Geliat Tulang Bawang

Gunawan: Tangkap Pelaku Kejahatan Seksual


Tulangbawang,(LM)
Ketua lembaga swadaya masyarakat (LSM) Forkorindo Angkat bicara terkait pernikahan anak di bawah umur. Bocah perempuan yang menikah merupakan siswa kelas V sekaolah dasar (SD) N2 Gunung sakti kelurahan Menggala selatan kecamatan menggala.

Gunawan meminta kepada Polres tulang bawang melalui UPPA agar mengusut Latif Pria asal sumatra selatan
Gunung batu Kecamatan cempaka kabupaten Ogan komering Ulu (OKU)
Tepatnya di kota martapura
pelaku kejahatan menikahi gadis di bawah umur.

“Seperti ketahui Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, mempertegas perlunya pemberatan sanksi pidana dan denda bagi pelaku kejahatan terhadap anak terutama kepada kejahatan seksual yang bertujuan untuk memberikan efek jera, serta mendorong adanya langkah konkrit untuk memulihkan kembali fisik, psikis dan sosial anak,” terang Gunawan

Lebih lanjut,pelaku kejahatan seksual memang salah satu penyakit yang kerap terjadi di lingkungan dengan bermodalkan iming iming pelaku melancaran aksinya, bahkan tak segan pelaku menakuti korban sehingga aksi bejat pelaku kejatan seksual terjadi,”Guna menyikapi hal tersebut saya meminta segera panggil dan tangkap pelaku kejahatan seksual atas nama Latif tersebut,” pinta Gunawan
Terkait pernikahan anak di bawah umur merupakan bocah perempuan yang masih berstatus sebagai siswa kelas V Sekolah Dasar (SD) N2 Gunung sakti kelurahan Menggala selatan kecamatan menggala, Kabupaten Tulangbawang.

Sementara itu di tempat terpisah Pihak Polres Tulangbawang melalui Ipda Benny Ariawan, SH Kanit UPPA Dirinya mengatakan beberapa waktu lalu ia telah mendapatkan informasi tersebut dari masyarakat. Selanjutnya pihaknya telah mencari informasi terkait kebenarannya serta kediaman korban.

“Informasinya telah saya terima beberapa waktu lalu dari masyarkat, bahwa ada pernikahan anak di bawah umur merupakan siswa SD di Kampung Talang tembesu, Kelurahan Ujung Gunung. Bermodal informasi tersebut saya bersama anggota langsung turun ke lapangan untuk mencari rumah korban tapi kami waktu itu tidak dapat menemui kediamannya. Bahkan saat kami mencoba memintai keterangan dari piham sekolah terkesan menutupi, ” kata lpda Benny Ariawan selaku Kanit PPA di ruang kerjanya. Rabu (12/09/18)

Saat dimintai tanggapan terkait pernikah dini itu Dirinya mengatakan dalam waktu dekat ini akan melakukan gelar bersama anggota serta melaporkan hal ini kepada Pimpinan,”munkin besok akan saya lakukan gelar bersama anggota dulu, untuk selanjutnya akan kita tindak lanjuti sesuai aturan yang berlaku, “cetusnya.

Lanjut Dia yang jelas kalau di lihat dari umur hal ini menyalahi aturan tentang perlindungan anak, apalagi selisih umur mereka sangat jauh sekitar 23 tahun,”tapi yang lihat nanti kita lihat dulu masuk di ranah mana, serta kita lihat dulu status pernikahan mereka ini apakah nikah sirih atau resmi. Tapi yang jelas kami tidak akan main-main dalam menangani kasus seperti ini, “tegasnya.

Sanksinya, lanjut Ipda Benny Ariawan, SH, kita akan jerat dengan undang undang perlindungan anak, persetubuhan dan pelecehan seksual,” maksimal 7 tahun penjara minimal 5 tahun penjara, persoalan pernikahan di bawah umur ini termasuk kejahatan, setiap kejahatan pasti ada sanksi,” tegas Ipda Benny Ariawan, SH

Di beritakan sebelumnya Masyarakat menggala, lagi dibuat heboh oleh kabar pernikahan anak di bawah umur. Bocah perempuan yang menikah merupakan siswa kelas V sekaolah dasar (SD) N2 Gunung sakti kelurahan Menggala selatan kecamatan menggala.

Siswi tersebut Anggi Anggita Sari binti Herman yang sebelumnya duduk di bangku sekolah Kelas V SD,kelahiran 2006 lalu, umur 12 tahun.

Rumor tersebut kemudian dibenarkan oleh putri kepala sekolah SD N2 Gunung sakti kelurahan Menggala selatan kecamatan menggala.

“Benar Anggi Anggita Sari binti Herman sebelumnya memeng siswa SD N2 Gunung sakti kelurahan Menggala selatan kecamatan menggala yang duduk di bangku kelas V, namun saat ini sudah berhenti bersekolah,” terang Putri

Lebih lanjut Putri mengatakan siswa tersebut tidak masuk sekolah lagi karna sudah menikah, hal ini berdasarkan pengakuan orang tua Anggi yang sudah di panggil beberapa waktu lalu,Suarni (orang tua siswa) juga sempat ijin ke sekolah bawa, kembaran Anggi , Ayu tidak bisa bersekolah untuk beberapa hari kedepan karna akan ke palembang guna menghadiri pernikahan saudarinya Anggi Anggita Sari.

“Sebelumnya, orangtua bocah tersebut sudah dipanggil ke sekolah untuk dimintai konfirmasi terkait kabar yang beredar. Dan, si orangtua tak membantah soal rencana pernikahan anaknya, bahkan si Orang tua juga minta ijin kembaran Anggi,yakni Ayu yang duduk di kelas V untuk tidak dapat masuk sekolah karna ke palembang menghadiri pernikahan Anggi,” jelas Putri kepala sekolah (Edy Kanter)

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Statistik

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top