Geliat Tanggamus

Kabupaten Tanggamus: Salah Satu Sentra Petani Cabai Keriting Di Lampung

Tanggamus, www.lampungmediaonline.com – Petani cabai keriting Kabupaten Tanggamus panen, pasok kebutuhan cabai keriting Provinsi Lampung 8,4 ton, dengan harga cukup tinggi yaitu antara Rp44-45 ribu perkilo di tingkat petani ini.
Menurut Kepala Bidang (Kabid) Hortikultura Mansyur didampingi Kasi Sayur dan Tanaman Hias Subagio Martono mendampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTH) Ir. DR. Hi. Soni Isnaini, memang untuk pemasaran hasil panen cabai keriting tidak ada masalah bagi petani cabai keriting Tanggamus.
Hal tersebut dikarenakan Kabupaten yang berjuluk Bumi Begawi Jejama ini, adalah salah satu dari dua sentra wilayah pertanian cabai keriting di Provinsi Lampung. Sehingg para pengepul cabai keriting, langsung turun kelokasi panen guna membeli cabai untuk dipasarkan kepasar-pasar yang ada di Lampung, seperti di Bandar Lampung, Pringsewu, Pesawaran, Lamsel dan Kabupaten lainnya di Provinsi Lampung.
“Untuk produktifitas lahan pertanian cabai keriting, kita salah satu sentra di Lampung, dengan luasan lahan tanam mencapai 85 hektare, yang secara periodik terus panen. Tentunya untuk pemasaran tidak terkendala, apalagi saat ini pasokan cabai keriting dari luar Lampung sangat berkurang, sehingga harga tinggi, sedangkan petani kita panen, tentu mereka bergembira harga tembus Rp45 ribu perkilo dibeli pengepul, sedangkan harga dipasaran saat ini lebih dari Rp60 ribu,” katanya, Rabu (26/10).
Mansyur menerangkan, untuk kantong-kantong produksi cabai keriting di Tanggamus tersebar di beberapa wilayah setempat, seperti di Kecamatan Ulu Belu, Sumberejo, Air Naningan, Gisting, Gunung Alip dan Bulok. Sedangkan luas tanam yang saat ini sedang dipanen petani adalah 14 hektare lahan, dengan total produktifitas 8,4 ton cabai keriting.
Kemudian karena topografi alamnya yang berupa dataran tinggi dan dataran rendah, maka petani cabai keriting di Kabupaten ini menerapkan dua metode panen, yaitu metode panen petik cabai tua hijau dan panen petik cabai tua merah. Untuk petik cabai tua hijau kebanyakan diterapkan oleh petani di Kecamatan Ulu Belu, disebabkan wilayah ini suhu udara sangat dingin, sehingga menghambat proses merahnya cabai.
“Nah di Ulu Belu ini, produksinya cabai kriting hijau yang sering kita jumpai di pasar-pasar sayur itu, sedangkan di wilayah lain suhu udara normal, jadi petani memanen sampai cabai merah. Untuk masa panen juga tidak serentak 85 hektare tersebut, saat ini 14 hektare, sebelumnya juga ada yanga panen, kedepan juga ada yang panen, jadi hasil produksi saat ini, bukannya gambaran produksi setahun, nanti akhir tahun hitungan produksi tahun ini kita data, ” terangnya.
Sementara itu, Subagio Martono menambahkan, untuk perkembangan pertumbuhan tanaman cabai keriting di Tanggamus sangat baik, karena iklim yang sangat mendukung, yaitu berimbangnya curah hujan dan panas matahari. Untuk masa pertumbuhan dari masa tanam mencapai siap panen cabai, perlu waktu sekitar 6- 7 bulan, dan ketika masa panen ini, ada periode petik 13 kali, yang mana jarak petik selama 1 pekan. Untuk produktifitas panen besar pada periode petik ke 4 dan ke 5, diperiode ini kebanyakan cabai sudah siap petik.
Selanjutnya dalam rangka meningkatkan produktifitas lahan pertanian cabai keriting di Kabupaten Tanggamus, serta terus mengembangkan budidaya tanaman cabai yang bernama latin disambiguasi ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus gencar melaksanakan pembinaan-pembinaan dan dukungan sarana prasarana berupa alat pertanian, seperti bantuan mulsa (Plastik), bantuan bibit cabe keriting, pupuk NPK, pupuk TSP, pupuk organik, pestisida hayati padat dan kapur pertanian.
“Kemudian dinas juga menyelenggarakan sekolah lapang good agriculture, sebagai wadah pembelajaran petani cara berbudidaya cabai yang baik dan benar, semua ini dalam rangka mendukung sektor pertanian cabai, yang sangat berpotensi meningkatkan taraf kesetahteraan petani. Untuk harga sat ini sangat bagus bagi petani, yang berkisar antara Rp44-45 ribu, memang harga terus fluktuati,” imbuhnya.(red)

BACA JUGA:  Pengusaha Perkebunan Di Tanggamus Banyak Yang Tak Kantongi Izin

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Statistik

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top