Sastra

CINTA DARI MASA LAMPAU


“Tuhan mempunyai rencana yang tidak diketahui hambanya

Angin mendesau kencang di ruang-ruang kosong, mengibarkan kerudung panjangku, pohon pohonpun oleng seakan ingin roboh dibuatnya, bintang yang biasanya bersinar terang, hari ini sama sekali tak terlihat karena tertutup oleh awan pekat yang mencekam, benar-benar cuaca yang buruk sama seperti kondisi hatiku yang sedang memburuk, karena seorang pria yang dahulu ku anggap sebagai cinta sejatiku, tiba tiba saja meninggalkanku seorang diri, benar-benar hancur hatiku di buatnya, andai saja aku tak pernah mengenalmu pasti rasa itu takkan pernah ada.

“Aisyah…. Sedang apa kamu malam-malam di sini?” suara Farah menyadarkanku dari lamunan.

“Ahhh tidak, aku hanya tidak bisa tidur Farah” jawabku dengan nada yang lirih, sambil mengusap air mata yang tanpa sadar jatuh dari mataku.

“Kenapa?” tanya Farah yang sembari duduk di sampingku

“Masih memikirkan Reza.? Sudahlah tidak usah di pikirkan, aku tau kamu sangat mencintainya, berharap banyak padanya, aku benar-benar mengerti semua itu tapi mungkin Tuhan mempunyai rencana lain yang lebih indah utukmu atau mungkin dia bukan yang terbaik untukmu” ucap Farah menasihatiku

“tapi Farah…”

“tapi kenapa, kamu sudah terlanjur menyayanginya? Tapi belum tentu kan dia menyayangimu, aku harap kamu bisa melupakannya, hapus semua memory tentang dia, aku yakin kamu pasti bisa.”

“aku takut tidak bisa, aku takut tidak bisa melupakannya”

“berjuanglah, sibukkan dirimu untuk terus bertakwa pada rabbmu, toh kalau dia memang jodohmu pasti dia akan kembali padamu tapi kalau bukan, aku yakin kamu akan mendapatkan jodoh yang lebih baik dara Reza”

Aku mengangguk mengiyakan kata-kata Farah, mungkin dia benar, aku harus segera melupakannya, Farahpun segera memelukku dan mengajakku masuk ke dalam rumah.

Hari demi hari terus berlalu, dan sejak saat itu aku terus menyibukkan diri untuk menyelesaikan study dan hafalanku di kampus, karena ini sudah semester akhir dan aku harus bisa lulus degan hasil yang memuaskan, aku juga terus mengutamakan cintaku pada rabbku untuk menghilangkan rasa yang terus mengkikis kebahagiaanku itu.

Dua hari yang lalu adalah sidang skripsiku, dan hari ini adalah pengumumannya, Alhamdulillah aku dinyatakan lulus dengan nilai yg memuaskan, akupun segera menelpon orang tuaku untk mengabari hal ini padanya, dan tak lupa aku langsung pulang untuk menemui Farah dengan membawa kabar gembira kelulusanku.

“Assalamualaikum” ucapku sambil mengetuk pintu

“Waalaikum salam, Aisyah, gimana hasilnya, kamu lulus kan.?” Farah membuka pintu dan langsung menyodorkan pertanyaan yang mungkin membuatnya sangat penasaran

“Alhamdulillah berkat pertolongan Tuhan” ucapku sambil tersenyum

“Alhamdulillah” ucapnya sambil merangkulku

“Kapan wisudanya?” Tanya Farah

“Bulan depan insyaallah, kamu harus datang jangan sampe ada alasan pekerjaan dan lain-lain”

“iyaa dehh, demi sahabatku yang satu ini”

Kamipun masuk ke dalam rumah untuk istirahat sejenak dan bersiap siap untuk sholat maghrib.

Sebulan kemuadian tepatnya hari wisudaku, adalah hari yang paling membahagiakan untukku, karena setelah sekian lama aku menahan rindu terhadap orang tuaku akhirnya sekarang aku bisa menatap mata mereka kembali, mata yang berkaca-kaca karena mungkin terharu melihatku bisa lulus dan menyelesaikan hafalanku dengan predikat mumtaz.

Saat kami sedang asyik mengobrol dan berfoto-foto tiba-tiba aku mendengar ada suara pria yang memanggilku dari belakang, dengan spontan aku menoleh dan mencari-cari dari mana sumber suara itu di tengahtengah keramaian.

“Assalamualaikum.” Ucap salah seorang pria yang menghampiriku

“Waalaikum salam, maaf antum siapa?” ucapku sambil menundukkan kepala

“Kamu aisyah kan? Tanyanya penasaran

“Iya benar, maaf antum siapa” tanyaku sekali lagi

“Aku Fahri, teman seangkatanmu waktu di pondok dulu”

“Mas fahri. bukannya beliau sekarang sedang di yaman?” Tanyaku tak percaya

“Aku pulang seminggu yang lalu, dan aku ke sini untuk menyaksikan adik sepupuku di wisuda, dan aku tidak menyangka bisa ketemu kamu di sini, selamat yaa atas pencapaiannya” ia menjelaskan

“Ahh ini bukan apa-apa kalau bandingkan dengan kesuksesan mas Fahri di yaman, selamat ya mas” jawabku merendah

“Ehm,,, ngomong ngomong aku sudah lama mencari keberadaanmu selama ini” lanjut nya

“Memangnya ada apa mas?, tanyaku

“Kalau boleh jujur sejak di pondok dulu aku diam-diam telah mengagumimu tapi aku berusaha menahannya dan aku hanya bisa memintamu dalam doa, karena jika tidak aku pasti hanya akan merusak apa yang telah kamu perjuangkan selama ini, dan sekarang aku bisa bertemu kamu lagi di sini, sungguh ini adalah suatu kebahagiaan yang luar biasa untukku, dan jika kamu mau, aku ingin meminangmu untuk menjadi istriku, aku ingin jadi imam yang akan membimbingmu menjadi bidadari syurgaku.” Ia menjelaskan panjang lebar

“Sejenak aku terdiam dan tanpa terasa air mata haru membasah wajah ku, ya Tuhan teryata ini jawabanmu atas kejadian yang menimpaku dulu, mungkin inilah rencana Tuhan yang dimaksud oleh Farah, terimakasih ya robb engkau telah mengindahkan akhir dari perjalanan cintaku.

Oleh : Husnul Khatimah

*Husnul khatimah, Lahir tanggal 01 Februari 2001 di Sumenep. Alumni MI Nurul Hidayah Tambaksari. Saat Ini Menempuh Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sumenep.

Nomer Hp : 087838558867

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Statistik

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top