Virus corona atau COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) yang kini telah menyebar ke 65 negara termasuk Indonesia mau tidak mau membuat orang tua khawatir. Bagaimana jika anak-anak tertular? Bagaimana cara melindungi anak dari bahaya virus corona, apalagi pada balita yang gemar eksplorasi namun belum paham cara menjaga diri?

Dalam situs resminya, UNICEF menyatakan bahwa virus corona bisa menginfeksi siapa saja tanpa pandang usia. Meskipun demikian, tidak banyak kasus virus corona yang ditemukan pada anak. Pada orang tua dan mereka yang telah memiliki riwayat penyakit sebelumnya, virus corona dapat sangat berbahaya.

Bisakah mencegah anak tertular virus corona?

Virus corona tidak akan berhasil menginfeksi tubuh yang sehat. Karena itu, menjaga kondisi tubuh anak dan Anda sebagai orang tua adalah hal utama yang harus dilakukan misalnya dengan makan makanan bergizi, aktivitas fisik memadai, dan istirahat yang cukup.

Ada kalanya sedang sakit atau sedang susah makan sehingga Anda khawatir virus akan mudah masuk ke tubuhnya. Karena itu, beberapa langkah yang disarankan oleh UNICEF berikut ini bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan yang lebih optimal, baik untuk Anda maupun Ananda:

1. Mencuci tangan dengan sabun secara rutin atau menggunakan cairan pembersih tangan berbahan dasar alkohol

Bagi anak, mencuci tangan secara rutin setiap habis bermain di luar rumah atau setiap sebelum makan tentu membutuhkan kesabaran. Apalagi, jika cuci tangan dilakukan selama 20 detik seperti dengan panduan dari CDC (Pusat Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit di AS).

BACA JUGA:  Pertamina Sehati Lakukan Pemberian Makanan Tambahan Untuk Ibu Hamil di Kelurahan Tubo

Tips SKATA:

• Menjelaskan tentang virus corona menggunakan cerita dengan tokoh, boneka, gambar

• Menggunakan infografis dengan ilustrasi khas anak yang banyak diperoleh di internet

• Menyanyikan lagu favorit anak selama 20 detik saat mencuci tangan

• Memberi apresiasi anak jika rajin mencuci tangan

Jangan lupa, terapkan hal yang sama pada diri Anda karena anak adalah peniru ulung. Jadi, temani anak saat mencuci tangan, jika perlu lakukan bersama-sama dengan suasana menyenangkan.

2. Tutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk dengan siku bagian dalam

Sama seperti kebiasaan mencuci tangan, membiasakan anak untuk melakukan prosedur hygiene saat sedang batuk pilek membutuhkan proses. Batuk tanpa ditutup atau ingus yang diseka dengan tangan bukan hal langka pada anak-anak.

Tips SKATA: 

• Sesuaikan ekspektasi dengan usia dan pemahaman anak agar Anda tidak terjebak emosi jika anak masih belum mampu mengikuti prosedur.

BACA JUGA:  Global Handwashing Day, Yustin Ficardo Kampanyekan Pentingnya Ajari Anak Cuci Tangan Pakai Sabun

• Jika anak sedang batuk pilek, beri pemahaman untuk tidak bepergian ke tempat umum termasuk pergi ke sekolah agar tidak membuat orang lain menjadi sakit juga.

• Gunakan lagu yang menunjukkan gerakan menutup bersin dengan siku. Lagu ini bisa Anda buat sendiri beserta gerakannya. Butuh inspirasi? Anda bisa mencarinya di YouTube dengan kata kunci “etika batuk tiktok”. Gerak dan lagu ini juga bisa diterapkan untuk menunjukkan cara mencuci tangan dengan benar.

3. Menghindari interaksi dengan orang yang sedang batuk pilek

Tidak semua orang yang sedang batuk pilek memiliki kesadaran untuk membatasi interaksi dengan orang yang sehat. Banyak juga yang terpaksa beraktivitas karena tuntutan pekerjaan. Orang tua saja terkadang merasa sungkan untuk menjaga jarak dengan rekan yang sakit, apalagi anak, yang bermain dengan temannya tanpa melihat kondisi kesehatannya.

Tips SKATA:

• Menjelaskan alasan mengapa anak tidak boleh terlalu dekat dengan orang yang sedang batuk pilek dengan konsep sebab akibat. Misal, jika tertular maka anak sakit, tidak bisa melakukan aktivitas yang ia sukai, bepergian ke tempat kesukaannya, atau makan makanan favoritnya.

• Mencontohkan cara menjaga jarak yang sopan. Misal: “Besok kita main bareng kalau kamu sudah sembuh ya!”

BACA JUGA:  Gubernur Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesehatan Ke-52

• Tidak memaksa anak untuk mencium tangan orang dewasa yang sedang sakit, meski itu kakek nenek maupun guru. Untuk ini, Anda bisa membantu anak untuk menolak seperti, “Maaf ya Oma, adek nggak cium tangan dulu. Kasihan adek kalau sakit pilek susah makan dan rewel..”

• Jika Anda yang terkena batuk pilek, gunakan masker untuk mencegah penularan pada anak serta membatasi interaksi fisik dengan anak seperti mencium atau memeluk. Cuci tangan  selalu sebelum menyiapkan makanan dan setelah menyeka ingus agar virus tidak tertinggal di benda yang digunakan bersama.

Jika anak menunjukkan gejala infeksi virus corona…

Meskipun upaya pencegahan telah dilakukan, periksakan diri ke dokter jika Anda maupun Ananda menunjukkan gejala infeksi virus corona seperti batuk, demam, dan sesak nafas.

Sumber : skata.info