Geliat Lamsel

Dugaan Pungli, JPKP Minta Kadisdik Copot Kepsek SDN 1Kertosari

Lampung Selatan, www.lampungmediaonline.comKetua JPKP (Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah) Hari Prasetyo Wibowo soroti Dugaan tindak pidana Pungutan Liar (pungli) dengan modus penjualan sampul raport, dirinya mengharapkan kepala dinas Pendidikan Lampung Selatan mencopot Kepala sekolah SDN 1Kertosari Kecamatan Tanjung Sari Kabupaten Lampung Selatan.

“ia kita berharap kepala Dinas pendidkan memberikan sangsi yang berat bila Perlu kepala sekolah SDN 1 Kertosari dicopot dari jabatannya, hal itu saya nilai wajar karna dengan melakukan dugaan pungli, kepsek telah mencoreng nama baik dunia pendidikan,”katanya kepada lampung media

Lebih lanjut ia mengatakan Pungli artinya biaya-biaya yang harus bayar untuk mendapatkan fasilitas dan layanan yang mestinya tak perlu keluar biaya, karena pemerintah sudah mengalokasikan uang untuk sekolah lewat Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

BACA JUGA:  Mantan Bupati Lamsel Hibahkan Tanah 1.5 Hektar Untuk Masyarakat Desa Pardasuka

” Sesuai dengan aturan Permendikbud Sekolah dilarang melakukan Praktek Pungli Dengan Dalih Apapun  jadi jika benar kejadian tersebut Kepsek SD N 1 KERTOSARI yang ada di Kecamatan Tanjung Sari tersebut sudah melakukan praktik pungli dan menyalahkan gunakan jabatan demi kepentingan pribadi maupun kelompok.” ujar Hari Prasetyo Wibowo

Diberitakan sebelumnya Dugaan tindak pidana Pungutan Liar (pungli) dunia pendidikan di Kabupaten Lampung Selatan semakin marak. Karena, wali murid sering dibebankan biaya untuk keperluan sekolah., dengan modus penjualan sampul raport.

Mirisnya lagi dugaan praktik pungli terlihat sudah sangat teroganisir. Sebab pembayaran dikoordinir oleh oknum guru. Namun tidak ada bukti pembayaran berupa kwitansi.

Hal ini disampaikan salah satu wali murid SDN 1 Kertosari Kecamatan Tanjung Sari yang namanya enggan disebutkan, dirinya menjelaskan pihak sekolah mengintruksikan untuk membeli sampul raport sebesar Rp. 50.000,-.

BACA JUGA:  Simpan Ganja Di Bungkus Rokok Pemuda Asal Kalinda Di Tangkap Polisi

“Iyo, Rapote seket ewu, ora di kei kwitansi, jare gurune sampul iku beli, ( iya, rapotnya lima puluh ribu, tidak di beri kwitansi, kata gurunya sampul itu beli),” ungkapnya polos kepada wartawan Lampung Media, Senin (19/04).

“Yo merasa di rugikan lah, yo nek iso dibalekno, ( ya merasa dirugikan lah, ya kalau bisa di pulangkan),” ungkapnya ketus.

Padahal sebelumnya Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan telah mengeluarkan surat edaran (SE) Nomor 421/354.I/IV.02/2021 tertanggal 19 Maret 202, menekankan tentang larangan adanya pungutan liar (pungli) dalam bentuk apapun. Yang ditandatanggangi Plt Kadisdik Thomas Amirico, S.STP., M.H

Sementara itu Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Kertosari Sri Komarawati, ketika di mintai keterangan terkait pungutan liar tersebut melalui pesan wathsap mengatakan, ” Wa’alaikumsalam wr wb maaf ini siapa ya, oh mas Arif, kita ketemu aja biar lebih jelas, Maaf ini ada tetangga yang meninggal,” balasnya singkat.(diki/arif)

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Statistik

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top