Karyashindylarasati
Kyla auliya itu nama ku.akuseorang mahasiswi semester 5 yang sering akrab dengan panggil emak. Yahh… entah karna badan ku yang kayak gitar sepanyol apa kara muka aku yang udah mirip emak-emak. Padahal umur masih yahh dibilang bocah ya udah kagak bocah mau dibilang tua ya blom tua juga, jadi ibarat buah itu masih nyadam. Aku memang dari kecil suka ngasuh anak kecil, mungkin karna dari itu lah jiwa jiwa ke emakan ku keluar ketika melihat anak kecil. Ets …….tapi dibalik itu semua aku punya kisah cinta yang agak rumit gays. Yahhh….. kalian mau tau kisahnya? Dan ini kisah cinta ku.
Pagi itu sangatlah cerah, mentari pagi muncul memancarkan sinarnya dengan semngat 64 eh… salah maksud ku semngat 45. Sama dengan ku, yang selalu ceria untuk menemui hari-hari dengan kekosongan hati. Aku masih duduk dibangku SMAN 1 PANJAJAY itu adalah sekolah faforit dikota inidan aku punya temen namanya anis, dia yang selalu anterin dan nemenin aku kemana aja aku mau, udah kayak anak jendral yaa gays.Anis ini memiliki keperibadian yang tak seberuntung aku yang bisa sekoalah dengan biyaya orang tua. Dia yang hanya lulusan SMP, tapi ia tak pernah malu dengan apa yang dia lakukan demi bisa melanjutkan sekolah. Tapi sayangnya allah berpihak lain kepadanya setelah lulus SMP, ayah nya meninggal dunia karena penyakit yang menggerogotinya. Dengan keputusasan dan rasa kecewa ia pun memutuskan untuk tidak melanjutkan sekoalah lagi. Karena biyaya yang selama ini ia cari hanyalah cukup untuk menghidupi dua adik dan ibunya.
Namun, ia rendah hati untuk selalu menolong ku ketika aku merasa susah dalam mata pelajaran. Dan saat itu pun aku mendapatkan tugas buat ku ini terlalu berat, ahirnya akupun mendatangi anisa untuk menghantarkanku di perpustakaan daerah.
“nis , anterin aku yuk” pinta ku sambil menarik tangan anis
“kemana? “ jawab anis sambil mengangkat mukanya kedepan ku yang sembari membaca buku.
“anteri aku cari buku buat tambahan materi tugas pak kolis”. Pintaku sembari memancarkan muka memohon
Dengan tatapan anis yang tidak tega dengan muka ku yang pas-pasan ahirnya ia pun menyanggupinya dengan memberiku syarat. “ tapi ada syaratnya “
Aku pun dengan tergapnya menjawab “ apa syaratmu, cepetan “
“besok temani aku buat ketemu dengan tri ” pinta anis
Dengan sergapnya tanpa berfikir panjang “ okee…. Aku temenin” setelah menjawab permintaan anis aku pun mulai berfikir “betapa bodohnya aku kan dia mau ketemu pacarnya kenapa aku mau anterin “ guman ku dalam hati
“ gimana key, jadi berangkat cari buku enggak?” Tanya anis yang mulai menghidupkan montornya.
Aku pun tanpa menaiki montor itu sambil berfikir bagaimana caranya untuk menggagalkan rencana besok. Namun sembari ku berfikir hari pun terasa semakin cepat yang tadinya siang menjadi sore hingga terjadi malam dan kembali lagi kepagi hari.
Keesokan harinya seperti yang sudah dijanjikan anis, dengan rasa malasnya sindi pun menghantarkan anis kerumah tri. Yah… tri itu adalah tunangannya anis. Entah mengapa mata dan rasa hati tiba-tiba tertuju pada seseorang yang bersama tri tunangannya anis. Dengan muka yang begitu juteknya datang menghampiri kita berdua yang tengah duduk disebuah warung cofy, dengan muka datar dan juteknya dia menyapa ku dan anis. Tapi entah kenapa waktu itu aku begitu bencinya dengan cowok itu. Dan tanpa basa-basi kita berbincang sepatah dua patah dan tanpa memperkenalkan cowok yang bermuka cuwek itu.
Sembari aku pulang didalam perjalan aku beranya ke anis
“nis itu tadi siapa shee, cowok kok cuwek banget?” Tanya ku dengan nada tinggi
“ow… yang tadi dengan mas tri?”
“ iyaaaaa” jawabku singkat
“ itu tadi rhifai, teman mas tri cakep lo key” jawab anis sembari tersenyum kepadaku
Dengan sergapnya aku menjawabnya dengan jutek “ yehh ganteng gimna orangya aja cuwek kayak gitu gak mau knalan lagi “
“ awasss nanti kamu suka looo” ejek anis kepadaku sambil memmegangi pinggangku
“ idihhhh sukaaa….!!! Gak mungkinn “ jawabkuu dengan marah
“ iya deh iyaaaa “ jawab anis sambil tersenyum yang duduk dibelakang ku sembari membalas chat dari tunangannya.
Hari semakin hari terasa hati ku mulai bosan dengan rasa sendirian. Anis yang sibuk dengan hari pernikahan dia yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Namun aku masih sibuk dengan urusan hati yang tak usai usai untuk menjomblo. Namun entah datangnya dari mana aku mulai memikirkan laki-laki yang bermuka jutek itu.
“ahh,,,,, knapa aku selalu terbayang dan memikirkannya apa aku menyukainya?” dalam hati ku sembari mengusap muka ku untuk menyadarkanku dari lamunan. Namun, aku selalu saja memikirkannya. Dan saat itu pun dengan alasanku sepulang dari sekolah aku menghampiri anis yang masih kerja menjadi pelayan kafe copy didekat rumahnya.
“hay,,,, nis, masih sibuk yaaa,” sapaku dengan rasa harapan.
“tumben key ada apa kamu datang kesini jarang-jarang kamu pulang sekolah ngampiri aku.” Tanya anis penuh rasa curiga
Dengan rasa bingung dan malu aku pun menjawab “ ini nis,,, ehh,,,,,,,,,” sambil menggaruk garuk kepalanya yang sebenarnya itu tidak terlalu gatal.
“apaa,,,, keyyyyyy aku ini masih kerja looo nanti aku dimarah bos ku dikira ngobrol”.
“emmm nis, rhifai itu udah punya cowok blom yaa?” Tanya ku pelan
Anisa pun tercengang “ haaaa,,,,,,, Rhifai??? “
“ ustttttttt,,,,, jangan keras keras “ jawabku sambil menutup mulut anis . anis pun tertawa
“kamu suka yaa ?” Tanya anis dengan ledekan
“ihhhhh,,,,, akuu thuuuuu cumaaaa tanyaaaa loooooo” jawabku sembari mendungkrukan muka.
“ emmmm kayaknya shee blommm punyaa,”
“ serius nis, kamu gak bercanda kan kamu enggak bohongkan?” Tanya ku sergap
“kapan akuuu bohong sama kamuuu “.
“ trus kapan lagi kamu mau kerumah tri ?” Tanya dengan nada yang terlalu berat.
“ emmmmm emang knapaa key ? Kayaknya shee bsok akuu mau ksana soalnya…” blom anis selsai menjawab jawaban ku, aku pun dengan sepontannya menjawab “ bsok akuuu ikut, biar aku yang nemanin kamu yaaa.” Aku pun tersenyum sambil lari keluar dari cafy itu berteriak “by,,,, aku balik duluuu” dengan muka gembira ku. Aku pun seperti menemukan benih benih hati yang lama telah hilang kini kembali didepan mata.
Keesokan harinya cuaca yang begitu sejuk dan bau dedaunan yang tersiram oleh air hujan masih terasa dingin untuk dinikmatinya. Aku dengan gegasnya dating kerumah anis dengan baju berwarna ungu dan celana dasar yang ku pakaikan sebagai pelengkap penampilanku.” Ayoooo nis berangkat “ teriak aku dari luar rumahnya
“ ia sabar key,,,,, “ jawab anis yang gak habis fikir kenapa sindi begitu semngatnya untuk menghantarkannya padahal sebelum-seblumya aku selalu beribu alasan untuk menghantarkannya kerumah tri. Sesampainya dirumah tri, ternyata hati tidak pernah salah disitu ada rhifai yang sedang santai menikmati secangkir kopi dengan aroma bau dan rasa manisnya. Dan disitulah mulai tatapan kedua mata ku dengannya terasa saat aku menjabatkan tangannya sembari tersenyum bukan dengan senyuman jutek, namun dengan manis semanisnya gula aren. Disitu hati ku mulai merasakan hati mulai merasakan cinta dan mulailah perkenalan kita dengan senyum manisnya gula aren. Namun, setelah aku mulai mengenalinya ternyata aku salah kau hanya melihat dari sisi negatifnya namun ia memiliki sisi positif yang baik, perhatian, penyanyang dan pokonya dia teristimewa.
Waktu, hari, tahun, bulan, jam, menit, detik, telah berlalu namun. Hinggaakusudahmasukdiperguruantinggi.Kami mulaimenjalanikedekatanya…. Dibilangpacaranbukankalodibilangpacaranyabukanjugahanyalahteman, dalambahasasekarang PDKT.Namun sampai detik ini blom ada kepastian dalam hubungan kami. Pada suatu hati “ rif,,,, boleh aku tanya sesuatu?” Tanya ku dalam via telefon “ iya,,,, kamu mau tanya apa” jawab rhifai dengan lembutnya.
“sebenarnya hubungan kita ini sebatas apa hingga sekarang ini kau tidak ada kepastian?” tanya ku penuh harapan. Namun rhifai pun tetap tidak menjawab pertanyaan ku. Sampai pada ahirnya 3 tahun aku menjalani hubungan tanpa setatus hanya sebagai teman yang tidak boleh cemburu, dan curiga saat jarak memisahkan.
Hingga tiba saatnya tepat tanggal 18 maret dia memberanikan diri untuk menyatakan cintanya kepadaku. Dan saat itu pun aku merasa sudah lama kenal tapi aku baru merasakan memiliki yang sesungguhnya yang rasanya bertahun tahun aku memendam rasa dan cinta yang tak pernah terungkapkan oleh perasaan yangmasih dalam diam. Kini berjalannya waktuhubunganku memasuki 2 tahun bersamanya banyak cerita suka duka didalamya begitu indah dan selalu kujalani ini dengan jarak. Meski kita jarang bertemu tapi rasa ini selalu dekat untuk selamanya. Jangan banyak berharap jika hanya membuatmu terluka. Sabar adalah kunci dari sebuah kebahagian karena tanpa bahagia cinta hanyalah sebagai panggung sandiwara.
Penulis : Shindylarasati / Mahasiswi IAIN Metro Lampung
Travel Lampung Jakarta, Diantar sampai Rumah Ongkos Murah Layanan Prima
Travel Jakarta Lampung PP Dapat Free Snack dan 1 Kali Makan
Travel Lampung Depok via Tol Tiap Berangkat Pagi dan Malam
Harga Travel Bekasi Lampung Antar Jemput Murah sampai Rumah
Travel Palembang Lampung Lewat Tol Hemat Cepat sampai Alamat













