Ekonomi

pembuatan briket dari sekam padi dan metode komposting Takakura dari limbah rumah tangga

Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (ITERA) yang tergabung dalam Kelompok 104 melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode ke-16 dengan memperkenalkan inovasi **pembuatan briket dari sekam padi dan metode komposting Takakura dari limbah rumah tangga** di Desa Teba Bunuk, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, yaitu Dr. Ajeng Eliyana, S.Si.,M.Si

Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa Kelompok KKN PPM 104 memfokuskan kegiatan pada bidang lingkungan dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Desa Teba Bunuk memiliki aktivitas pertanian yang cukup tinggi, khususnya padi, sehingga menghasilkan limbah sekam dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, limbah rumah tangga organik masyarakat juga masih bercampur dengan sampah anorganik sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.

 

Sebagai solusi, Kelompok KKN PPM 104 mengusung dua program kerja unggulan, yaitu pemanfaatan sekam padi menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif serta pengolahan sampah organik rumah tangga menggunakan metode Takakura. Kegiatan diawali dengan sosialisasi di balai desa yang memaparkan manfaat, nilai ekonomis, serta dampak lingkungan dari kedua inovasi tersebut. Setelah itu, mahasiswa bersama masyarakat melakukan praktik langsung agar warga dapat memahami proses pembuatannya secara mandiri.

 

Pada program pembuatan briket sekam padi, metode yang digunakan adalah karbonisasi dan pencetakan briket dengan perekat alami. Tahap pertama adalah proses karbonisasi, yaitu sekam padi dibakar secara terbatas (minim oksigen) hingga berubah menjadi arang sekam. Proses ini dilakukan menggunakan drum tertutup agar pembakaran tidak menghasilkan abu. Setelah arang sekam terbentuk dan didinginkan, arang kemudian ditumbuk atau dihaluskan.

 

Selanjutnya dibuat larutan perekat dari tepung tapioka dengan perbandingan sekitar 1:10 (1 bagian tepung dan 10 bagian air), kemudian dipanaskan hingga mengental. Arang sekam dicampurkan dengan larutan perekat hingga merata dan memiliki tekstur yang dapat dicetak. Adonan kemudian dimasukkan ke dalam cetakan briket dan dipadatkan. Briket yang telah dicetak dikeringkan di bawah sinar matahari selama 2–3 hari hingga benar-benar kering dan siap digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang lebih hemat dan ramah lingkungan.

 

Sementara itu, pada program pengolahan limbah rumah tangga dengan metode Takakura, mahasiswa memperkenalkan teknik komposting sederhana tanpa bau dan mudah diterapkan di rumah. Langkah pertama adalah menyiapkan keranjang berlubang yang dilapisi kardus di bagian dalamnya. Kemudian dimasukkan bantalan sekam atau kompos matang sebagai starter mikroorganisme. Sampah organik seperti sisa sayur, buah, dan makanan dipotong kecil-kecil agar mudah terurai, lalu dimasukkan ke dalam keranjang dan dicampur dengan kompos starter.

 

Setiap penambahan sampah organik harus diaduk agar tercampur rata dan ditutup kembali menggunakan kain atau penutup agar sirkulasi udara tetap terjaga. Proses fermentasi dan penguraian berlangsung sekitar 2–4 minggu dengan pengadukan rutin setiap hari. Hasil akhirnya berupa kompos yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman pekarangan maupun pertanian warga.

 

Masyarakat Desa Teba Bunuk menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kedua program ini. Salah satu warga menyampaikan bahwa selama ini sekam padi hanya dibuang atau dibakar begitu saja, dan sampah dapur sering kali langsung dibuang tanpa pengolahan. Melalui inovasi ini, masyarakat memperoleh pengetahuan baru mengenai pengelolaan limbah yang lebih bernilai guna dan berkelanjutan.

 

Program kerja ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat Desa Teba Bunuk terhadap pentingnya pengelolaan limbah berbasis potensi lokal. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, inovasi briket sekam padi dan kompos Takakura juga berpotensi meningkatkan nilai ekonomi serta mendukung terciptanya desa yang mandiri dan ramah lingkungan.(*)

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top