Panaragan–lampungmediaonline.com
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) secara virtual dari Ruang Kerja Wakil Gubernur.
Dalam rapat tersebut, Jihan mendorong percepatan penanggulangan TBC melalui sinergi lintas sektor, sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tubaba menegaskan komitmennya memperkuat berbagai program hingga tingkat Tiyuh (Desa), Kamis (16/07/2026).
Rapat yang diikuti jajaran TP2TB Kabupaten Tubaba itu digelar sebagai bagian dari upaya mendukung target nasional eliminasi tuberkulosis pada 2030 sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Dalam arahannya, Jihan menegaskan bahwa persoalan TBC tidak hanya berkaitan dengan sektor kesehatan, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia, produktivitas, hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat.
“Pemerintah Indonesia telah menargetkan eliminasi tuberkulosis pada tahun 2030. Tentunya target tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan hanya Pemerintah Provinsi Lampung, tetapi juga pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, hingga seluruh elemen masyarakat,” kata Jihan.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, estimasi kasus TBC di Kabupaten Tubaba pada 2026 mencapai 826 kasus. Namun, capaian notifikasi kasus baru masih sekitar 15 persen atau menjadi yang terendah di Provinsi Lampung. Sementara cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) juga baru mencapai 13 persen.
Melihat kondisi tersebut, Jihan meminta Pemkab Tubaba memperkuat penemuan kasus secara aktif melalui skrining kelompok berisiko di posyandu, sekolah, tempat kerja, hingga kunjungan rumah. Ia juga mendorong penyusunan micro planning di setiap puskesmas, rapat evaluasi mingguan, serta peningkatan pelaporan kasus oleh rumah sakit swasta, klinik, dan praktik mandiri dokter.
Selain itu, Wakil Gubernur meminta percepatan pembentukan Desa Siaga TBC, optimalisasi pemanfaatan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi pasien TBC dengan rumah tidak layak huni, serta penggunaan alat kesehatan bantuan Kementerian Kesehatan, termasuk X-ray portabel, agar penemuan kasus dapat dilakukan lebih cepat.
“Saya berharap kita tidak hanya mengevaluasi capaian program, tetapi juga secara jujur mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan untuk menyusun solusi yang lebih efektif. Mari jadikan eliminasi tuberkulosis sebagai agenda pembangunan bersama, bukan semata-mata agenda kesehatan,” tegasnya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemkab Tubaba menyatakan siap memperkuat percepatan eliminasi TBC melalui sejumlah program yang telah berjalan.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Tubaba, Majril, diantara langkah nyata itu adalah program Tubaba Q Sehat yang menyediakan pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis, serta skrining TBC aktif di seluruh Tiyuh melalui 16 puskesmas setiap bulan.
Pemkab juga menjalankan RANSEL (Gerakan Bersama Jejaring Puskesmas Skrining TBC Sejak Dini) untuk memperkuat jejaring fasilitas pelayanan kesehatan, serta SIGAP TBC yang berfokus pada deteksi dini, rujukan, inisiasi pengobatan, edukasi kontak erat, hingga pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis melalui kunjungan rumah.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemkab Tubaba, percepatan penanggulangan TBC diharapkan semakin optimal sehingga target eliminasi tuberkulosis pada 2030 dapat tercapai.
(Der)
Travel Lampung Jakarta, Diantar sampai Rumah Ongkos Murah Layanan Prima
Travel Jakarta Lampung PP Dapat Free Snack dan 1 Kali Makan
Travel Lampung Depok via Tol Tiap Berangkat Pagi dan Malam
Harga Travel Bekasi Lampung Antar Jemput Murah sampai Rumah
Travel Palembang Lampung Lewat Tol Hemat Cepat sampai Alamat













