Pringsewu, www.lampungmediaonline.com – Diduga Program bantuan pemerintah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu, kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Kediri Kecamatan Gading untuk Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) tidak berjalan dengan semestinya.
Pasalnya, anggaran yang diduga macet bertahun tahun, terkesan dibiarkan begitu saja tanpa ada kejelasan dan penjelasan. Hingga banyak warga yang mencari tahu kemana saja aliran dana tersebut.
Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) yang seharusnya dinikmati oleh kelompok petani dan dapat membantu menekan biaya pembelian pupuk dan lainnya, justru sebaliknya. Petani harus mengeluarkan kocek dari kantong sendiri untuk pembelian pupuk. Bahkan tidak jarang harus keluar desa untuk membelinya.
Untuk diketahui, Salah satu gapoktan yang mendapat anggaran dari tahun 2012, sampai sekarang, diduga tidak berjalan dan terkesan ada manipulasi data.
Aan selaku ketua Gapoktan saat dikonformasi dikediamannya mengatakan “untuk usaha agrobisnis yang didanai oleh pertanian pusat sudah berjalan, dana dengan brsaran Rp.100.000.000 yang dikucurkan kekami melalui unit usaha yang didirikan gapoktan kami pergunakan untuk jual beli pupuk, dimana pupuk tersebut sudah tersebar ke masing masing kelompok, Bukan hanya itu untuk setiap perputaran dana bantuan pemerintah yang disebut dana PUAP itu kami tidak sembarangan dalam pengelolaannya karena kami selalu koordinasi dengan kelompok dan melalukan rapat bulanan untuk menunjang kemajuan petani didesa Kediri yang diketuai oleh saya”ucap Aan, Kemarin (18/20)
Lebih lanjutnya “Menurut saya terkait realisasi dana PUAP disini gak ada masalah mas, karena semua berjalan sesuai aturan apa lagi dana tersebut untuk meningkatkan usaha usaha petani disini”pungkasnya’
Ditempat terpisah saat awak media menyambangi kelompok tani yang enggan namanya disebutkan terkejut saat ditanyakan terkait bantuan dana PUAP, “saya gak pernah tau mas kalau Gapoktan dapat bantuan dana PUAP sebesar itu, karena sudah bertahun tahun saya tergabung dalam gapoktan gak pernah dapet bantuan, bantuan berupa pupuk, bantuan bibit padi, dan lain sebagainya.”ujarnya
Kalau untuk pupuk atau kebutuhan pertanian lainnya saya selalu beli sendiri di distributor pupuk mas, gak pernah beli di unit usaha yang didirikan gapoktan dan juga selama ini saya gak pernah dapet bantuan dari Gapoktan. “ucap salah seorang petani. (Wen)
Travel Lampung Jakarta, Diantar sampai Rumah Ongkos Murah Layanan Prima
Travel Jakarta Lampung PP Dapat Free Snack dan 1 Kali Makan
Travel Lampung Depok via Tol Tiap Berangkat Pagi dan Malam
Harga Travel Bekasi Lampung Antar Jemput Murah sampai Rumah
Travel Palembang Lampung Lewat Tol Hemat Cepat sampai Alamat













