Geliat Tulang Bawang

RSUD Menggala Langgar SOP Pengolahan Limbah Medis Beracun


Tulangbawang, www.lampungmediaonline.com – Limbah Medis Beracun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Menggala Kabupaten Tulang Bawang, diduga tidak dimusnahkan sesuai dengan standar pengamanan kesehatan lingkungan yang berlaku.

bahwa limbah medis berupa impus, jarum suntik dan barang berbahaya lain yang telah digolongkan mengandung Bahan Berbahaya Beracun (B3) bagi kesehatan manusia, ternyata hanya dibuang bebas dan dibakar sembarangan.

Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi praktek pengelolaan limbah medis yang tidak sesuai dengan SOP tersebut sudah berjalan sejak lama tepat di belakan Rumah sakit terdapat bekas pembakaran secara manual terdapat botol dan jarum suntik yang belum hancur karna terbakar.

Rahmad salah seorang warga menggala amat menyayangkan pembakaran bebas limbah medis adalah suatu kesalahan fatal dalam pengelolaan sampah B3.

“Jelas kalau tidak mengikuti SOP (Standar Opersional Prosedur) yang ada berarti sudah jelas apa yang dilakukan RSUD menggala sangat fatal, untuk SOP dalam pengolahan sampah medis itu harus diolah di ruangan tertutup. “Intinya tidak boleh membakar secara terbuka. Nah kalau kasusnya seperti RSUD menggala ini, saya pikir ini ada sebuah kekeliruan yang fatal,”terang rahmad.

Ditempat terpisah Ali yanto ketua LSM LPPD provinsi Lampung menuturkan, tentunya jika apa yang dilakukan pihak RSUD menggala sudah jelas terbukti melakukan kelalaian proses SOP, otomatis mereka bakal mendapatkan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

“Iya, sanksi ada seperti yang tertuang dalam Undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Dimana juga diatur dalam PP nomor 101/2014 tentang pengelolaan limbah B3,” jelasnya.

Ditempat terpisah Ali yanto ketua LSM LPPD provinsi Lampung menuturkan, tentunya jika apa yang dilakukan pihak RSUD menggala sudah jelas terbukti melakukan kelalaian proses SOP, otomatis mereka bakal mendapatkan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

“Iya, sanksi ada seperti yang tertuang dalam Undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Dimana juga diatur dalam PP nomor 101/2014 tentang pengelolaan limbah B3,” jelasnya.

Masih kata Ali yanto Sekadar informasi, isi undang-undang terkait sanksi pelanggar UU tersebut itu sebagai berikut: Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) menurut UU no 32 tahun 2009 pasal 1 ayat (2) adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum. Dalam UU ini tercantum jelas dalam Bab X bagian 3 pasal 69 mengenai larangan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang meliputi larangan melakukan pencemaran, memasukkan benda berbahaya dan beracun (B3), memasukkan limbah ke media lingkungan hidup, melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, dan lain sebagainya.

“Jadi larangan-larangan tersebut diikuti dengan sanksi yang tegas dan jelas tercantum pada Bab XV tentang ketentuan pidana pasal 97-123. Salah satunya adalah dalam pasal 103 yang berbunyi: setiap orang yang menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah,” beber Ali yanto

Seharusnya RSUD menggala harus mampu mengelola limbah dengan baik, artinya dengan status RSUD tipe B,akreditasi dan telah dilakukan Survey Simulasi dari Tim Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Kemenkes RI untuk memenuhi standar mutu.

“Namun ironisnya status yang di agung agungkan tidak sesui dengan apa yang di lapangan,penanganan limbah medis seperti kantong kresek, jarum suntik, potongan tubuh manusia maupun limbah medis lainnya tidak ditangani sesuai dengan SOP.,” tegas Ali Yanto

Ali yanto menambahkan, ia meminta kepada pemerintah tulang bawang ,melalui Dinas kesehatan dan DLHD kab Tulang bawang agar meninjau dan memberikan sanksi tegas terhadap RSUD Menggala yang di sinyalir mengelola sampah tidak sesuai SOP, dimana dampaknya merugikan masyarakat sekitar dan pasien serta keluarga pasien yang datang menjenguk.

“Kesalahan RSUD menggala adalah potres buram minimnya pengawasan dinas DLHD, Dinas kesehatan Kab Tulang bawang, sehingga beberapa bulan terahir di temukan beberapa Rumah sakit dan klinik yang mengelola limbah medis tidak sesui dengan SOP, termasuk RSUD,”tegasnya (Edy Kanter)

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Statistik

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top