Geliat Tuba bar

Anyaman Tikar, Wujud Pemberdayaan Masyarakat Desa Gedung Ratu

Mendongkrak Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Ekonomi Masyarakat, Pemerintah Desa Gedung Ratu, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) menggali potensi yang ada di desa itu sendiri dengan berbagai macamnya dengan salah satunya yaitu Tiqew ataupun bahan untuk membuat tikar yang di hasilkan dari rawa-rawa disekitar desa tersebut. Sehingga mengahasilkan sebuah kerajinan tangan anyaman yang bernilai ekonomi sehingga dapat memberikan pemberdayaan. Sekaligus membantu perekonomian warga masyarakat sekitar.

Dengan potensi kearifan lokal tersebut, yang dapat mendongkrak ekonomi UMKM ataupun kegiatan ibu-ibu PKK di desa yang sudah tidak di ragukan lagi. Pemkab Tulang Bawang Barat pun mendukung penuh atas potensi yang di tonjolkan oleh desa setempat, dengan memasarkan prodak asli Tubaba. Dan memberikan pelatihan serta memfasilitasi kepada bangsa pasar yang lebih besar lagi.

Kerajinan dari bahan tiqeu ini merupakan kerajinan yang efisien dan ramah lingkungan. Kreatifitas yang sangat luar biasa dari kerajinan tangan ini sudah sangat memukau pada saat ajang pameran di Provinsi Lampung dan Jakarta. Sehingga menimbulkan daya tarik tersendiri bagi Tubaba

Kerajinan anyaman Tiqeu ini telah mengikuti pameran dan telah mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan, Oleh karena itu Pemkab terus mendukung dalam pemberdayaan masyarakat desa dalam potensi yang ada.

Saat ini Desa Gedung Ratu merupakan salah satu Pilot Project dalam mengembangkan potensi yang ada dan dalam pemberdayaan masyarakat mengembangkan potensi wisata dan kerajinan anyaman tikar dan kuliner khas Lampung sebagai upaya menarik wisatawan dan peningkatan UMKM.

Selain untuk peningkatan UMKM dan peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat. Kedua program unggulan itu juga sebagai upaya pendongkrak Pendapatan Asli Tiyuh/Desa (PAT) dan juga sebagai upaya pelestarian lingkungan dan alam.

“Anyaman yang dihasilkan dari bahan baku tikar merupakan peninggalan nenek moyang sejak berapa abad yang lalu. Ditengah gempuran kehidupan modern, tiyuh Gedung Ratu berupaya konsisten mempertahankan kelestarian tikar sebagai produk yang ramah lingkungan,” jelas Juaini kepala Desa Gedung Ratu

Pelestarian kerajinan anyaman tikar akan di selaraskan dengan program desa wisata. Kedua program unggulan ini sebagai daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke desa Gedung Ratu, dengan oleh-olehnya hasil dari kerajinan tangan anyaman tikar.

Sementara, khusus untuk desa wisata, Gedung Ratu akan memoles pinggiran sungai Way Kiri sebagai wisata tempat bersantai keluarga dengan fasilitas gazebo, lampu hias, pondokan dengan menikmati indahnya aliran sungai dan menikmati terbitnya dan terbenamnya matahari, serta ditunjang dengan wisata air dengan sampan dan perahu. Juga tidak kalah penting dilengkapi wisata kuliner ikan bakar dan pindang ikan Baung, seruit khas Lampung.

Untuk melengkapi tiyuh wisata, tiyuh Gedung Ratu juga menyiapkan rumah adat khas Lampung sebagai penginapan bagi wisatawan yang ingin bermalam di tiyuh Gedung Ratu.

Kedepan diharapkan tiyuh Gedung Ratu Tubaba akan menjadi salah satu kampung tujuan wisata dengan ikon yakni desa wisata sungai dan kerajinan anyaman tikar terbesar di Lampung.

Artikel dibuat sebagai tugas Mata Kuliah Pemberdayaan Masyarakat

Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Bandar Lampung

Mahasiswa : Deri Kusuma Jaya

NPM : 20711320

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top