Sastra

PUISI-PUISI RUDI SANTOSO – PART II


 

AKU INGIN MENGENALMU DENGAN SEDERHANA

Kepada Risna Dawati

 

Aku ingin mengenalmu dengan sederhana

Seperti senja

Datang dengan ke indahan

Kepergiannya yang masih di rindu

Namun ia kembali di esok harinya

Aku ingin mengenalmu dengan sederhana

Air menetes dengan per-la-han

Tumbuh menjadi karang yang kuat

Aku ingin mengenalmu dengan sederhana \

Rindu yang menyala

Tak hilang secara tiba-tiba

Dan sesaat

Aku ingin mengenalmu dengan sederhana

Puitis disetiap pertemuan

Merasakan kehidupan yang indah

Tak ber-air-mata

Aku ingin mengenalmu dengan sederhana

Kasih sayang

Akan menjadi tumpukan keindahan, dan kenyamanan

Dengan arogan kita bisa saling membenci

Seperti alam yang membuat banyak catatan buruk

Aku bisa untuk lebih dari sekedar sederhana

Namun kesederhaan itu lebih bijak

Kesederhanaan harus kita rayakan setiap saat

Karena banyak orang yang tidak mengerti tentang itu

Dan mereka bahkan ingin belajar dari kita

Tentang kesederhanaan

Jogja, september 2017

BUNUHLAH SEPI ITU

Angin dari timur laut

Mebawa kabar duka

Tentang auara wajahmu

Yang terlukai kenangan

Doa-doa kupanjatkan

Kata bijak kuhaturkan

Untuk menjadi penenang sesaat

Namun semuanya tidak akan berarti

Jika sepimu adalah banyangan dan kenangan

Cinta adalah pikiran kita

Ia menjelma sesuatu yang sakti

Tanpa kita mengathui

Bisa menjadi apapun dan siapapun

Merubah setiap kondisi

Dari tawa ke sedih

Dari bahagia ke luka

Dan sebaliknya

Bunuhlah sepi itu

Sebelum sepi membunuhmu

Dan kau akan terkutuk oleh kenangan cintamu sendiri

Jika kau masih menyukainya

Kusediakan taman indah di hatiku

Dan bahu sebagai penenang hati mu

Jogja. September 2017

 

PENJAMUAN RINDU

Na

Aku ingin bertemu denganmu

Melepas rindu yang tumbuh dengan cepat

Masuk kedalam pikiran

Hilang sesaat saat aku terlelap

Na

Masa lalumu hanyalah kenangan yang tak perlu kau sedihkan

Berdiam diri dengan bayangan semu

Ia akan mengusikmu dengan terus menerus

Dan kau tidak akan tumbuh menjadi pepohonan rindang

Yang menyejukkan

Na

Aku hadir bukan sebagai saksi

Atas air mata yang kau jamah dari kenangan

Aku adalah embn yang sejuk

Untuk mennyejukkan wajahmu

Yang panas dengan air mata

Aku adalah senja

Yang banyak disukai oleh sepasang kekasih

Untuk melepas penat

Senja yang indah dan mempesona

Jogja, septermber 2017

 

SAKSI AIR MATA

Tanpa kau memintanya

Aku tak ingin mengajarkan tentang cinta

Karena kau lebih memahaminya

Aku hanya ingin memeluk kesedihan cintamu

Kepada siapapun

Yah cinta yang bisa menjadi belati kehidupanmu sendiri

Aku tidak ingin mengenal dan mengatahui

Tentang cerita lelaki yang hadir kedalam pikiranmu

Cukup kau ceritakan kebahagiaanmu

Karena itu akan lebih bijak

Untuk membuatku tenang dengan doa-doa

Yang kuminta kepadaNya atas kebahagiaanmu

Janagan pernah bersedih

Hidup tidak untuK disedihkan

Hidup adalah senyum, canda, dan tawa

Cukup kau jadikan air matamu

sebagai saksi kebahagiaanmu

air mata tidak melulu milik kesedihan

karena mata dan kesedihan bukanlah sepasang kekasih

Jogja, september 2017

 

*Rudi Santoso, lahir di Sumenep Madura. Mahasiswa Sosiologi UIN Sunan Kalijaga. Pendiri Kominitas Gerakan Gemar Membaca dan Menulis (K-G2M2). Beberapa puisinya termaktub dalam, Secangkir Kopi Untuk Masyarakat (2014), Sajak Kita (GemaMedia2015), Surat Untuk Kawanan Berdasi (2016), Ketika Senja Mulai Redup (2016,) Moraturium Senja (2016), Antologi Cerpen Muda Indonesia (Gema Media 2015), dan beberapa puisinya telah terbit diberbagai media cetak lokal dan nasional, buku puisi tunggalnya “Kecamuk Kota” (Halaman Indonesia 2016)

 

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Statistik

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top