Geliat Tanggamus

Putus Paksa Listrik Konsument,LEGAL Tanggamus Somasi PLN Kotaagung 

Tanggamus www.lampungmediaonline.com – Atas pemutusan aliran listrik yang dilakukan sepihak oleh PT.  PLN Cabang Ranting Kotaagung, terhadap konsumen yang bernama Kosim Kurniawan (37), Lembaga Advokasi Lampung (LEGAL)  Tanggamus akan beri somasi PT. PLN Cabang Ranting Kotaagung, Sabtu (07/01/17).
Pemutusan aliran listrik secara sepihak yang dilakukan oleh Pt.  PLN Cabang Ranting Kotaagung Tanggamus sangat merugikan konsumen, tanpa memberi kesempatan untuk konsumen membela diri pihak PLN langsung memutus aliran listrik dikediaman konsument, adalah Kosim kurniawan warga Kalimiring Kecamatan Kotaagung Barat Kabupaten Tanggamus yang merasa sangat dirugikan atas pemutusan sebelah pihak tersebut.
Ketua Lembaga Advokasi Lampung (LEGAL) Tanggamus S. Dian Meiliyandi,SH akan mengeluarkan Somasi terhadap pihak PT. PLN Cabang Ranting Kotaagung dengan tujuan agar pihak PLN dapat memberikan jalan keluar terbaik untuk merujuk pada kesepakatan damai yang tidak merugikan pihak manapun. Dengan adanya Somasi tersebut Dian berharap pihak PLN agar dapat duduk bersama menyelesaikan masalah yang menurut Dian sangat merugikan sepihak. Dan agar kedepannya pihak PLN tidak semena mena terhadap konsumen seperti yang di alami Kosim.
Terpisah, Menurut pengakuan Kosim saat awal pemasangan ia memang tidak langsung ke kantor PLN Kotaagung,  namun ia menyerahkan segala urusan kepada salah satu Aparat Pekon Kalimiring bernama Ismail yang saat itu mengatasnamakan atau mengaku sebagai panitia penyambungan listrik Pekon Kalimiring, untuk persyaratan pemdaftaran Kosim memberikan 1 lembar potocopy kartu keluarga (KK)  dan 1 lembar  potocopy KTP, karna keterbatasan pengetahuan Kosim menyerahkan segala urusan terhadap pihak ke2 (Ismail) yang kemudian meminta uang pendaftaran sebesar Rp.  2.500.000 untuk besaran kwh 900 VA. Nominal yang fantastis untuk daya sebesar 900 VA  karna besaran standart PT. PLN pemasangan listrik baru adalah  rp.  900.000, katanya, Jumat (06/01).
Pada September 2015 meteran kwh dikediamannya itu sempat di blokir, dan saya pun melaporkan pemblokiran tersebut, kemudian pemblokiran dibuka oleh pihak PT. PLN Cabang Ranting Kotaagung.  Atas kejadian tersebut pihak PT.  PLN telah mengetahui bahwa meteran kwh dikediaman saya bukan atas nama saya (Kosim) melainkan atas nama Riswandi A. Ma dengan no.  Registrasi 1724012016015 yang beralamatkan pekon Padangmanis Kecamatan Wonosobo. Namun aneh nya pihak PT.  PLN saat itu tidak menindaklanjuti temuan tersebut dan terkesan membiarkan,jelas Kosim. Lanjut Kosim, tanggal 14 Desember 2016 pihak PT.  PLN Cabang Ranting Kotaagung melakukan pemutusan terhadap meteran dikediaman Kosim, dan membeban kan denda sebesar ± Rp.  3.500.000 dengan alasan pelanggaran, karna nama meteran bukan atas nama Kosim dan bukan pada wilayah yang seharusnya. Tentu saja hal ini membuat Kosim kebingungan, ia merasa dirugikan karna menurut nya ia telah mematuhi semua prosedur yang ada,  dan untuk pembayaran pun ia rutin tidak pernah telat, namun untuk masalah nama meteran yang bukan atas nama nya ia mengaku tidak mengetahui hal tersebut, yang ia pertanyakan adalah saat pemasangan awal, kenapa bisa luput dari pantauan pihak PLN apa memang sudah ada kongkalikong didalamnya,  mengapa baru sekarang dipermasalahkan.
“saya tidak tahu masalah nama,  yang saya tahu kasih uang terus bisa pasang listrik. Dan seharusnya dari awal dicek kalau ada kejanggalan kan bisa distop, atau ditunda, kalau saya kan cuma orang awam yang bisa nya kasih duit terus terima beres, karna saya tidak tahu apa-apa, kenapa kok sudah berjalan bertahun-tahun baru ada pemutusan, sedangkan uang saya sudah diterima pihak PLN kalau begini saya yang dirugikan,” ungkapnya.
Sebagaimana menurut undang-undang No. 30 Tahun 2009 tentang ketenaga listrikan pasal 29 ayat 1 ; “mengharuskan konsumen berhak mendapat pelayanan yang baik, mendapat tenaga listrik terus menerus dengan mutu dan keandalan yang baik, memperoleh tenaga listrik yang menjadi hak nya dengan harga yang sewajarnya, konsumen juga dijamin mendapat pelayanan untuk perbaikan apabila ada ganguan tenaga listrik dan mendapat ganti rugi apabila terjadi pemadaman yang diakibat kesalahan dan atau kelalaian oleh pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik sesuai syarat yang diatur dalam perjanjian jual beli trnaga listrik”. Dan undang-undang No. 30 Pasal 2 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan; “pembangunan ketenagalistrikan bertujuan untuk menjamin ketersediaan tenaga listrik dalam jumlah yang cukup, kualitas yang baik dan harga yang wajar,  dalam rangka meningkatkan kesejahtraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata, serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan” Sebagai pihak yang dirugikan Kosim dikuasakan oleh Lembaga Advokasi Lampung (LEGAL) Tanggamus memberi somasi Terhadap PT. PLN Cabang Kotaagung agar dapat beritikat baik mendudukkan Kosim sebagai korban dan menyelesaikan permasalahan ini dengan jalan bermusyawarah, selambat-lambat nya 7 hari (1 minggu)  jika PT.  PLN Cabang Ranting Kotaagung tidak memberikan penyelesaian maka Dian Selaku Ketua LEGAL Tanggamus permasalahan ini akan dilimpah kan ke pihak yang berwajib dan diproses sesuai hukum yang berlaku di indonesia.(man) 
BACA JUGA:  Tahun Ini 5 Item Kegiatan Dibangun Pekon Sidodadi Kecamatan Semaka

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Statistik

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top