Nasional

Ayok…Wujudkan Siantar Kota Destinasi


By: Fawer Full Fander Sihite
Kota pematangsiantar atau yang lebih dikenal Kota Siantar, merupakan salah satu kota tua, karena terhitung sejak diresmikannya kota ini pada tanggal 24 April 1871 dengan Wali Kota Pertamanya adalah O.K.H Salamuddin.
Kota ini juga disebut-sebut juga sebagai kota terbesar nomor dua di Sumatera Utara setelah Medan, tidak hanya itu kota ini juga sering disebut pernah menjadi ibu kota dari wilayah Sumatera Timur. Namun di dalam tulisan ini saya tidak akan bercerita tentang sejarah panjang kota siantar, melainkan kondisi kekinianya.
Kota yang jumlah penduduknya pada tahun 2015 kurang lebih 247.411 jiwa dan sering disebut-sebut sebagai kota paling toleran nomor satu se-Indonesia. Ketika berkunjung kesuatu daerah dan memperkenalkan diri dari Kota Pematangsiantar, orang dengan spontan mengingat bukan kota toleran atau ibu kota sumatera timur, tetapi yang mereka ingat dan tahu adalah kota pereman?.
Perjalanan panjang kota siantar, yang telah banyak melahirkan pemimpin-pemimpin bagi bangsa ini, hingga sampai di tingkat wakil presiden RI yaitu H. Adam Malik. Saat ini apa kabar kota siantar? Apa kabar kota yang memiliki 8 (delapan) kecamatan ini, dan 53 kelurahan? Dengan segala potensi yang engkau miliki, sudah seharusnya kabarmu baik kota ku. Namun apakah seperti “tikus yang mati dilumbung padi”? beberapa pertanyaan mengelitik muncul dipikiran.
Jangan sebut kota siantar sudah maju karena PAD-nya kecil? Karena wilayahnya kecil? Karena SDA-nya tidak ada? Atau karena kota transit? Atau alasan lainnya? Karena ketika kamu-kamu sekalian mencalonkan menjadi walikota siantar, semua ide berlian mu keluar, namun mengapa ketika sudah duduk hanya tinggal sejuta alasan-alasan yang busuk.
Coba ketika kita melirik kota Yogyakarta yang pertahunnya wisatawan mencapai 4-5 juta jiwa untuk yang domistik saja, dan mayoritas para wisatawan berkujung ke Candi Borobudur, Candri Prambanan, dan sebagainya, pertanyaan besar apakah tempat wisata itu keberadaanya di kota Yogyakarta? Bagi yang mengetahui sudah pasti jawabannya tidak.
Dengan demikian jika pemerintah kota pematangsiantar serius untuk menunjang kemajuan kota pematangsiantar, wisata salah satu aspek pilihan yang sangat tepat, kota pematangsiantar dekat dengan danau toba, kota siantar banyak meninggalkan sejarah yang bisa dibuat menjadi wisata.
Kita tidak katakana bahwa siantar harus meniru Yogyakarata namun secara kemajuan kota jelas kita harus masih lebih banyak mencontoh dan belajar dari kota-kota yang sudah lebih maju dari siantar
Kita harus optimis kota pematangsiantar dapat menjadi kota tujuan wisata, orang yang hendak ke danau toba harus singgah di siantar, orang yang hendak ke toba harus singgah disiantar. Namun jika siantar tidak berbenah dari segi terobosan-terobosan infrastrukturnya, dan pelayanan publiknya ini semua hanya sebagai sebatas mimpi.
Mulailah menata kota siantar dengan hati bukan dengan pikiran keuntungan pribadi, perbaiki pelayanan public, pasar, pendidikan, serta tata kotanya, buat para pengunjung betah dan nyaman dikota siantar, jika hal ini tercipta wisatawan pasti akan memilih kota siantar menjadi kota distinasinya.

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Statistik

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top