Malang, www.lampungmediaonline.com – Momentum halalbihalal yang dirangkaikan dengan penanda dimulainya Lustrum IX menjadi titik refleksi sekaligus langkah strategis bagi Universitas Islam Malang (Unisma) dalam menatap masa depan. Bertepatan dengan suasana Idulfitri 1447 Hijriah, Unisma menegaskan komitmennya untuk terus bergerak menuju perguruan tinggi berkelas dunia.
Rektor Unisma, Prof. Drs. Junaidi, PhD, menjelaskan bahwa penggabungan kedua momentum tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat nilai reflektif sekaligus arah pengembangan institusi.
Di usia ke-45 atau Lustrum IX ini menjadi fase penting Unisma untuk meninjau kembali fondasi awal berdirinya Unisma yang berangkat dari cita-cita menghadirkan perguruan tinggi yang mandiri dan berkualitas. Dari titik tersebut, Unisma kini semakin mantap menatap target besar sebagai World Class University.
“Kita tidak hanya melihat ke belakang, tetapi juga menatap masa depan. Capaian yang sudah diraih saat ini menjadi modal untuk melangkah menuju World Class University,” kata Prof Junaidi.
Lebih lanjut Rektor Unisma mengungkapkan bahwa posisi Unisma saat ini menunjukkan perkembangan yang positif. Pada 2026, Unisma berada di peringkat 173 kawasan Asia Tenggara. Sementara dalam pemeringkatan Scimago, Unisma menempati posisi ke-51 di antara perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.
“Secara global, kita juga sudah masuk dalam Asia University Ranking, meskipun masih di klaster 1100. Namun kami optimistis pada periode 2027 hingga 2031, Unisma bisa masuk kategori World Class University,” jelasnya.
Untuk mendukung target tersebut, penguatan riset dan publikasi ilmiah menjadi prioritas utama. Berbagai pusat studi didorong untuk aktif melakukan penelitian serta mempublikasikan hasilnya di jurnal internasional bereputasi.
“Penelitian saja tidak cukup kalau tidak dipublikasikan. Karena itu, kami dorong dosen dan mahasiswa untuk menembus jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus atau Web of Science,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa setiap fakultas kini telah memiliki pusat studi unggulan sebagai basis pengembangan keilmuan.
“Kami bahkan meminta dosen untuk mencantumkan identitas pusat studi dalam setiap publikasi ilmiahnya, agar ekosistem riset di Unisma semakin kuat,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Unisma Malang, Prof. Dr. Ir. Agus Sugianto, S.P., M.P, menekankan pentingnya halalbihalal sebagai ruang rekonsiliasi di tengah dinamika internal kampus. Menurutnya, tradisi ini memiliki nilai strategis dalam menjaga keharmonisan.
“Halalbihalal ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang dialog untuk saling mengakui kesalahan dan memperbaiki hubungan. Ini penting untuk mengurangi potensi konflik di lingkungan akademik,” ujarnya.
Prof agus menilai bahwa dalam perjalanan sebuah institusi, perbedaan pandangan dan gesekan antarindividu merupakan hal yang tidak terhindarkan. Oleh karena itu, momentum seperti ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat budaya saling menghargai.
“Kita ingin membangun budaya santun, saling menghargai, dan yang paling penting adalah mendorong kolaborasi, bukan rivalitas,” tegas Prof Agus.
Melalui perpaduan antara refleksi perjalanan institusi, penguatan budaya, serta strategi akademik berbasis riset, Unisma menjadikan momentum usia ke-45 sebagai pijakan untuk mempercepat langkah menuju kancah pendidikan tinggi global.(*)
Travel Lampung Jakarta, Diantar sampai Rumah Ongkos Murah Layanan Prima
Travel Jakarta Lampung PP Dapat Free Snack dan 1 Kali Makan
Travel Lampung Depok via Tol Tiap Berangkat Pagi dan Malam
Harga Travel Bekasi Lampung Antar Jemput Murah sampai Rumah
Travel Palembang Lampung Lewat Tol Hemat Cepat sampai Alamat













