Lampung timur, www.lampungmediaonline.com Selaku Badan Pengawas Desa ( BPD) sudah barang tentu pungsi dan tugasnya adalah untuk mengawasi serta menyampaikan aspirasi masyarakat Desa terkait kinerja Kepala Desa.namun lain halnya apa yang telah di alami oleh Edi salah satu Anggota BPD Desa Balerejo Kecamatan Batang Hari Kabupaten Lampung Timur, bahwasannya dari apa yang ia lakukan ternyata beberapa waktu lalu atau tepatnya pada 6/01/2020 ia mendapatkan perlakuan yang terkesan mengintimidasi dirinya oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa ( PMD) Bp. Sabur. yang melarangnya untuk tidak selalu membuat profokativ terhadap masyarakat dan jangan selalu memojokkan terkait Bumdes selain itu dia pun mendapatkan iming iming jabatan dari Bp Sabur dengan catatan untuk santai dan diam saja mengenai Desa.
Saat di konfirmasi oleh tiga Awak Media di kediamannya di Desa setempat dalam keterangannya (Edi) kejadian tersebut bermula saat itu ia mempertanyakan prihal Badan Usaha Milik Desa( Bumdes) kepada Hermanto selaku Ketua Bumdes yang selama ini menurut Masyarakat keberadaan Bumdes tersebut tidak jelas baik sistem kepengurusan maupun aset Bumdes itu sendiri. dengan adanya hal tersebut Edi langsung meminta terhadap pihak Desa agar sekiranya Dana Bumdes yang sebagian sudah di belanjakan untuk pembelian kipas angin( Blower) sebanyak dua unit yang senilai Rp 13.000.000,00.(tiga belas juta) beserta WI-FI yang ada di tempat Sekdesnya untuk sekiranya di simpan dan di pasang di Balai Desa karena semua itu adalah milik Desa bukan milik pribadi ungkapnya.
Selanjutnya ia juga menambahkan bahwasannya mengingat ketidakjelasan dalam pengelolaan Bumdes tersebut dan menurutnya semua itu telah menyalahi aturan dan karena dalam pengelolaannya pun di anggap hanya untuk kepentingan pribadi yang selama ini hanya di kelola oleh Kepala Desa(Suparno) yang dalam kepengurusannya pun tanpa melibatkan Masyarakat,melainkan hanya di kelola oleh perangkat Desa itu sendiri termasuk Suparno yang telah menggunakan Dana tersebut sebesar Rp. 80.000.000,00( delapan puluh juta) untuk jual beli gabah yang hingga sampai saat ini tidak tahu akan hasil atau laba terkait Dana Bumdes yang sebesar Rp.102.000.000,00( seratus dua juta) seperti Blower yang selama dua Tahun berjalan ternyata setelah saya kroscek hanya mendapatkan hasil Rp.2.000.000,00(dua juta) artinya dengan adanya sewa Blower untuk sekali sewa dengan nilai hingga Rp 500.000,00( lima ratus ribu) sepertinya tidak masuk akal bilamana dalam kurun waktu dua Tahun Blower tersebut hanya di sewa sebanyak empat kali, sementara menurut info setiap ada acara pesta di Desa Blower tersebut selalu di sewa.imbuhnya.
selain itu yang lebih anehnya dan tanda tanya ternyata yang mana ternyata perangkat Desa ada yang doble jabatan seperti Operator Desa menjabat selaku Bendahara Bumdes.dan yang lebih gilanya lagi Kepala Desa ikut mengelola Bumdes juga, yang menurutnya Kepala Desa itu tidak mau kalau di anggap mengelola Bumdes melainkan itu Suparno yang mengelola Bumdes ujar Suparno Kepala Desa setempat terhadap Edi. bahkan saat dia hendak ketempat Mispani selaku TPK Desa dengan tujuan untuk menemui Sukirin namun belum sempat sampai tujuan Sukirin salah satu pengurus Bumdes saat di tanya prihal Bumdes atau kas Desa justru jawabnya Bumdes itu tidak ada apa apanya.
yang lebih ironinya lagi ternyata selain Bumdes yang di kelola langsung oleh Suparno selaku Kepala Desa ternyats bantuan mesin panen padi atau Kombet yang di peruntukan untuk kelompok Tani juga ikut di gagahi yang sehingga pada suatu hari ketika salah satu warga yang ingin menggunakan mesin tersebut untuk memanen padi justru ongkos yang di mintanya dalam seperempat hektarnya sebesar Rp. 700.000,00.(tujuh ratus ribu)artinya kalau dalam per satu hektar ongkos panen padi mencapai Rp.2.800.000,00( dua juta delapan ratus ribu) sedangkan kalau pakai Kombet dari luar hanya mengeluarkan ongkos sebesar Rp. 1.600.000,00.(satu juta enam ratus ribu), dan yang lebih miris lagi suatu ketika Kombet itu pun akan di pergunakan lagi oleh Masyarakat setempat namun hal itu tidaklah di kerjakan oleh Suparno dengan alasan karena Gabahnya tidak di jual kepadanya.sementara alat itupun juga sering di bawa kerja hingga sampai ke Daerah Kabupaten lain. dan hingga sampai saat ini hasil yang di hasilkan dari Kombet itupun tidak jelas.tandasnya.
Pertanyaannya, akankan prilaku Suparno selaku pemangku kekuasaan di Desa hanya akan di jadikan tontonan saja oleh pihak terkait baik dari tingkat Kecamatan maupun tingkat Kabupaten. hingga di terbitkannya berita ini Suparno belum bisa di mintai keterangan bahkan saat di hubungi oleh Edi lewat Via Seluler justru Suparno dengan sombongnya dia tidak bisa alasan repot serta tidak ada gunanya.( HEN )
Travel Lampung Jakarta, Diantar sampai Rumah Ongkos Murah Layanan Prima
Travel Jakarta Lampung PP Dapat Free Snack dan 1 Kali Makan
Travel Lampung Depok via Tol Tiap Berangkat Pagi dan Malam
Harga Travel Bekasi Lampung Antar Jemput Murah sampai Rumah
Travel Palembang Lampung Lewat Tol Hemat Cepat sampai Alamat
