasarana tersedia, bangunan layak digunakan, serta status legalitas tanah tidak bermasalah sebelum koperasi dioperasikan.
Untuk tahap awal operasional, koperasi diharapkan mulai menjalankan aktivitas usaha menggunakan simpanan pokok dan simpanan wajib anggota sambil menunggu regulasi mengenai dukungan permodalan dari pemerintah.
Amin mengatakan, masyarakat Tubaba memberikan respons positif terhadap Program Strategis Nasional KDKMP. Hingga saat ini tidak terdapat penolakan, baik secara lisan maupun tertulis, terhadap program tersebut.
“Dukungan masyarakat cukup baik. Harapannya seluruh KDKMP dapat segera selesai dibangun, dilengkapi sarana pendukung, kemudian beroperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
(Der)
Travel Lampung Jakarta, Diantar sampai Rumah Ongkos Murah Layanan Prima
Travel Jakarta Lampung PP Dapat Free Snack dan 1 Kali Makan
Travel Lampung Depok via Tol Tiap Berangkat Pagi dan Malam
Harga Travel Bekasi Lampung Antar Jemput Murah sampai Rumah
Travel Palembang Lampung Lewat Tol Hemat Cepat sampai Alamat













