Lampung Selatan, www.lampungmediaonlone.com– Diduga dibekingi oknum orang kuat aktivitas penambangan emas yang diduga Ilegal di desa sidomekar kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan kembali beroperasi, dimana kegiatan penambangan emas tersebut sebelumnya pernah ditutup bahkan ada beberapa oknum penambang ditangkap Polda Lampung, Senin (21/03/2022).
Polda Lampung Sebelumnya pernah menangkap 5 Orang Penambang dan di penjarakan pada tahun 2021 yang lalu, yang saat itu di ketuai Hi. Nanang asal dari pulau jawa barat,(Tasik). Tak lama di bebaskan dari penjara kini mulai beropasi kembali sampai saat ini.
Ilegal meaning seakan tak akan pernah selesai dan ini harus menjadi perhatian dari aparat penegak hukum, perlu ketegasan hukum agar bisa menimbulkan efek jera bagi para oknum yang melanggar ketentuan yang telah diatur oleh UU pertambangan.
Hasil penelusuran awak media dilapangan nampak para penambang emas yang disinyalir ilegal tersebut, melakukan proses penggalian lubang tambang tanpa dilengkapi K3 sehingga dapat membahayakan pekerja.
As, salah seorang penambang mengatakan bahwa yang bertanggung jawab adalah H. Nanang asal dari pulau jawa barat (Tasik).
“Saya cuma pekerja, penanggung jawabnya, H.Nanang mas, tapi sudah dua hari nggak kesini, kalau jumlah pekerja ada 16 orang, sebagian besar berasal dari Tasik,”ujar As
As juga menjelaskan, kalau disini cuma menggali bahan saja, kalau tempat pengolahannya beda mas, tempat pengolahannya ada di Desa Pardasuka, kalau mau jelas hubungi Aja H.Nanang,”ungkapnya.
“Sementara itu ketua umum YLBHKI Husni piliang saat dikonfirmasi awak media menjelaskan tentang sangsi bagi para Penambang ilegal menuturkan:
“Penambang Ilegal akan dijerat dengan Pasal 17 Ayat 1 Undang-Undang No 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja dan/atau Pasal 12 Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar, terangnya.
Husni juga menjelaskan terkait limbah B3 yang dihasilkan dari pengolahan emas, diperlukan izin dari dinas terkait.
” Apabila dumping limbah ke sungai dilakukan tanpa izin yang dimaksud, penambang emas melanggar Pasal 60 UU PPLH. Akibatnya, setiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp3 miliar.
Selain itu, setiap orang yang menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaan, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun dan denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp:3 miliar, Pungkas pentolan LBH Kalianda tersebut.
Sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari H.Nanang sebagai pemilik tambang, sebab sedang tidak berada di lokasi tambang. (Lis/Dicky)
Travel Lampung Jakarta, Diantar sampai Rumah Ongkos Murah Layanan Prima
Travel Jakarta Lampung PP Dapat Free Snack dan 1 Kali Makan
Travel Lampung Depok via Tol Tiap Berangkat Pagi dan Malam
Harga Travel Bekasi Lampung Antar Jemput Murah sampai Rumah
Travel Palembang Lampung Lewat Tol Hemat Cepat sampai Alamat
