Geliat Tanggamus

Wow, Salah Satu Kakon di Tanggamus Diduga Memperdaya ABG

Tanggamus, www.lampungmediaonline.com – Bersama Aparatur, seorang Kepala Pekon (Kakon) Pariaman, Kecamatan Gunung Alif, Kabupaten Tanggamus diduga memperdaya wanita anak- baru gede (ABG),

Pasalnya, kakon dan Aparaturnya tersebut nge-room disalah satu hiburan karoke di wilayah kabupaten Pringsewu dan menjanjikan akan memberikan uang sebesar tiga ratus ribu rupiah (Rp 300.00) kepada salah satu wanita ABG berinisial T, akan tetapi setelah karoke selesai hingga pulang, kakon dan dan aparatur tersebut tidak memberikan uang yang telah dijanjikan.

Mirisnya, wanita ABG inisial T tersebut masih dibawah umur dan masih duduk di bangku sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).

Menurut ABG inisial T, dirinya bersama dua orang teman sedang karoke, pada saat itu aparatur dan kakon tersebut bergabung dengan mereka (red- T dan dua orang temannya).

” Awalnya kami berkenalan dengan mereka diparkiran dan saat itu temannya lurah (red-aparatur) minta nomor hp saya,ya saya kasih, terus saya dengan temen-temen lagi karoke, temennya lurah nge-wa (WhatsApp) minta gabung, pertama temennya lurah masuk disusul dengan lurahnya, pas lurah masuk temennya lurah (red-aparatur) ngomong ke saya, ini lurah, dia banyak uang tenang aja, ” ujar T.

T juga mengatakan,saat itu dirinya ditinggal teman-teman keluar, hanya dirinya dan kakon tersebut yang ada didalam ruangan karoke.

” Setelah itu temen-teman saya dan temannya pak lurah keluar, tinggal berdua saya dengan pak lurah didalam ruangan karoke, pada saat kami berdua pak lurah membuka baju saya, tapi saya tidak mau, terus pak lurah ngomong ya Uda buka aja baju kamu nanti saya kasih uang tiga ratus ribu (Rp 300.000), tetapi setelah karoke selesai hingga pulang saya tidak dikasih uang sepeserpun sama pak lurah,” ungkap T.

Selain itu, inisial W teman dari T mengatakan, untuk minuman hingga sewa room bukan kakon dan aparatur tersebut yang bayar

BACA JUGA:  Bupati Tanggamus Resmikan Kantor APDESI

” Ya, kerena kondisi pak lurah sudah mabok, ya makanya saya keluar dari room, memang benar waktu itu teman saya T dan pak lurah berdua didalam ruangan room, ya sekitar setengah jam lah mereka berdua di dalam ruangan, setelah itu pak lurah turun (red-keluar) dari room terus disusul teman saya, saat itu teman saya turun dari room dengan keadaan bajunya terbuka, terus teman saya langsung menghampiri saya dan ngomong, mba-mba saya sudah ditelanjangi tapi saya gak dikasih duit sama pak lurah, enak bener pak lurah itu, uda temen saya gak dikasih uang, terus minum gratis, sewa room bukan dia (red-kakon) yang bayar, pokoknya semua serba gratis- tis,” ujar W kesal.

Lanjut W juga mengatakan, setelah selesai karoke dirinya pulang, pada saat itu teman dari kakon tersebut menjemput dirinya untuk jalan-jalan dan berbelanja hingga akan memberikan uang kepada dirinya.

” Selesai karoke saya langsung pulang ke rumah, tiba-tiba temannya pak lurah itu nelpon mau jemput saya untuk jalan-jalan belanja dan akan ngasih uang ke saya, tapi saya ngomong kalau ada pak lurah (red- kakon) saya gak mau, karena temannya pak lurah sendirian saya pun mau, setelah saya didalam mobil teman pak lurah ngomong saya ngambil uang dulu ya, pada saat itu perasaan saya gak enak soalnya kok jauh bener ngambil duitnya, sampai di Pekon kejayaan mobil berhenti dan temen pak lurah nelpon ngomong bahasa daerah, ini ceweknya uda sama saya tapi dia pake baju tidur, dari situ saya ketakutan, pada saat temen pak lurah keluar mobil, diam-diam saya keluar juga dari mobil dan akhirnya saya ditolong ibu-ibu dan sembunyi dirumah ibu tersebut hingga paman angkat saya datang menjemput,” katanya.

BACA JUGA:  Pengunaa Dana Desa Tidak Trasparan Dan Dimonopoli Oleh Kakon

Menurut Hen, dirinya ditelpon agar segera menjemput W saat itu juga, dipekon kejayaan kecamatan talang padang.

” Waktu itu saya ditelpon sama W tapi yang ngomong orang lain, ini keponakan kamu ada dirumah saya, di kejayaan tolong jemput dia sekarang juga, ya sudah, saya langsung berangkat, sesampai saya disana W langsung masuk ke mobil saya, pada saat mau pulang saya ditahan sama mereka (red-rekan kakon) jangan dulu pulang, saya disuruh nunggu pak lurah, setelah pak lurah (red-kakon Pariaman) datang saya sempat berdebat, dan saat itu juga pak lurah marah-marah sama W, ngomong sama W, ya sudah selesai ya, gak ada urusan lagi ya, sambil memukul kaca pintu mobil saya berulang-ulang, ya saya diam karena saya gak tau apa permasalahan, kok pak lurah marah-marah ke W, ya saat itu saya liat mata pak lurah merah, seperti lagi mabuk, hingga akhirnya saya pulang sama W” ungkap Hen.

Terpisah, Ibu Li warga pekon kejayaan mengatakan, dirinya benar telah menolong W hingga membantu menelpon Hen paman angkat dari W,

” Saat itu saya mau ke warung tiba-tiba ada perempuan (red-W) pegang tangan saya terus perempuan itu ngomong, buk tolong saya, kerena perempuan itu gemetaran, mukanya ketakutan, ya saya tolong dia, laki-laki aja pasti kasian lihat perempuan itu, apalagi saya sesama perempuan, ya saya tolong dia, kalau masalah ribut-ribut setelah paman perempuan itu datang ya saya gak tau, memang dari dalam rumah kedengaran ribut-ribut didepan tapi saya gak tau apa permasalahan nya” tutur ibu Li yang menolong W.

Ditempat yang sama, inisial HY warga Pekon kejayaan mengatakan, pada saat itu ada pria yang membawa mobil putih berhenti dan bertanya kepada dirinya, pak lihat perempuan istri saya lewat disini tidak, dirinya pun menjawab tidak melihat.

BACA JUGA:  Selama Sepekan Delapan Kasus Menonjol Diungkap Polres Tanggamus

” Ya benar waktu itu ada ribut-ribut dipinggir jalan, saya hampiri dan saya tanya ada apa dijawab oleh salah satu dari mereka, gak ada apa-apa cuma masalah biasa, tapi saya lihat di dalam mobil ada laki-laki dan disebelahnya ada cewek, terus diluar mobil saya lihat ada kakon kejayaan, saat itu saya lihat mata kakon kejayaan itu merah sepertinya sedang mabuk, setelah itu saya langsung pulang, ya saya pikir paling-paling masalah cewek,” ujar HY warga kejayaan.

Sementara kakon pariaman kecamatan gunung Alif saat dikonfirmasi via telepon mengatakan, dirinya membantah dan tidak merasa apa yang telah dikatakan oleh mereka ( red- T, W dan Hen).

“Ya enggak lah lur, ngapain, enggak-gak ada lah, Insallah lur sampean percaya lah sama saya, saya gak gak enggak mau aneh-aneh,saya kesana (red- karoke) sama kaur pemerintahan saya, sama staf, saya hanya mesen kopi dua gelas terus aqua satu udah,” ujar kakon Pariaman, (10//21).

Lanjut, Kakon juga membenarkan bahwa rekannya (red-aparatur) menjemput dan membawa W hingga ke pekon kejayaan dan dirinya pun tidak merasa jika ia marah-marah hingga memukul-mukul kaca pintu mobil milik Hen pada saat W dijemput pulang.

” Gak lah lur ngapain saya mukul-mukul, saya cuma nanya aja, enggak-gak pernah saya mukul-mukul, enggak ada saya bicara kasar-kasar,” kata kakon. (Tans/win)

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Statistik

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top