Geliat Tuba bar

CKG Tubaba Tembus 80.976 Warga, Masuk Zona Hijau Lampung

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga awal Juli 2026, sebanyak 80.976 warga telah memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tubaba, Ns. Majril, S.Kep., MM, menyampaikan capaian Program CKG hingga 8 Juli 2026 telah mencapai sekitar 56 persen dari target pelayanan tahunan.

“Berdasarkan data per 7 Juli 2026, cakupan CKG Kabupaten Tubaba berada pada peringkat ketujuh dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung dengan capaian 25,486 persen dan sudah masuk zona hijau,” ujar Majril, kepada media, Kamis (16/07/2026).

Ia menjelaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh petugas Puskesmas se Kabupaten Tubaba serta dukungan Pemerintah Daerah dalam memperluas akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Target Program CKG Tubaba pada periode Januari hingga Juni 2026 ditetapkan sebesar 46 persen dari total jumlah penduduk atau sebanyak 138.823 jiwa, dengan target pelayanan setiap bulan mencapai 11.568 jiwa,” ungkapnya.

Hingga awal Juli 2026, lanjut dia, jumlah masyarakat yang telah mendapatkan pelayanan mencapai 80.976 jiwa. Angka tersebut melampaui target kumulatif yang direncanakan pada periode tersebut, yakni sekitar 78.164 jiwa.

Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kabupaten Tubaba sebanyak 301.790 jiwa, cakupan pelayanan CKG hingga 8 Juli 2026 telah menjangkau sekitar 26 persen dari total populasi.

“Capaian ini menunjukkan program berjalan dengan baik, namun masih diperlukan percepatan agar seluruh masyarakat dapat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan secara optimal hingga akhir tahun,” kata Majril.

Peningkatan pelayanan CKG terjadi secara bertahap sepanjang 2026. Pada Januari tercatat sebanyak 743 warga mengikuti pemeriksaan atau sekitar 6 persen dari target bulanan. Kemudian Februari meningkat menjadi 1.935 orang atau 17 persen, Maret sebanyak 1.088 orang atau 9 persen.

Selanjutnya pada April jumlah peserta mencapai 3.311 orang atau 29 persen, Mei sebanyak 3.989 orang atau 34 persen. Lonjakan terbesar terjadi pada Juni dengan jumlah peserta mencapai 54.959 orang atau 475 persen dari target pelayanan bulanan.

Sementara pada periode 1 hingga 8 Juli 2026, pelayanan kembali mencapai 12.139 jiwa atau sekitar 105 persen dari target bulanan.

Majril mengatakan, kelompok masyarakat yang paling banyak memanfaatkan layanan CKG adalah usia dewasa 18–59 tahun dengan jumlah 52.892 orang. Disusul kelompok lanjut usia di atas 60 tahun sebanyak 12.312 orang, anak usia sekolah 7–12 tahun sebanyak 6.471 orang, remaja usia 13–17 tahun sebanyak 3.366 orang.

Sedangkan kelompok balita usia 12 bulan hingga 4 tahun tercatat sebanyak 1.615 orang, anak prasekolah usia 5–6 tahun sebanyak 1.241 orang, dan bayi usia 0–11 bulan menjadi kelompok dengan jumlah peserta paling rendah yakni 267 orang.

“Untuk kelompok bayi, balita, dan anak prasekolah perlu strategi khusus melalui integrasi dengan kegiatan Posyandu, imunisasi, serta pelayanan kesehatan anak di Puskesmas. Selain itu, CKG Sekolah juga akan terus diperluas,” jelasnya.

Meski capaian terus meningkat, Dinas Kesehatan Tubaba masih menghadapi sejumlah kendala dalam pelaksanaan program tersebut. Di antaranya masih kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, belum terpenuhinya kebutuhan peralatan kesehatan dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), serta keterbatasan sumber daya manusia dalam penginputan dan pelaporan data.

Selain itu, kendala teknis seperti permasalahan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan jaringan internet yang belum stabil juga turut mempengaruhi proses pencatatan capaian.

Majril mengungkapkan, sebelumnya Tubaba sempat berada di zona merah dalam pencatatan capaian CKG tingkat provinsi maupun pusat. Namun kondisi tersebut telah berhasil diperbaiki dan kini masuk zona hijau.

Beberapa kendala pencatatan yang sempat terjadi antara lain NIK tidak valid, data ganda, belum padan dengan data Dukcapil, keterbatasan tenaga penginput data di Puskesmas, perbedaan waktu cut-off data antara kabupaten dengan provinsi dan pusat, hingga gangguan sistem aplikasi.

“Dinas Kesehatan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi terkait validasi dan sinkronisasi data serta memperkuat kapasitas SDM penginput data di Puskesmas agar capaian dalam sistem sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” ujarnya.

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tubaba bersama Dinas Kesehatan terus melakukan berbagai langkah, mulai dari pelayanan jemput bola oleh Puskesmas, penambahan titik pelayanan di luar fasilitas kesehatan, pelayanan berdasarkan permintaan masyarakat maupun lembaga, hingga monitoring dan evaluasi secara berkala.

Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkab Tubaba optimistis Program CKG dapat terus berkembang dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran pemeriksaan kesehatan sejak dini.

“Program ini menjadi langkah penting dalam mendeteksi faktor risiko penyakit lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” pungkas Majril.

(Der)

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top