Geliat Lampura

Penantian Panjang Warga Sungkai Bunga Mayang Tanpa Tepian


Lampung Utara, www.Lampungmediaonline.com- 
Pahit dan getir dirasakan akibat keserakahan oknum-oknum yang berlindung di balik perusahaan oleh masyarakat di 12 desa dan 3 Kecamatan Sungkai utara,Sungkai Selatan,Bunga Mayang. Bagaimana tidak persero yang berlabel plat merah milik pemerintah kuat dugaan menyerobot lahan kehidupan hingga beberapa generasi disana.
.
Sehingganya mereka harus melalui hidup getir dengan berprofesi sebagai buruh lepas atau yang biasa disebut warga disana sebut upahan serabutan. Terkadang hukum itu benar adanya tumpul kebawah, dan letak pemerintah tidak ketahuan jua. Sebab, tanah yang menjadi tempat menyambung hidup turun-temurun harus rela dipaksa berubah kepemilikannya.
.
“Sehingganya beginilah keadaan kami sekarang, tidak tahu harus mengadu kepada siapa karena telah berulang kali nihil hasilnya. Mulai dari pemerintah daerah, wakil rakyat yang duduk di kursi dewan terhormat dan banyak lagi lainnya. Itupun telah diusahakan berdekade lamanya, bahkan lintas generasi tidak menemui ujung pangkalnya, “kata Farhudin Amin warga setempat.
.
Keadaan gamang tentunya menjadi makanan sehari-hari keberlangsung satu generasi disana. Apa yang dijanjikan tidak ada realisasinya, bahkan lebih naasnya yang menjadi hak rakyat kecil berupa sebongkah tanah diusahakan sebagai ladang pertanian yang menjadi pencaharian utama  diserobot paksa. Berbagai cara juga dilakukan, mulai dari pemaksaan dengan tindakan langsung sampai berbau gratifikasi dipertotonkan secara tidak lazimnya.
.
“Anak-cucu kami harus bagaimana pak kalau begini, jangankan mau hidup layak bertahan dengan keadaan ini saja kami rasa tidak ada kesanggupannya lagi. Bingung tempat mengadu kemana, mungkin karunia ilahi lah yang bisa mengangkat derajat kami yang sedang dibawah. Entah kapan dan bagaimana pula keluarga kami dapat bangkit ketempat yang paling mendapat diridhoinya didunia ini, “sendunya pilu kala itu.
.
Itulah sekelumit kisah menggugah yang ada di tanah yang dulu kaya akan hasil bjmi paling fenomenal di Nusantara itu. Yakni Lada hitam, tidak hanya seantaro Lampung dan Indonesia, bahkan merambah dunia kal itu. Namun, apa yang di dapat masyarakatnya tidak seperti banyak dibicarakan orang, mereka hanya menjadi penonton setia sementara hasil dinikmati orang luar.
.
“Bahkan sampai ada dari luar negeri menjadi jajarannya, dengan fasilitas dan tunjangan melebihi kata cukup disana. Sementara penduduk asli harus bersusah payah menyambung hidup menjadi buruh lepas serabutan yang terkadang memenuhi kebutuhan harianpun harus kembang kempis. CSR atau kepedulian perusahaan anak BUMN pun tidak ada dirasa manfaatnya oleh masyarakat seperti janjinya dahulu, “tambah, Adian Munzir yang tergabung dalam wadah perwarga lainnya.
.
Itu bukan sekedar isapan jempol semata, semua nampak nyata didepan mata. Namun, kepedulian seperti hilang begitu saja, jangan perusahaan swasta berusaha disana. Yang nyata-nyata itu milik pemerintah pun demikian adanya, dan lagi-lagi masyarakat kecil lah menjadi korban keserakahan dan keangkuhan oknum-oknum bernaung didalam perusahaan sebagai simbol negara itu.
.
“Itu nyata kok disini, bisa dilihat kehidupan kami disini. Warga lokal harus menerima getirnya kehidupan akibat keserakahan dunia, dan yang lain tak peduli. Kami merasakannya benar, dan tak tahu kapan akan berakhir kisah ini, “tampiknya.
.
Potret kekerasan yang dipertontonkan dengan telanjang mata nampak tidak kasat dibenak mereka. Dengan mengerahkan petugas keamanan dari Brimob Polda Lampung menggunakan senjata lengkap sudah menjadi hal lumrah. Untuk menakut-nakuti warga karena melihat peralatan militer seperti zaman perang dunia kedua lalu.
.
“Jangankan kami mau mempertahankan hak kami yang sudah turun menurun itu, untuk dekat pun tak sanggup. Karena melihat senjata laras panjang dikenakan petugas kesatuan di Polda Lampung itu membuat ciut nyali. Sampai suatu ketika kami dipenjara di Polres Lampura karena mempertahankan hak, dan disana untuk keluar disodorkan tanda tangan agar terbebas dari segala delik aduan mereka (pihak perusahaan) jadi menurut saja kalau demikian, “tandas lainnya.(Ksf/IWO)

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Statistik

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top