Nahkidah

Sambil Komat-kamit Dukun Cabul Ini Merabai Tubuh ABG Korbannya

Dua dukun cabul / Foto tribun jogja

www.lampungmediaonline.com – Dengan dalih mengajarkan ilmu kebatinan dan mengusir jin, dua dukun cabul asal Kecamatan Ngablak, Kabupaten magelang, melancarkan aksi pencabulan terhadap dua korban, yang statusnya masih di bawah umur.

Kini, keduanya terpaksa mendekam di ruang tahanan Polres Magelang.

Kasubag Humas Polres magelang, AKP Santoso mengatakan kalau dua tersangka yang telah dicokok itu adalah Haryoto (49) dan Takim (48).

Walau berdomisili di satu desa, kasus keduanya berlainan dan tidak saling berkesinambungan. Haryoto melakukan perbuatannya pada 27 Juni 2017, sedangkan Takim pada 28 Juni 2017.

“Kedua gadis yang menjadi korban, sama-sama masih di bawah umur. Pihak keluarga merasa tidak terima dan melaporkannya pada kepolisian,” ujarnya, yang di langsir dari halaman tribunjogja.com saat gelar perkara di Mapolres setempat, Jumat (7/7/17).

Ia menjelaskan, tersangka Haryoto menggunakan modus ‘mbelah rogo’ untuk meyakinkan anak korban Mawar (17, bukan nama sebenarnya), agar mau disetubuhi.

Lanjutnya, tersangka berdalih hendak mengeluarkan air suci dari alat kelamin anak korban, yakni dengan cara persetubuhan.

“Sebelumnya, anak korban diminta untuk mengeluarkan air suci sendiri. Namun, karena tidak bisa, tersangka kemudian menawarkan diri untuk membantu dan terjadilah persetubuhan itu. Tersangka melakukan perbuatannya pada kisaran pukul 00.00 WIB, di sebuah gubug yang terletak di kebunnya,” katanya.

Santoso berujar, tersangka menawarkan kepada korban untuk menjalani ritual ‘mbelah rogo’ melalui pesan singkat.

Anak korban pun menyetujuinya dan sepakat melakukannya setelah usai momentum Lebaran lalu. Kemudian, anak korban pun hadir dengan didampingi salah satu saudaranya.

Ketika hendak dimulai ritual, anak korban sebenarnya sempat mengelak.

Namun, karena bujuk rayu dan ancaman yang dilontarkan tersangka, anak korban kemudian pun pasrah dan tak berdaya kehormatannya direnggut oleh lelaki paruh baya itu.

“Dengan dalih mengambil air suci itu, tersangka lantas mengajak anak korban bersetubuh. Anak korban sempat menolak, tapi tersangka menakut-nakuti, kalau ritual bisa gagal, seandainya menolak permintaan,” tandasnya.

Lain halnya dengan tersangka Takim. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang pijat tersebut, menggunakan mata pencahariannya itu sebagai modus mengelabui anak korban Melati (14, bukan nama sebenarnya).

Saat memijat, ia berdalih hendak mengeluarakan jin yang bersembunyi di kemaluan anak korban.

Ironisnya, anak korban saat itu datang ke tempat praktik tersangka dengan diantar langsung oleh kedua orang tuanya.

Bahkan, orang tuanya lah yang meminta tersangka untuk memijat dan mendoakan buah hatinya, agar menjadi anak yang pintar, sukses, serta berbakti pada orang tua.

Sembari komat-kamit, tersangka lantas mulai meraba-raba bagian tubuh anak koban, mulai dari dahi, perut, hingga berujung di alat kemaluan.

Saat itulah, tersangka berkata pada anak korban, kalau ada jin yang bersembunyi di dalam alat kelaminnya. Tersangka lantas meminta anak korban untuk melepas celana.

“Anak korban menolak melepas celananya, karena merasa risih. Namun, tersangka kemudian melepaskannya sendiri dan langsung memasukkan jarinya ke kemaluan anak korban,” cetus Santoso.

Sementara itu, ketika menjawab pertanyaan dari awak media, tersangka Haryoto mengelak kalau perbuatannya itu sudah direncanakan sebelumnya.

Ia pun mengaku tidak menaruh nafsu dengan gadis belia yang disetubuhinya tersebut.

Menurutnya, kejadian itu sangat mendadak dan begitu cepat.

“Karena bisikan setan, saya tidak pernah merencanakan. Anaknya sempat tidak menolak, tapi akhirnya pasrah,” pungkasnya. (*)

 

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Statistik

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top