Geliat Lamsel

Warga Waybuha Keluhkan Pungli Oleh Okum Ketua Kelompok

Lampung Selatan, www.lampungmediaonline.com Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang mulai berjalan di tengah masyarakat sebagai pengganti program Beras Sejahtera (Rastra) tak luput dari praktik pungutan liar (Pungli) yang diduga dilakukan beberapa oknum ketua kelompok KPM PKH di Dusun Waybuha Desa Tanjung Agung Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan. Para oknum Ketua Kelompok KPM PKH tersebut diduga meminta uang kepada warga desa Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

sejumlah Warga mengaku untuk setiap pengambilan Beras, telor dan kacang kami harus bayar Rp.15.000.(Lima Belas Ribu Rupiah), bahkan lebih mirisnya lagi telur yang seharusnya 15 butir hanya diterima oleh KPM 13 butir.

“ia ada pungutan 15.000,- persatu orang, kalo gak ada uang 15rb berasnya gak boleh diambil dengan ketua, bahkan juga bukan hanya di pungut biaya bahkan telor kami yang tadinya 15 butir dikurangi jadi 13 butir” jelas salah satu KPM yang namanya enggan ditulis belum lama ini kepada Redaksi Lampung Media.

BACA JUGA:  Hampir 20 Tahun,Warga Talang Way Sulan Harapkan Perbaikan Jembatan

Di tempat terpisah salah satu KPM lainya saat dikomfirmasi membenarkan dugaan pungli yang dilakukan oleh ketua kelompok sebeasar 15.000 dengan alasan transfortasi.

“katanya disampein dirumah lo 15.000, tapi nyatnya suruh ngambil disana (rumah ketua kelompok) gak dianterin dirumah-rumahnya (KPM)” jelas Ibu ini.

Sementaritu ketua kelompok siti dan kasmi yang didampingi salah satu ketua lainya membenarkan pungli yang dilakukanya dengan dengan alasan transfortasi.

BACA JUGA:  FKPPI Lamsel Akan Kirim 150 Personil Hadiri HUT TNI Ke 72

“awalnya sewaktu kita ngambil beras itu kita juga ngak minta minta pak, dia sendiri yang katanya sokongan 15.000 diorang yang minta bukan saya pak, kalo pungutan 15.000 itu betul pak, peruntukanya untuk mobil” jelas siti dan kasmi

Saat ditanya terkait barang yang dikirim oleh e-warung langsung ke ketua kelompok tanpa tambahan biaya, dirinya berasalan

“tadinya ngak di kirim oleh e-warung ongkos sendiri, setelah dikrim e-warung.? karna kebiasan awal jadi tetap ditarik, karna anggota juga merasa untuk lelahnya  ketua  bagi yang iklas tapi yang gak ikhlas yang melaporkan” jelas salah satu anggota PKH lainya

Namum Sayangnya Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan, Dulkahar, AP, M.Si belum dapat dikompirmasi.

BACA JUGA:  Setelah Melakukan Aksi Pelecehan seksual, Pria Di Lamsel Akhirnya Mendekam Di Penjara

Untuk di ketahui Hukuman pidana bagi pelaku pungli bisa dijerat dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Pidana Korupsi, khususnya Pasal 12 E dengan ancaman hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun. Pelaku pungli juga bisa dijerat dengan Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan bulan.(diki)

 

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Statistik

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top