Pendidikan

Sistem Keuangan Islam Sebagai Sarana Tercapainya Pembangunan Ekonomi


Pembangunan ekonomi disebuah negara sangatlah diperlukan dan merupakan salah satu tolak ukur bagi negara yang berhasil dalam kegiatan perekonomiannya. Pembangunan ekonomi sendiri merupakan suatu proses kenaikan dalam pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan menghitung adanya pertambahan jumlah angka penduduk yang disertai dengan adanya perubahan mendasar dalam struktur ekonomi (fundamental). Tanpa adanya pembangunan ekonomi, suatu negara tidaklah dapat dikatakan berkembang perekonomiannya atau dalam keadaan stuck. Pembangunan ekonomi merupakan jalan suatu negara untuk mencapai perekonomi yang lebih baik.

Salah satu indikator ukuran pembangunan ekonomi suatu negara dapat dikategorikan maju dan berkembang sangat berkaitan dengan angka pengangguran di negara tersebut. Oleh karena itu, tidaklah asing lagi bagi kita membicarakan masalah pengangguran yang ada di Indonesia. Pengangguran ini terjadi karena jumlah pencari kerja lebih besar dari jumlah peluang kerja yang tersedia dan masih adanya anak yang putus sekolah sehingga kesulitan untuk mencari pekerjaan serta terjadinya pemutusan hubungan kerja atau PHK karena krisis global.Tujuan pembangunan ekonomi suatu negara pada dasarnya adalah meningkatkan kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi agar stabil dan dalam keadaan naik terus. Jika tingkat pengangguran disuatu negara relatif tinggi, hal tersebut akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang telah dicita-citakan. Hal ini terjadi karena pengangguran berdampak negatif terhadap kegiatan perekonomian. Pengangguran dapat mempengaruhi pembangunan ekonomi, hal ini dikarenakan pengangguran bisa menyebabkan pendapatan nasional riil (nyata) yang dicapai masyarakat akan lebih rendah dari pada pendapan potensial (pendapatan yang seharusnya). Adanya pengangguran akan menyebabkan daya beli masyarakat akan berkurang sehingga permintaan terhadap barang-barang hasil produksi akan berkurang. Keadaan demikian tidak merangsang kalangan investor untuk melakukan perluasan atau pendirian industri baru, dengan demikian tingkat investasi menurun sehingga dapat menyebabkan pertumbuhan ekonomi pun tidak akan terpacu.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia per Februari 2018 berjumlah 6,87 juta orang atau 5,13%. Angka ini turun sekitar 2% dibandingkan dengan Februari 2017 yang berjumlah 7,01 juta orang atau 5,33%. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, jika dilihat menurut pendidikan tertinggi maka persentase pengangguran tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 8,92%. Angka ini masih tergolong tinggi dibandingkan dengan negara Singapura yang tingkat penganggurannya hanya mencapai 2,10% pada Juni 2018. Ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan tingkat pengangguran di Indonesia.

Sistem keuangan islam muncul untuk memberikan kontribusi-kontribusi secara pantas terhadap pencapaian suatu tujuan di dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi ini. Sistem keuangan Islami merupakan bagian dari konsep yang lebih luas tentang ekonomi Islam, yang bersumber dari Al-Quran dan Sunnah, serta dari penafsiran para ulama terhadap sumber-sumber wahyu tersebut serta memberikan kontribusi yang positif terhadap pertumbuhan serta pembangunan ekonomi masyarakat. Dalam berbagai bentuknya, struktur keuangan Islam telah menjadi sebuah peradaban yang tidak berubah selama empat belas abad.

Selama tiga dasawarsa terakhir, struktur keuangan Islam telah tampil sebagai salah satu implementasi modern dari sistem hukum Islam yang paling penting dan berhasil, dan sebagai ujicoba bagi pembaruan dan perkembangan hukum Islam pada masa mendatang. Tujuan utama sistem keuangan islam ini adalah kesejahteran ekonomi, perluasan kesempatan kerja, dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, keadilan sosio-ekonomi serta distribusi pendapatan dan kekayaan yang wajar, stabilitas nilai uang, dan mobilisasi serta investasi tabungan untuk pembangunan ekonomi yang mampu memberikan jaminan keuntungan (bagi hasil) bagi semua pihak yang terlibat dengan penghapusan bunga dari semua transaksi keuangan. Adapun karakteristik system keuangan islam terdiri dari Nilai Ketuhanan, Nilai Dasar Kepemilikan (al-milkiyah), Keseimbangan (al-Muwâzanah), Nilai Dasar Persaudaraan dan Kebersamaan (al-Ukhuwwâh wa al-Isytirâkiyyah wa al-jamâ’ah), Nilai Dasar Kebebasan (al-Istiqlâliyyah), Nilai Dasar Keadilan (al-‘adâlah).

Dapat disimpulkan bahwa pembangunan ekonomi  merupakan suatu proses kenaikan dalam pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan menghitung  pertambahan jumlah angka penduduk yang disertai dengan adanya perubahan mendasar dalam struktur ekonomi (fundamental). Sasaran pembangunan ekonomi terdiri atas tingkat pertumbuhan yang optimum, konsistensi dengan stabilitas nilai uang dan juga aspek kesempatan kerja penuh tanpa pengangguran. Komitmen ini dalam rangka mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan kesejahteraan bagi semua umat manusia sebagai suatu tujuan pokok islam. Kesejahteraan ini meliputi kepuasan fisik (jasmani) dan juga kesejahteraan rohani (sehat iman dan ubudiah) yang benar. Pada pembangunan ekonomi juga sangat diperlukan adanya keadilan, kejujuran, amanah dan profesionalitas pada semua peringkat interaksi manusia. Tujuan-tujuan syariah tersebut haruslah diterapkan dalam pembangunan ekonomi agar dapat tercapai  sebuah pembangunan yang berkeadilan dan berkesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

penulis :  – Anah Raudotul Janah
                   – Ayu Dahlia
                   – Felix Andriyan
                   – M. Hidayat
                   – Nora Triandini
                   – Satria Pradana

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Statistik

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top