Lampung Selatan, www.lampungmediaonline.com – Sebanyak 10 (Sepuluh) Calon Ketua Kelompok Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Kertosari Kecamatan Tanjung Sari di kumpulkan di Aula Balai Desa setempat, Rabu (3/03/2021).
Kegiatan itu, bertujuan untuk memberikan instruksi dan pesan dari Kepala Desa Kertosari Arbet Halomoan S serta pemberian arahan dan pemberian materi dari Pendamping Sosial PKH setempat, Suwantinah, S.H dan Sri Wahyuni kepada calon ketua kelompok PKH Desa Kertosari.
Kepala Desa Kertosari, Arbet Halomoan S mengatakan,” Hari ini ada kegiatan pembentukan Calon Ketua Kelompok PKH, yang fungsinya agar dapat membantu menyampaikan informasi dari Pendamping Sosial PKH kepada anggota Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH. Di karenakan KPM PKH yang sudah lanjut usia tidak memiliki handphone, maka di bentuklah Ketua Kelompok PKH ini. Agar tidak telat informasi, karena sementara ini, informasi terkait program PKH hanya melalui Group Wathsap pendamping Sosial PKH saja,” jelasnya kepada wartawan.
” Total sebanyak 10 Ketua Kelompok, perwakilan dari masing-masing dusun yang kita kumpulkan dan akan kita bentuk. Walaupun ada 11 dusun di Desa Kertosari ini, namun kita bentuk 10 ketua Kelompok saja, dikarenakan untuk dusun 9 tepatnya komplek PTPN VII tidak ada KPM dari program PKH tersebut,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dalam rapat yang berlangsung sederhana itu Arbet berpesan,” bahwa niatkan semua ini untuk kebaikan kita bersama, untuk membantu sesama warga, karena ketua kelompok itu tidak mendapatkan gaji, tidak mendapatkan insentif, semua diniatkan demi kebaikan.
” Rezeki itu akan mengikuti kegiatan kita, akan mengikuti perbuatan baik kita. Jangan diniatkan kegiatan yang mengikuti rezeki, itu tidak baik. Dan yakinkan bahwa perbuatan baik itu tidak ada yang sia-sia,” pesannya kepada calon ketua kelompok PKH.
Terakhir dirinya berharap, agar calon Ketua Kelompok PKH bisa mengawal dusun masing-masing, dan selanjutnya bisa memberikan informasi ke KPM PKH. Karena itu tadi, tidak semua KPM PKH memiliki Handphone, terutama yang sudah lanjut usia,” paparnya.
” Semoga dengan dibentuknya ketua kelompok PKH ini, bisa membantu program PKH berjalan dengan lancar, berjalan sesuai dengan program pemerintah, program desa, dan bisa membantu masyarakat. Yang jelas jangan main nakal, jangan main potong, itu pesan saya dan itu harapan saya,” tutup Arbet.
Sementara itu, Pendamping Sosial PKH setempat, Suwantinah, S.H menyampaikan,” adanya Ketua Kelompok PKH dari masing-masing dusun sangat membantu kita sebagai pendamping sosial. Karena kita tidak mungkin mengkondisikan semua peserta PKH dalam satu desa, sedangkan pekerjaan pendamping sosial di kejar Deadline. Maka kita minta satu orang perwakilan dari masing masing dusunnya. Yang gunanya nanti kalau kita minta berkas, atau ketika ada informasi terbaru, ketua kelompok PKH inilah yang bisa membantu menyampaikan,” terang wanti.
Di singgung masalah pemberian arahan dan materi kepada calon ketua kelompok, Suwantinah menjelaskan,” tidak terlalu banyak sih yang kita sampaikan, karena masing masing ketua kelompok itu, termasuk anggota KPM PKH, jadi mereka sudah faham.
” Sebenernya dalam rapat sederhana ini lebih menitik beratkan kesiapan calon ketua kelompok itu saja sih. ” Ya, namanya sukarela kan mas, maka kita kumpulkan disini, benar benar ditanya bersedia atau tidaknya. Namanya membantu KPM yang lain, cuma sebagai tempat penitipan berkas dirumahnya, agak dicapein sedikit, tidak ada gajinya, tidak upahnya gitu,” maka kita tanya disini.
“Intinya tugas ketua kelompok PKH itu, sebagai penyambung informasi ataupun mediator dari pendamping sosial ke anggota KPM PKH. Dan teknisnya, walaupun mereka ini berstatus ketua kelompok, disini juga kita tekankan agar tidak memegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Anggota KPM.
“KKS harus di pegang langsung oleh masing masing KPM, tidak ada yang dikumpulkan di Ketua Kelompok, mereka cuma penyambung informasi,” tegas wanti.
Harapannya,” kedapan semakin bersatu, maju, kemudian peserta KPM antara satu dan yang lainnya transparan dalam arti tidak saling terbebani. Dan Semoga calon ketua kelompok ini, solid dan berjiwa sosial, tidak mengharapkan imbalan, karena seperti yang di sampaikan pak Kades tadi, bahwa perbuatan baik tidak akan sia-sia,” tutup wanti.
Disisi lain, Siti salah satu calon ketua kelompok menyatakan kesiapannya menjadi ketua kelompok PKH. ” Insyaallah saya siap mas, dan saya akan membantu mengkoordinir anggota KPM di dusun saya. Semoga ini semua menjadi berkah untuk semua,” ungkapnya. (Arif)
Travel Lampung Jakarta, Diantar sampai Rumah Ongkos Murah Layanan Prima
Travel Jakarta Lampung PP Dapat Free Snack dan 1 Kali Makan
Travel Lampung Depok via Tol Tiap Berangkat Pagi dan Malam
Harga Travel Bekasi Lampung Antar Jemput Murah sampai Rumah
Travel Palembang Lampung Lewat Tol Hemat Cepat sampai Alamat
