Sastra

PERJALANAN PENYAIR PUISI 2018


PERJALANAN PENYAIR

 

mencari senantiasa ialah fitrah puisi

penyair serupa kuda sembrani

penuh gairah memelihara rumah

tanpa penyair, insan hilang gelisah

perjalanan penyair

; kuda di sabana sir

padang memungut hikmah dan damba

ilalang nyala api rahasia

tanda kenabian ialah membentuk insan

penyair mengajarkan keberanian

puisi pun serupa ayat-ayat suci

menunjuk mana petunjuk Ilahi

angin tak lain Jibril

menuntun pendengaran pada laku yang jamil

dari napasnya menebar wewangian

batu dan rumput lantas bicara kebenaran

pernjalanannya abadi

melewati lembah-lembah ngeri berbagai negeri

bagai Musa membelah lautan Kultzum

penyair teramat mafhum

bintang-bintang tak lebih terang dari ucapannya

segala bunyi-bunyian tak lebih indah dari suaranya

seperti Daud ia memetik senar harpa

membuat tersihir burung-burung pencari rahasia

perjalanannya tak pernah akan tuntas

memintasi batas-batas paling rahasia

purwokerto 2018

 

KEPULANGAN

 

tidakkah kalian mengerti

sesungguhnya kepulangan bukanlah mati

tapi hidup yang abadi

kata-kata yang merasuki puisi

tak lain berasal dari rumah yang sejati

tangis duka bukan karena nasibnya sendiri

pada seluruh makhluk ia menangis tak terperi

lidahnya bercabang dua; kata kata

memelihara sunyi dalam renungan akan yang baqi

kepulangannya teramat dinanti

oleh para bidadari dan nabi

purwokerto 2018

 

MEMANDANG LAUT

memandang laut

melihat sifat makbud

ombak menarik hati berzuhud

meninggalkan daratan kalut

di atas batu

yang sering dicucupi tetes hujan

ilmu tak seluas lautan

diri teramat kecil sekali

la ilaha ila l-lah

ruh masuk lebih dalam

dipukulkan nyiur pohon kelapa di tepian

aku tak mampu berkalam

terpesona firman demi firman

memandang laut

aku bertemu maut

dengan senang kusambut

rindu pun katut

purwokerto 2018

MASJID

aku rindu masjid dan alunan suara imam

juga kaligrafi yang menggerakkan bait-bait puisi

aku rindu majlis

dan dampar yang menggetarkan hati

; tempat mengaji kitab suci,

tasauf dan fiqh

kapan tiba bulan puasa lagi

aku malu

jika ke masjid hari biasa

ingin aku tinggal di mihrab

tempat imam biasa membaca fatihah dengan mantap

aku ingin benar-benar merasa lahir di rumah

purwokerto 2018

MENJELANG FAJAR

bulan memasang wajahmu tengah malam

di atap serambi kamar

kemudian jatuh ke mimpiku

tatkala warnanya begitu matang

mimpiku berliku seperti sungai

bulan mengalir berpendar-pendar

lunglai di muara dalam

menjelang fajar

sisasisa malam adalah cahaya kizib

di masjid-masjid

ketika suara adzan kumandang terlalu karib

kau aku telah melakukan perjalanan jauh

yang sulit dipercaya manusia biasa

purwokero 2018

MEMANDANGMU

memandangmu tak pernah sudah-sudah

ketika matahari sore berada di lembah

menujum mimpi-mimpi yang akan tiba

kupandang wajahmu

di mega-mega

sesekali di timur kepak angin

dan daun-daun menabur

di utara bukit gunung tegak

dan di selatan ombak dahsyat

memanggil mataku lebih akrab padamu

memandangmu tak selesai

dalam mimpi sekalipun sansai

purwokerto 2018

HANYA ENGKAU

 

sesungguhnya hanya engkau

tempat mengembalikan segala persoalan

doa ialah caraku kembali

karena ayat suci;

kul-lu nafsin dza iqotul maut

 

jika napas pun akan berhenti

dan kembali pada Ilahi

maka kehendakku beserta kehendakMu

tak tertawar lagi

sesungguhnya hanya kepada engkau

kugembalakan harapan

; napas pendek

dalam lembaran-lembaran

purwokerto 2018

KENANGAN

kenangan tak ubah burung gagak

yang mati berkelahi dalam sajak

membunuh kenangan ialah dengan kenangan juga

seperti gagak terbunuh oleh gagak

dengan kata-kata

kukubur kenangan dalam sajak

purwokerto 2018

SHOLAT

 

ketika suara surau melilit telinga

ricik air wudhu membasuh muka

aku pun jatuh sujud dalam basah sajadah

tak kuasa berdoa sepatah dua patah

ketika muadzin beriqomah

jiwa sudah lebih jauh pasrah

purwokerto 2018


 

SEBUAH PERAHU

dahulu sebuah perahu

mengirim hukuman

sekarang di depan mataku

kitab safinah mengiring hikmah

menjadikan wajah condong ke Ka’bah

berapa santri mendulang ilmu

membuka khasanah hati yang berdebu

dari pesantren sampai zaman trend

perahu melaju dalam ombak dampar

perahu memuat lebih banyak umat

biar ia berwujud kitab

kan membawa diri sampai makrifat

purwokerto 2018

WAKTU

boleh kutuliskan waktu dalam surat cintaku

agar selalu mengalir rindu dalam dirimu

agar supaya katakataku hidup senantiasa

pada degup jantungmu

boleh kutuliskan waktu dalam puisiku

agar ia kekal abadi

melampaui usia kita yang fana

purwokerto 2018

 

Khanafi, dilahirkan di Banyumas, Jawa Tengah, 4 Maret 1995. Penulis adalah alumni Jurusan Sastra Indonesia, Falultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Puisi-puisinya tersebar di beberapa media online seperti linikini.id, situs tembi.net, buanakata, majalah simalaba, dan masuk dalam media cetak seperti buku antologi puisi bersama seperti; Senja Bersastra di Malioboro 1 (2017), Buku Kumpulan Sajak 100 Penyair ASEAN 2 (2018), Buku Kumpulan Sajak Untuk Gus Dur: Sang Guru Waskita; Pembela Bangsa & Penegak Agama (2018), Buku Antologi Negeri Bahari dari Komunitas Negeri Poci (2018), Buku Antologi untuk Pematang Siantar (2018), dll. Sekarang penulis tinggal di Purwokerto, sembari mengedit puisi dan beberapa buku lainnya. Alamat Lengkap : Desa Pancurendang RT. 01/RW. 04, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kode Pos : 53163. No. Hp (WA) : 085726203607. Facebook : Afi Saja. E-mail : afisaja043@gmail.com. No. Rekening : 0447748196 (BNI) a.n Khanafi.

 

 

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Statistik

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top