Kesehatan

Remaja 18 Tahun Berhadapan Dengan Kematian, Setiap Kali Tertidur


Liam Derbyshire lahir dengan penyakit bawaan yang sangat langka, sehingga menyebabkan dia berhenti bernapas setiap kali tertidur. Dokter mengatakan kepada orangtuanya, Liam tidak akan hidup 6 minggu lalu, namun dia sendiri menolak peluang tersebut, dan akan segera berusia 18 tahun.

Liam menderita kondisi yang dikenal sebagai hipoventilasi sentral atau “Kutukan Ondine”, cerita rakyat dari Prancis. Dikisahkan Ondine jatuh cinta pada seorang pria bernama Palemon, dan saat pernikahan mereka yang disaksikan nimfa (Dalam mitologi Yunani, adalah salah satu jenis makhluk legendaris yang berwujud wanita, diidentikkan dengan peri atau bidadari), dia bersumpah untuk mencintainya dengan setiap napasnya. Jadi, ketika nimfa menemukannya berselingkuh, dia mengutuknya.

“Anda berjanji kesetiaan kepada saya dengan setiap napas, dan saya menerima janji itu. Jadi baiklah, selama Anda terjaga, Anda harus bernapas. Tapi, jika Anda tidur, napas itu akan meninggalkan Anda,” begitu perkataan nimfa kepada Ondine yang dikisahkan dalam cerita rakyat. Mungkin terdengarnya biasa sebagai cerita rakyat. Tapi, “kutukan” serupa benar-benar ada dalam kehidupan nyata. Meskipun hipoventilasi sentral atau “Kutukan Ondine” adalah kondisi yang langka.

Diperkirakan hanya 1.500 orang di seluruh dunia yang menderita penyakit tersebut, namun kasus Liam adalah salah satu yang paling ekstrem. Kondisi yang lebih ringan dari penyakit ini adalah mencegah penderita untuk sakit, memperbaiki tidur.

Namun, dalam kasus Liam, tertidur benar-benar dapat membunuhnya. Karena, kapanpun dia tertidur napasnya akan berhenti dan meninggal. Hal ini membuat Liam harus tidur di ranjang medis yang terhubung dengan sistem pendukung kehidupan sepanjang hidupnya.

Alat tersebut akan memberi Liam Oksigen ke paru-paru dan memantau organ-organ vitalnya. Untuk itu, kamar Liam seolah menjadi perpaduan antara kamar remaja pada biasanya dan rumah sakit, dilengkapi dengan peralatan medis dan kabel.

Meskipun sensor di tempat tidurnya terus memantau tanda-tanda hidupnya, seseorang harus selalu berada di sekitar Liam, untuk mengurangi risiko kesalahan. Keluarganya pun telah menghabiskan ribuan pounds untuk tagihan listrik dan sumber daya cadangan, mengantisipasi jika terjadi masalah.

“Kami sangat beruntung Liam memiliki kehidupan. Kami selalu menginginkan dia memiliki kehidupan normal seperti yang bisa kami berikan kepadanya. Dia melampaui semua harapan,” ujar Ibu Liam, Kim, mengatakan kepada BBC saat putranya berusia 11 tahun. “Dia sangat fantastis, terus tersenyum dan tertawa. Dia memiliki semua sifat normal dari kebanyakan anak. Setiap hari dalam hidupnya adalah bonus,” tambah Kim yang dikutip Odditycentral.

Kini, hampir genap berusia 18 tahun, Liam terus memukau para dokter. Para dokter mendiagnosa Liam hanya akan beberapa minggu lagi untuk bertahan hidup saat lahir. Tapi, kini Liam telah menaklukan segala kemungkinan, bahkan mengalahkan kanker pada satu titik dalam hidupnya.

“Hal yang sangt tidak biasa dari Liam adalah bahwa dia menderita kanker yang tumbuh di dalam dirinya, dan dia memiliki masalah dengan ususnya. Saya tidak dapat menemukan laporan anak-anak yang memiliki semua masalah ini dan bertahan. Ini sangat menakjubkan, dia paling unik di seluruh dunia,” kata Dr Gary Connett “Tidak ada yang tahu pasti harapan hidupnya.

Jika kita mendengarkan beberapa dokter, dia tidak akan hidup sekarang. Kami tidak pernah benar-benar berpikir dia akan hidup bertahun-tahun, tapi ini bukti bahwa selalu ada harapan,” tutur Kim. (sumber: www.okezone.com)

LAMPUNGMEDIAONLINE.COM adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp / Hp: 0721370156 / 081379029052
E-mail : redaksi.lampungmedia@gmail.com

Statistik

Copyright © 2017 LampungMediaOnline.Com. All right reserved.

To Top