Sastra

SAJAK SAJAK KHANAFI


MATA

sepanjang lorong mata ibu

mengalir airmata paling rindu

yang terkubur sejak hawa

di tanah kering

kebak bisikan angin

telingaku memasuki sunyi

lebih akrab lagi

sepanjang lorong mata ibu

mengalir airmata doa

yang kau dan aku arungi

dengan napas bersanad cinta

di antara suku kata sajak ini

berdua kita ayunkan kata

hanyutkan hati

permata titipan Ilahi

2017

DOA

dalam doa

warisan leluhur purba

menguap sejuk dada

rupa ribu bunga

ukiran batu

goa-goa bisu

menjelma huruf dalam kepala

waktu tak hadir

permenungan tiba

menabuh sir

2017

DARI

dari hati ke pikir

kutemukan getir

bisikan surat-u sir

tergelar

langit bianglala

angin lalulelalu

mencium kudukku

tengah malam

kudapati kedip mata

kekasih

udara jadi mata

melimpahi pesona

2017


ALAM

 

alam indah hijauan

pelataran hujan

aroma segar

berulangkali melubangi udara

di bawah batu-batu

yang mengalir airmata

aku pernah bayangkan luka

ditikam seribu satu cinta

2017

 

BATU

 

di atas batu

rindu barangkali tetes air

yang meronce musim

mengeluh dengan bahasa cuaca

cinta kata orang adalah jarak

jalan-jalan panjang

rayu angin yang asak

di atas batu

waktu akan tiba

menjadi gerimis

2017

 

SUBUH

suara selalu menggetarkan telinga

penuh kelimpahan

kusebut tempat tidur

gigil tanah bukit

tubuh yang terbaring

seperti rumput

selimut kulit

enggan berbagi dengan angin

suara berkata;

air lebih unggul dari api

aku mohon pertolongan

dari segala sifat tanah dan batu

aku menjelma udara

mencium embun dan cahaya

2018

DONGENG LAUT

waktu itu laut

menyediakan punggungnya bagi kemurungan

nelayan berhitung butir pasir

ikan meminum keringat

angin menukar napas bakau

layar-layar terpukau

perahu diam berkarat silhuet

waktu itu laut

senja bergumul hebat dengan mendung

ada seorang anak hanyut

nelayan mencari mayat bukan ikan

2018

BAQI

langgar dekat sawah

bercahaya menyapa gelisah

kutemukan di dinding mihrabnya kaligrafi

dan tanaman padi

di serambi anak-anak mengaji

tangan siap mendekap lidi

menunjuk firman Ilahi di kitab suci

bagai memetik manis di manggar kelapa

angin menggoyangkan kepala orang tua mereka

la ilaha illa l-lah

berkali-kali wasil pada yang baqi

2018

 

RUMAH YANG DAMAI

aku ingin rumah yang damai

seteduh kubah masjid

tempat di bawahnya anak mengaji kitab

dan berdoa dengan mantap

aku ingin punya rumah

tempat kesedihan dapat terhibur

dan aman bagi kekasih untuk tidur

aku mencari rumah yang damai

dari timur ke barat tak kusemai

di dalam rumah diri

anak cucu menunggu disuapi roti

2018

 

MAUJUD

kuhadapkan mata ke utara

gunung-gunung tegap

kupalingkan ke selatan

lautan agung mendekap

tanah kutapak rerumputan subur

nyiur kelapa angin bertabur

pasir melempar doa-doa nelayan

layar perahu bergetar

senja nyalang indah menatap mata

Tuhan maujud terlalu nyata

2018

FOTO SUNSET

jam lima kita jalan naik bukit

berharap melihat bola jingga mengkristal

di jembatan bambu

kau dan aku teramat maya

ditatap lensa kamera

sebentar kita akan bayangkan

sebuah foto tercetak

matahari tenggelam

kita kuntum bunga mawar

esok mencipta guguran waktu

musim berlalu

waktu gugur kemudian bersemi

berganti warna dan wangi

2018

 

SUJUD CAHAYA

 pohon-pohon nyiur

lautan surut

sungai-sungai kemarau

hujan dan bunga bertaburan

saat cahaya

aku sujud pada-Mu

2018

 

PADA ANGIN YANG SEJUK

 pada angin yang sejuk aku mencari kau

dalam sujud

kutapaki huruf-huruf

dalam lembaran suhuf kitab

mataku sujud terlampau khusyuk

pada pagi buta

kabut berlari ke atap-atap masjid

hatiku bersujud terlalu masyuk

di bawah langit teduh

2018

NGAJI

menapak jalan sepi

dengan kedua kaki

; cinta dan rindu hakiki

majlis di sana berpijar

aku dihantar getar demi getar

telingaku dekap mendekap nadhom-an

aku memohon

memanggil sambil menggigil

ridhoMu yang jamil

2018

PUASA RAJAB

hatiku terbelah

antara napsu dan ibadah

andai waktu tak bergerak

aku mendekap lebih akrab

tiap lelalu

memilin godaan

tiada daya kecuali dari Tuhan

aku pasrah di serambi langgar

menunggu adzan penghabisan

2018

 

Tentang Penulis

 

Khanafi, dilahirkan di Banyumas, Jawa Tengah, 4 Maret 1995. Penulis adalah alumni Jurusan Sastra Indonesia, Falultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Puisi-puisinya tersebar di beberapa media online seperti linikini.id, situs tembi.net, buanakata, majalah simalaba, dan masuk dalam media cetak seperti buku antologi puisi bersama seperti; Senja Bersastra di Malioboro 1 (2017), Buku Kumpulan Sajak 100 Penyair ASEAN 2 (2018), Buku Kumpulan Sajak Untuk Gus Dur: Sang Guru Waskita; Pembela Bangsa & Penegak Agama (2018), Buku Antologi Negeri Bahari dari Komunitas Negeri Poci (2018), Buku Antologi untuk Pematang Siantar (2018), dll. Sekarang penulis tinggal di Purwokerto, sembari mengedit puisi dan beberapa buku lainnya. Alamat Lengkap : Desa Pancurendang RT. 01/RW. 04, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kode Pos : 53163. No. Hp (WA) : 085726203607. Facebook : Afi Saja. E-mail : afisaja043@gmail.com. No. Rekening : 0447748196 (BNI) a.n Khanafi.

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Statistik

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top