Kesehatan

Kampanye Perilaku Sehat Orang Jepang


Dapatkah Rasa Umami Membantu Kita di Usia Emas ?

Sebagaimana telah dijelaskan  dalam Buletin Ajinomoto Vol. 5 yang berjudul “Ajinomoto Co. Kampanyekan Perilaku Sehat orang Jepang?”,Jepang mungkin merupakan negara pertama yang menghadapi “ledakan penduduk lanjut usia (lansia)”, namun sesungguhnya segmen populasi ini meningkat di seluruh dunia1. Mulai dari Prancis yang seperempat penduduknya berusia di atas 60 tahun2 hingga berbagai negara di Asia Tenggara yang secara rata-rata jumlah penduduk lansianya mencapai 9,6% pada tahun 20163, dunia memusatkan perhatiannya pada perawatan warga lansianya.

Jepang telah mempelopori konsep “masa hidup sehat”. Gagasan ini sebenarnya cukup sederhana: umur panjang mungkin luar biasa, namun akan jauh lebih baik jika lansia dapat hidup bahagia, aktif, produktif, dan mandiri. Akibatnya, pusat perhatian tidak hanya tercurah untuk membantu orang agar hidup lebih lama, namun juga hidup lebih sehat di masa tua mereka. Jelas bahwa banyak negara lain memiliki tujuan yang sama. Penelitian yang baru dilakukan  di kota Lyon, Prancis menyimpulkan bahwa mengkonsumsi makanan sehat diperlukan agar  mencapai usia tua yang sehat. Di Inggris, ada kecenderungan orang bekerja lebih lama, dan usia standar pensiun negara direncanakan akan meningkat menjadi 67 tahun dalam beberapa tahun mendatang. Negara seperti Thailand, Vietnam, dan Indonesia juga sedang mempertimbangkan cara mempertahankan selera makan bagi warga lansianya, karena umumnya lansia di mana pun, mereka biasanya mengalami penurunan nafsu makan.

Mengapa Mereka Kurang Gizi?

Berbagai perubahan fisik menurunkan kemampuan orang untuk mendapatkan gizi  yang diperlukan saat mereka bertambah tua. Banyak orang dalam kelompok usia ini menggunakan gigi palsu, yang dapat mengubah rasa makanan karena kandungan logamnya. Terjadi penurunan jumlah reseptor rasa di mulut dan tenggorokan, yang tentunya mengakibatkan penurunan kemampuan untuk merasakan makanan, dan secara bersamaan, kemampuan untuk mengeluarkan air liur juga menurun, sehingga sulit untuk menelan. Kekuatan otot di rahang dan lidah juga hilang total, sehingga proses makan yang bagi sebagian besar kita terasa mudah menjadi semakin sulit bagi mereka.

Dapatkah Umami Membantu?

Tentu saja, Umami, yakni rasa dasar ke-5 yang salah satu sumbernya adalah MSG (monosodium glutamat), tidak dapat membantu setiap masalah fisik yang dapat mengakibatkan penurunan nutrisi pada lansia, namun menurut penelitian yang telah dilakukan baru-baru ini, umami mungkin memiliki dampak positif bagi sebagian lansia. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 37% dari subjek lansia memiliki gangguan indra perasa, dan di antara subjek yang dikategorikan sebagai “tidak sehat”, hampir setengahnya mengalami gangguan indra perasa5.

Selain itu, ditemukan bahwa sebagian besar subjek dengan gangguan indra perasa tidak mampu mengeluarkan air liur dalam jumlah yang cukup. Mudah dipahami bahwa berkurangnya kemampuan untuk merasakan makanan serta kesulitan menelan dapat mengakibatkan penurunan nafsu makan, dan pada akhirnya mengakibatkan konsekuensi kesehatan yang serius.

Produksi air liur penting lebih dari sekadar untuk menelan. Air liur juga memiliki peran penting dalam kesehatan mulut dengan membunuh bakteri sehingga mencegah bau mulut. (Anda pernah ingin tahu alasan nafas berbau tidak sedap di pagi hari? Jawabannya adalah karena kita lebih sedikit memproduksi air liur di malam hari.) Selain itu, air liur di mulut memulai proses pencernaan pati makanan yang melimpah dalam nasi, pasta, kentang, dan roti4.

Kabar baiknya adalah umami mungkin menjadi bagian dari jawabannya. Pertama-tama, tujuan utama menggunakan bumbu umami, atau bumbu apa pun*, adalah untuk meningkatkan palatabilitas (daya terima) makanan. Namun lebih dari itu, umami telah terbukti meningkatkan total produksi air liur lebih dari rasa dasar lainnya, bahkan asam.

*Bumbu menentukan rasa terutama bahan (seperti penyedap, rempah-rempah, atau herba) yang ditambahkan ke makanan agar lebih lezat

Subjek yang memiliki sekresi air liur tidak memadai dan diberikan kombu dashi, yakni kaldu Jepang tradisional yang kaya akan umami dengan cita rasa  rumput laut, setelah periode 10 bulan benar-benar kembali memiliki tingkat produksi air liur normal! Hal ini menimbulkan peningkatan nafsu makan dan kenaikan berat badan.

Cara MSG dan Umami Membantu Lansia

  • MSG sebagai sumber rasa umami merupakan bentuk paling murni dari umami, meningkatkan palatabilitas makanan, yang mendorong penyerapan gizi  lebih besar
  • Umami membantu pencernaan protein, misalnya dengan mengatur produksi air liur dan asam lambung
  • Umami menstimulasi produksi air liur kental, yang membantu menelan dan mengurangi gejala “mulut kering”

Bertambah Tua Bersama

Agar dapat sepenuhnya memanfaatkan potensi keunggulan MSG dan umami, Ajinomoto Co., Inc. (“Ajinomoto Co.”) sangat yakin bahwa penelitian ilmiah berbasis bukti sangat penting. Karena semakin banyak bukti bahwa umami dapat membantu para lansia, dan karena kebutuhan populasi yang terus berkembang ini semakin meningkat di seluruh dunia, kami akan sepenuhnya mengeksplorasi cara membantu penduduk lansia agar tetap sehat.

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Statistik

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top